hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Liburan ke Tokyo bawa anak VS cewe-cewe doang : kira-kira yang mana yang lebih asik???

Desember 2018 saya ke Tokyo 9 hari 8 malam dengan anak. Gak lama kemudian saya ke Tokyo lagi – Februari 2019 – dengan cewe-cewe 4 hari 3 malam.

Jadwal pesawat yang sama (Garuda), musim yang sama (winter), kota yang sama (Tokyo). Perbedaan yang mencolok hanyalah di jumlah hari pergi. Pertanyaan pertama yang sering ditanyakan adalah “Apa gak sayang pergi cuma 4 hari di Tokyo? Sebentar banget.” Jawabannya adalah “Cukup banget. Kalau pergi cuma cewe-cewe, waktu terasa sangat panjang, efisien, banyak hal bisa dilakukan dalam 1 hari. Lagipula yang dilakukan mayoritas cuma belanja dan cari tempat bagus untuk foto-foto. That’s it! Kalau kelamaan…bosen atau bokek!”

Berikut sekilas jadwal acara pergi sama anak:

Keliatan kan kalau sama anak, lebih banyak kunjungan ke tempat-tempat yang dapat menghibur anak-anak. Disneyland dan Disneysea sudah habis 2 hari, lalu ke Ninja Trick House, playground, observation deck, Miraikan Museum, christmas zoo, owl cafe dan yang paling jauh ke Karuizawa snow resort dong!

Awalnya bertekad gak mau keluar dari Tokyo, jadi gak mau beli tiket shinkansen/ JR pass. Hari ke-7 itu tadinya kita mau daki gunung Takao, melihat gunung Fuji dari puncaknya dan sekaligus nyari salju (maklum Desember pertengahan belum banyak salju di Tokyo). Gunung Takao bisa dicapai hanya dengan metro biasa, tanpa JR.

Apa daya ortu udah kelelahan entertain anak-anak selama 6 hari. Juga lelah nyasar dan ngegendong anak yang lelah jalan. Jadi rasanya ide untuk cari jalan (plus nyasar) ke Takao, lalu sampai sana ngebayangin anak-anak gak mau hiking lalu minta gendong, dan ternyata gak ada salju. Wow anak-anak akan kecewa dan sia-sia deh usaha ortu!

Akhirnya merelakan duit keluar lebih untuk beli tiket JR pulang-pergi dari Tokyo ke Karuizawa Snow Resort. Anak-anak hepi naik Shinkansen, cuma 1 jam perjalanan, begitu keluar langsung terlihat hamparan bukit-bukit yang ditutupi salju. Hahahahhaha keluar duit lebih banyak, tapi hati senang dan damai. More money, less effort. Review tentang Karuizawa menyusul ya….

Ya gitu kira-kira kalau pergi sama anak.

  • Sibuk cari aktivitas yang cocok untuk anak
  • Kalau nyasar, kepikiran ini anak bagaimana, kelaparan, kedinginan
  • Makan seadanya yang asal cepet aja
  • Sibuk menjelajah toko mainan. Apapun areanya, apapun tokonya yang dicari pasti toko mainan. Boro-boro sempet ngeliatin area khusus barang orang dewasa. Itu ada agenda ke daiso dan donQ, percayalah saya kesana sendirian. Suami nemenin anak-anak di hotel.
  • Belum lagi Tokyo ruamenya gak kira-kira. Kita aja belum familiar dengan subway di Tokyo, masih celingak-celinguk, ini harus jagain anak supaya gak kabur dari kita. Risiko hilang karena terbawa arus manusia kan besar sekali.
  • Bawa stroller – ribet cari lift dan terhimpit saat kereta penuh. Gak bawa stroller – anak minta gendong karena banyak jalan kaki.

Sekarang kita bandingkan dengan aktivitas 4D3N dengan cewe-cewe

Belum mulai nge-review aja udah mau ngakak melihat perbedaannya. Jumlah hari boleh lebih sedikit, tapi efisien banget kan.

  • Bisa enjoy jalan kaki dan foto-foto di Ginza Pedestrian Paradise atau car free day nya Ginza
  • Bisa hunting makanan enak, antri lama gak masalah, duduk terpisah gak masalah
  • Kalau nyasar ya diketawain aja
  • Mampir ke Tsukiji fish market, bisa nyobain hampir semua makanan disana
  • Bisa liat-liat di section kosmetik, jam tangan atau sepatu onitsuka tiger dengan nyantai
  • Ke Disneysea untuk foto cantik pakai Sweet Escape, lalu antri Tower of Terror 2 jam, selebihnya hunting souvenir (dan makanan) khas Disneysea
  • Pagi bisa bangun nyantai, tanpa repot siapin makan pagi dari malam sebelumnya

Hehehhee kontras ya… mana yang lebih asik? Tergantung sudut pandangnya…. dua-duanya asik kok. Kalau pergi sama keluarga emang lebih repot, tapi tercipta bonding time yang harganya tak ternilai. Kalau pergi sama cewe-cewe lebih nyantai dan bagus untuk kesehatan mental jiwa dan raga. Jadi saya sih tetap pilih dua-duanya…

Advertisements
Leave a comment »

Kecanggihan Airport Changi Terminal 4

Taman kecil di dalam T4, di bagian tengah ada kolam ikan koi yang tertutup kaca tebal, sehingga kita bisa berjalan diatasnya

Udah pada tau belum kalau Changi Airport di Singapur, sekarang ada terminal 4 atau disingkat dengan T4?

Terminal ini baru dibuka tahun 2017 dan terkenal akan kecanggihannya. T4 ini kecil, gak sebesar T3, tapi beneran lebih canggih. Kecanggihannya terasa saat proses check-in yang udah hampir gak pakai tenaga manusia, alias semuanya otomatis. Kalau saat mendarat, ya masih sama aja prosesnya… imigrasi dibantu petugas, ambil bagasi, lalu keluar terminal.

Apa aja sih kecanggihan T4 di area keberangkatan?

Check in & print boarding pass sendiri

Ini udah lumayan umum ya seperti di tempat lain. Ada mesin-mesin kecil untuk self check in.

Cetak luggage tag sendiri & drop bagasi sendiri

Ini yang cukup baru untuk masyarakat Indonesia. Kalau penerbangan domestik di luar negeri, udah banyak yang seperti ini. Begini langkah-langkahnya supaya gak kerepotan sendiri:

  • Cek jatah kilogram bagasi Anda. Jangan melebihi 0.1 kilogram dari jatah bagasi Anda karena proses penimbangan dilakukan oleh mesin. Kelebihan sedikit akan ditolak.
  • Disana disediakan beberapa timbangan bagasi. Jadi sebelum antri ke konter check in baggage, lebih baik timbang dulu dan pastikan berat sesuai dengan jatah bagasi Anda.
  • Setelah kilogram beres, cetak deh luggage tag.
  • Lalu akan ada instruksi cara memasang luggage tas. Ikuti instruksi dengan benar agar barcode terbaca saat di mesin. Yang penting adalah tag dipasang di sisi panjang koper, bukan di sisi lebar!
  • Setelah luggage tag terpasang, masuk deh ke konter drop baggage.
  • Disitu Anda wajib menscan boarding pass dan passpor, baru bisa melakukan proses drop baggage
  • Drop baggage hanya bisa dilakukan oleh penumpang yang bersangkutan karena rupanya ada kamera yang terus memantau wajah kita. Sempat bagasi saya diurusin oleh rekan berpergian saya, proses terhambat karena mesin meminta wajah yang sesuai dengan data di passpor (face recognition) canggih kan!

Baggage drop area

Proses imigrasi keluar yang sudah pakai autogate

Di T4 semua paspor keluar Singapura sudah pakai autogate. Udah gak ada loket dengan petugas. Ikuti saja instruksinya dengan baik, gampang kok.

Oya lagi-lagi ada face recognition. Jadi misalnya foto di paspor Anda tidak pakai kacamata, saat scan wajah, lepas kacamata Anda.

Area skrining bagasi dengan wadah plastik yang bergerak otomatis

Ini saya baru pernah liat sih. Di area skrining barang bawaan masuk cabin, kan biasanya disediakan wadah plastik untuk menaruh tas/ printilan kecil lain. Ini wadah plastiknya punya belt sendiri yang berputar secara otomatis. Jadi nanti di akhir pemeriksaan, saat sudah tidak terpakai, wadah ditumpuk di ujung meja. Setelah menumpuk beberapa buah, akan otomatis turun ke bawah dan disalurkan ke ujung depan meja pemeriksaan.

Pertunjukkan digital di area PERANAKAN PLACE

Area tunggu di T4 kecil. Cuma yang menarik disana ada satu area disebut Peranakan Place, dimana kios-kios didekor ala area peranakan. Setiap kios melambangkan satu era peranakan. Jadi dari kios ke kios, terlihat perkembangan dekorasi ala peranakan dari masa ke masa.

Lalu setiap beberapa menit, salah 1 jendela peranakan akan terbuka, lalu di dalamnya ada digital art yang menunjukkan aneka aktivitas di jaman peranakan. Sangat unik!

Giant slide and playground for adults and kids

Waktu saya ke T4, area ini sedang diperbaiki. Jadi saya tidak sempat mencoba.

Giant slide and giant playground

Proses boarding yang juga otomatis

Saat mau boarding, dipanggil berdasarkan grup. Karena boardingnya juga melewati mesin otomatis, udah gak bisa deh main serobotan duluan…karena masuknya harus berdasarkan grup yang sedang dipanggil. Ada face recognitionnya juga.

Gerbang boarding otomatis

Gimana??? Lumayan canggih yaaa…buat yang gaptek bakalan kerepotan juga nih disini. Buat yang baru pertama kali terbang dari T4, saran saya datanglah lebih cepat dari semestinya.

Buat yang penasaran, misalnya boarding dari T3 tapi mau mampir ke T4, gak bisa loh! Ini terminal agak nyentrik karena ada penghubung dari T2 ke T4, tapi yang masuk harus penumpang yang membawa boarding pass T4. Gak biasa kaaannn…karena di Changi biasanya kita bisa jalan-jalan antar terminal dan menikmati airport yang sangat luas.

Keanehan lain lagi adalah…belum ada MRT yang langsung menuju T4. Jadi kalau mau naik MRT, turun di stasiun Changi Airport, lalu naik bus menuju T4. Petunjuk ke halte bus sangat jelas dan gak dikenakan biaya tambahan alis gratis. Jadi jangan khawatir…akses ke T4 dengan MRT mudah dan murmer kok.

Leave a comment »

Tips naik kereta api cepat (shinkansen) di Jepang

Siapa yang gak kepengen naik kereta yang bentuknya super cantik, warnanya indah, sangat bersih dan super cepat

Review tentang membeli JR pass untuk keliling Jepang udah banyak, tapi bagaimana kalau mau beli tiket shinkansen yang hanya satu kali jalan (one way) atau pulang-pergi (round trip). Begini langkah-langkahnya:

  • Putuskan tujuan
  • Buka website JR, cari rute yang diinginkan, lalu pelajari tempat untuk membeli tiket tersebut. Sebenernya bisa beli online, tapi karena saya pemula, saya lebih memilih untuk beli langsung di konter agar tidak salah. Karena harga tiket shinkansen kan mahal loh.
  • Putuskan mau beli tiket dasar saja (basic ticket) atau mau beli tiket tambahan (super ticket). Tentunya tiket tambahan = nambah biaya lagi. Super ticket macam-macam, cuma yang wajib dibeli adalah reserved seat ticket, supaya udah tau pasti kursinya yang mana. Apalagi kalau jalan-jalan bawa anak yaaa….gak bisa deh terlalu nekad beli tiket dasar tanpa nomor kursi dan hanya berharap pada nasib dapat duduk bersebelahan.
  • Putuskan tanggal dan jam pergi dan pulang
  • Cek estimasi harga
  • Beli deh tiketnya di kounter

Beberapa tips di saat mengendarai shinkansen

Ikutin penunjuk jalan dengan tulisan “shinkansen” atau gambar shinkansen

Begitu sampai stasiun, ikuti petunjuk jalan dengan tulisan “shinkansen” atau gambar shinkansen. Biasanya stasiun yang ada shinkansen besar-besar dan takut nyasar. Kemarin saya pergi dari Tokyo Station yang besarnya luar biasa, cuma penunjuk arahnya jelas kok.

Saat masuk gerbang tiket otomatis

Perhatikan bahwa ada 2 gerbang yang harus dilewati. Kalau lambang 1 tiket, cukup masukkan basic ticket. Kalau lambang 2 tiket, masukan tiket basic dan super bersamaan. Jangan lupa untuk ambil tiket di ujung mesin otomatis. Di akhir perjalanan, saat Anda mencapai tempat tujuan, tidak ada tiket yang dapat diambil lagi. Jadi untuk pengoleksi tiket, tiket shinkansen Anda akan tertelan oleh mesin. Solusinya: difoto dulu aja untuk kenang-kenangan. Untuk info lebih lanjut tentang gerbang, klik disini.

Boleh gak sih makan di dalam shinkansen?

Sangat boleh. Di stasiun dijual banyak sekali bento yang sangat menarik. Apalagi ada bento shinkansen yang wadahnya bisa jadi souvenir. Di dalam shinkansen juga dijual beberapa snack, tapi kurang menarik. Lebih asik belanja di stasiun.

Shinkansen bento

Apa aja yang gak boleh dilakukan di dalam shinkansen?

  • Gak boleh nyerobot pas antri masuk. Cek di tiket, Anda di gerbong nomor berapa, lalu antrilah persis di depan gerbong tersebut. Ada jalur antrian 1 dan 2. Jalur antrian 1 masuk duluan, baru jalur antrian 2.
  • Gak boleh berisik. Boleh ngobrol seadanya dan gak boleh keras-keras.
  • Gak boleh pasang dering di HP
  • Gak boleh terima telpon di gerbong kursi. Kalau mau terima telpon, bisa pindah ke gerbang yang ada toiletnya.
  • Gak boleh dudukin kursi orang lain, apalagi kalau di gerbong reserved seat. Duduk manis, jangan angkat kaki atau tiduran ke kursi depan atau kursi sebelah.
  • Gak boleh ketiduran atau terlambat keluar dari kereta. Karena shinkansen ini gak cuma jalannya yang cepat, stop di stasiunnya juga cepat sekali. Bahkan kereta sudah bergerak sebelum semua penumpang duduk! Jadi saat diinfo sebentar lagi tiba di stasiun tujuan, buru-buru bawa semua barang dan antri di pintu keluar.

Bagian dalam kereta

Apa aja fasilitas di dalam shinkansen?

  • Kursi duduk yang nyaman, head rest bisa di naik-turunin
  • Meja yang luas
  • Chargeran di kursi duduk
  • Toilet super besar dan canggih
  • Makanan dan minuman
  • Heater….untuk yang pergi winter, di dalam kereta hangat kok

Ya kira-kira begitu. Agak ribet, tapi sangat berkesan untuk anak-anak. Bagaimana gak berkesan, kereta bergerak dengan kecepatan 240 km/jam! Mulus! Saya ambil perjalanan yang hanya 1 jam waktu tempuhnya agar anak-anak masih bisa dikendalikan.

Leave a comment »

Jangan antri fass pass saat ke Tokyo Disneyland/ Disneysea : tips & trik membawa 2 anak usia 7 dan 3.6 tahun

Excited membayangkan liburan ke Tokyo Disneyland/ Disneysea dengan si kecil? Pasti lah ya…biaya tiket pesawat, hotel dan tiket masuk Disneyland kan gak murah, jelas harus dimaksimalkan. Oyaaa yang dibahas disini masih secara umum yaaa…jadi berlaku untuk kedua taman… Disneyland atau Disneysea. Hari pertama saya ke Disneyland, hari kedua ke Disneysea.

Monorail Disney yang penuh dengan atribut mickey mouse (kereta disney resort line)

Oke…flashback ke 3 bulan yang lalu saat saya mulai browsing ke website resmi tokyo disneyland, bacain review dan video di youtube…saya suka review TDRexplorer. Lalu makin excited ngeliat daftar atraksi, daftar rides, fass pass, daftar makanan, daftar parade. Wih pengen dijalanin semua. Udah bikin daftar yang mau dilakukan…cuma akhirnya eng ing eeennggggg… rencana tinggal rencana. Hahahaha gak seindah saat bawa 1 anak ke Hong Kong Disneyland/ Anaheim Disneyland. Bukan salah lokasi Disneylandnya, cuma 2 anaknya ini. Oke deh saya mulai ya sharingnya.

Tentukan tanggal pergi di hari yang relatif sepi. Jam masuk dan keluar taman juga diperhitungkan.

Hindari tanggal libur internasional, libur lokal Jepang dan weekend karena biasanya Disneyland akan padat sekali dengan pengunjung. Kunjungan saya ke Tokyo dari tanggal 18-26 Desember. Saya memilih ke Disneyland tanggal 19 yang sejauh mungkin dari natal…dan ternyata emang belum terlalu ramai.

Sesuai dengan saran dari TDRexplorer, kami masuk 2 jam setelah jam Disneyland buka, dan bubar sekitar jam 6 sore sebelum fireworks show… gak antri tuh keluar dan masuk taman. Lagipula bawa anak kecil-kecil, gak kuat juga pergi kelamaan.

Beli tiket online (jauh) sebelumnya

Begitu tiket pesawat dibeli, segera beli tiket Disneyland…karena tiket online bisa sold out juga loh. Dan kalau antri beli tiket on the spot sangat lama (buang-buang waktu).

Saya membandingkan antara traveloka dan klook. Saat itu jatuhnya lebih murah traveloka. Pengambilannya pun mudah, namun harus diambil di maihama station, baru ke Tokyo Disneyland station naik disney resort line.

Bawa stroller!

Sempet bingung bawa stroller atau gak ya?? Karena takut ribet di kereta dan di Disneyland. Jawabannya adalah BAWA BAWA BAWA! Jangan ragu lagi…karena seluruh stasiun di tokyo disney resort ada lift. Di taman rekreasi pun tersedia parkiran stroller. Jangan taruh barang berharga di stroller agar bisa ditinggalkan begitu saja di tempat parkir.

Parkiran stroller selalu tersedia di depan wahana

Semua taman Disneyland besar, jadi capek juga dijalani dengan kaki-kaki kecil. Saya pergi 2 anak dengan 1 stroller, ada juga rebutan! Karena selain gak capek, duduk di stroller + diselimutin nyaman sekali kan…namanya juga lagi winter.

Hari pertama saya hanya bawa 1 stroller, oh its a disaster! Yang kecil duduk di stroller, yang besar kecapean jalan… berhenti dulu dan minta snack ini itu. Kalau yang besar yang duduk di stroller, yang kecil kabur-kaburan atau minta gendong.

Stroller sewaan. Kursinya motif mickey mouse. Ada kartu dengan nama anak yang bisa dibawa pulang sebagai kenang-kenangan.

Hari kedua sewa 1 stroller tambahan. Hanya dengan Y 1,000 atau Rp 134.000, hidup jadi 1000x lipat lebih indah dan waktu jadi jauh lebih efisien. Syarat pengguna stroller harus tinggi badan dibawah 100 cm dan berat maksimal 15 kg. Jadi sudah pasti si kecil yang duduk di stroller sewaan.

Antri fast pass (FP)?

Jadi di Tokyo Disneyland, ada yang namanya fast pass…khusus untuk beberapa rides yang banyak peminat. Cara ambil fast pass adalah:

  1. Pelajari rides apa yang ada fasilitas fasr pass
  2. Datang ke mesin fast pass dekat dengan rides tersebut. Akan ada tulisan mengenai jam berapa pemilik tiket fast pass harus kembali untuk mengantri masuk rides.
  3. Bila jam untuk kembali sesuai dengan rencana, scan tiket masuk disneyland, lalu tiket fast pass akan keluar
  4. Silahkan jalan-jalan lalu kembali di lokasi pada jam yang ditentukan

Setiap tiket hanya bisa mengambil fast pass 1x dalam 2 jam. Jadi misalnya sudah ambil 1 tiket fast pass di jam 10, baru bisa ambil fast pass lagi jam 12.

Jadiii kalau bawa 2 anak kecil, worth it gak antri fast pass? SUPER ENGGAK! Karena harus balik ke lokasi sekitar 2 jam setelah tiket fast pass diambil. Lalu pemilik tiket FP antri juga loh…walau antrian gak sepanjang pengunjung regular.

Pilih maksimal 2 wahana dengan fasilitas FP yang paling diminat si kecil, lalu antrilah secara regular

Jadi akhirnya saya memilih 2 buah wahana FP, antri regular saja…sabar-sabar deh. Toh bawa anak kecil gak mungkin bisa naik banyak rides. Saya berhasil naik 2 wahana FP yakni Monster Inc (nunggu 40 menit dan Space Mountain nunggu 60 menit) dan 3 wahana non-FP.

Kesannya sedikit kan total 5 wahana, tapi si kecil udah senang luar biasa. Toh hiburan lain di Disneyland kan banyak…ada parade, foto dengan karakter, dan aneka makanan super unik!

Antri lotre gak?

Gak ussaaahhhh karena belum tentu saat pertunjukan berlangsung, si kecil siap untuk menonton (misalnya si kecil minta makan, mau ke WC, atau Ä·etiduran. Lagipula anak kecil kalau kebanyakan nonton show, ngantuk deh.

Antrian lotre di pagi hari

Jadi lotre itu tuh semacam coba-coba kehokian untuk mendapatkan tiket masuk ke beberapa show tertentu. Daftar show yang menyediakan fasilitas lotre dapat di cek di website resmi Tokyo Disneyland. Oya antrian buat lotre juga panjangannya amit-amit loh…jangan dikira sepi.

Apa antrian yang sepi di Tokyo Disneyland/ Disneysea?

Gak ada! Naik rides, antri foto, beli popcorn, beli makanan berat, main di arcade, bahkan untuk ke toilet aja antri. Tinggal kita bisa pinter-pinter atur waktu….makan di saat belum jam makan atau sesudah jam makan, antri foto saat sedang ada parade. Ya pinter-pinter cari waktu…kan gak seemmuuaaaaaa event harus kita lihat.

Sempet cobain FP

Di Disneysea (hari ke2) akhirnya saya sempet cobain ambil tiket FP untuk nemo and friends searider. Iseng-iseng aja….padahal antrian standart juga cuma 30 menit. Dapat giliran tidak terlalu lama (90 menit sejak ambil tiket FP).

Tuh contoh tiket fast pass. Jadi harus balik di jam yang tertera di tiket fast pass. Masih harus antri tapi gak selama tanpa fast pass. Tiket bergambar miki di bawah itu tiket Disneysea yang harus dipakai untuk mengambil tiket fastpass.

Itu untuk wahana nemo…coba untuk wahana yang laris manis banget seperti toy story mania atau indiana jones … wah jam 3 sore tiket FP juga sudah habis!

Boleh bawa makanan dan minuman

Ke dalam taman boleh bawa makanan dan minuman. Jadi kalau mau hemat, bawa makanan sendiri…karena harga makanan dan minuman disana mahal.

Saya sih gak mau repot bawa macam-macam, jadi udah siapin budget untuk beli makanan di dalam taman selama 2 hari. Dan emang sengaja beli makanan yang lagi special edition + dapat souvenirnya untuk dibawa pulang. Saya pikir daripada beli souvenir khusus di toko, mending beli souvenir yang sekalian dapat makanan hehehhe. Manalagi makanan edisi special biasanya enak-enak. Nih contoh makanan yang saya beli + beberapa ada souvenirnya.

Selamat menikmati perjalanan ke Tokyo Disneyland/ Disneysea bersama si buah hati. Yang penting jangan ambisius untuk ikut banyak wahana, nonton banyak show, atau foto dengan banyak karakter kalau ke taman cuma 1 hari. Kalau emang demen banget, mending habiskan waktu 3 hari di 1 taman.

Leave a comment »

Waspada belanja barang TAX FREE di Jepang

Mau belanja barang di Jepang? Tergiur dengan poster-poster DUTY FREE di depan toko? Harus waspada loh… kenapa?

Banyak banget toko yang majang tulisan tax free. Sangat menggiurkan.

Banyak toko di Jepang menawarkan fasilitas duty free

  • Duty free diurus langsung di toko, gak usah urus di airport
  • Mulai dari toko mainan, toko baju, toko jual alkohol, toko kosmetik, supermarket, sampai farmasi semua menawarkan duty free

Menarik kan…cuma harus diketahui bahwa semua barang yang dibeli bebas pajak (duty free) TIDAK BOLEH DIGUNAKAN DI JEPANG. Ini penting sekali. Jangan sampai beli keperluan sehari-hari seperti popok bayi, tisu, sikat gigi, makanan…ternyata gak boleh dipakai selama di Jepang. Namanya juga bebas pajak, jadi harus digunakan di luar Jepang.

Memang gak ada yang bakal meriksain, namun saat membeli barang, pelanggan diminta untuk menandatangani surat pernyataan yang menyatakan kan tersebut. Barang duty free akan dikemas langsung oleh petugas di toko, jadi tinggal masuk koper.

Adapun syarat-syarat membeli barang duty free adalah

  • Ada minimal jumlah pembelian. Cek minimal pembelian di setiap toko. Rata-rata minimal Y5,000.
  • Harus membawa passport. Jadi bawalah passport kemanapun. Jepang negara yang relatif aman kok.

Tuh semua copy struk belanja barang bebas pajak distaples di passport. Tebel deh passport.

Jangan sampai beli mainan untuk menghibur anak selama perjalanan, eh ternyata cuma boleh dibuka di Indonesia…. dan jangan lupa kalau beli barang besar dalam kardus, kardusnya harus muat dalam koper… karena kardusnya aja gak boleh dibuka di Jepang.

Jadi waspada yaaa…jangan sampai salah langkah. Barang yang dibeli bebas pajak untuk dipakai di Indonesia, yang untuk dipakai di Jepang bayar terpisah dan dikenakan pajak.

Leave a comment »

D’Ranch Puncak : tempat hiburan anak dan keluarga BARU di Puncak

Awalnya terdapat keraguan untuk mampir ke D’Ranch Puncak karena saya rada kurang puas dengan D’Ranch Bandung. Ya namanya juga cabang…pasti dibandingkan dengan pusatnya. Ternyata D’Ranch Puncak jauh lebih bersih dan lebih teratur daripada yang di Bandung.

Jadi setiap mobil dan orang yang masuk ke kawasan parkir, sudah langsung dikenakan biaya tiket. Selain untuk masuk ke dalam kawasan, tiket juga dapat digunakan sebagai voucher diskon makan di restoran atau dapat ditukar dengan susu segar di konter khusus.

Tempat ini sangat instagrammable. Banyak sekali pojok-pojok cantik bernuansa alam pedesaan, alam di jaman kerajaan Eropa, dan alam di negeri Hobbit. Hehehhe udah gak perlu dipertanyakan lagi kan kenapa tempat ini wajib didatangi. Kalau mau foto-foto, saran saya datang persis saat jam buka sekitar jam 9 pagi agar masih sepi. Saya datang jam 9 masih sepi sekali, saya pulang jam 11.30… WOW ramenya mulai kayak pasar.

Aktivitasnya juga banyak dan menarik, sayang semua harus bayar lagi. Untuk naik kuda saja, anak menggunakan topi dan luaran seperti penunggang kuda sungguhan. Untuk memanah target, anak menggunakan topi dan luaran semacam robin hood. Seru kan…dan sangat instagrammable!

Aktivitas lain yang gak kalah seru adalah memancing ikan (ada ikan mainan dan ikan beneran, harga sama), menyusui anak sapi, memanah sungguhan, naik delman, rabbit hole, dan mungkin ada aktivitas lain yang terlewat.

Saat masuk ke area D’Ranch, barang bawaan tidak diperiksa dan sepertinya tidak ada larangan untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Ada beberapa area untuk bisa duduk-duduk makan. Bahkan ada lapangan luas yang diberi nama lapangan putri malu bisa untuk piknik. Waktu saya kesana ada rombongan yang pakai untuk lomba dan piknik…namun kalau untuk rombongan, mungkin harus ada ijin khusus. Sangat disayangkan lapangan putri malu gak ada tanaman putri malunya…atau saat saya datang semua sedang menguncup.

Restoran ada beberapa. Yang besar di area pintu masuk dan menjual aneka macam makanan. Lalu ada restoran pizza di area atas di area Hobbit. Ada beberapa kios kecil yang menjual aneka kudapan manis atau jual tahu susu. Susu segar yang ditukar dengan tiket masuk, rasanya sangat segar dan enak…tidak terlalu manis. Saya suka rasa coklat dan strawberry. Yang plain bener-bener tawar dan bau susu banget. Saya gak nyobain restorannya karena udah keburu rame, jadi pindah deh ke restoran di luar D’Ranch. So far pengalaman D’Ranch Puncak sangat menyenangkan. Pasti akan kembali lagi!

Leave a comment »

Hotel review: Royal Tulip Gunung Geulis

Kali ini saya coba menginap di Royal Tulip Gunung Geulis yang juga menjadi tujuan favorit keluarga dengan anak. Berhubung anak-anak libur sekolah hari Senin, kami pergi hari Minggu, kembali ke Jakarta hari Senin….sengaja menghindari kepadatan Puncak di akhir minggu. Berikut acara kami:

Langsung aja ke review hotelnya yaaa….. dimulai dari positifnya dulu:

  • Lokasi gak terlalu jauh dari pintu keluar tol puncak, jadi gak terlalu kena macet
  • Hotelnya berarsitektur modern dan begitu lihat bangunannya langsug terasa hommie
  • Pelayanan memuaskan mulai dari resepsionis, restoran, pelayanan kamar dan kolam renang
  • Breakfast enak sekali, pilihan menu banyak
  • Ada water slide atau perosotan air untuk anak
  • Setiap weekend ada outsourcing outdoor activities seperti flying fox
  • Ada indoor playroom yang di foto keliatan besar banget, ternyata super imut hahahha ketipu deh
  • Ada kolam renang umum, khusus anak dan khusus dewasa

Indoor playroom yang ternyata super imut

Malam hari yang minim penerangan

Nah sekarang dari kekurangannya:

  • Yang paling fatal adalah kolam renangnya yang tidak terawat dengan baik. Sudut-sudut ubinnya tajam, ubin lepas-lepas dan kolam renang banyak tangga-tangga tak terlihat. Alhasil kaki luka-luka memar karena ketabrak ujung tangga atau ujung ubin. Lalu kolam renangnya butek dan kotor banyak daun kering.
  • Ruang gerak di hotel ini sangat terbatas, jadi tidak ada area outdoor dimana anak-anak bisa berkumpul bersama untuk sekedar bikin permainan jadul seru-seruan. Kami sempat bikin acara lomba bawa telur plastik di atas sendok. Bikin di selasar samping restoran saking tidak ada tempat lain….eh ditegur karena itu merupakan area umum. Padahal tamu hotel ya cuma kita…
  • Ada area voyage di deket resto, cuma kalau malam hari penerangan sangat minim. Akhirnya dengan terpaksa anak-anak bermain lari-larian disitu setelah dinner (ya karena gak ada tempat main lain). Akibat gelap-gelapan, anak-anak saling tabrakan, ada yang nangis dan ada yang lecet + memar.
  • Harga makanan disini mahal, tapi enak. Jadi untuk menikmati hotel, siapin kocek banyakan dikit deh ya. Kalau mau hebat bisa gojek juga dan makan di kamar.
  • Indoor playroom nya mengecewakan karena ternyata sangat kecil.
  • Lokasi hotel sangat terisolasi dari keramaian, 10 menit naik mobil dari jalan raya. Jadi susah kemana-mana & fasilitas hotel yang minim

Yang paling menyenangkan dari hotel ini ya cuma breakfastnya

Instagramable banget jadi lebih cocok untuk geng cewe-cewe

Yaaaaa begitulah nasib bawa anak banyak. Jadi kesimpulannya hotel ini okelah untuk 2 days getaway karena lokasinya yang relatif dekat. Cuma malam hari bener-bener bikin anak kecil mati gaya karena gak bisa menikmati hotel karena minimnya penerangan dan lokasi hotel yang terisolasi jadi kalau mau keluar harus pakai mobil.

Will I come back? Yes boleh banget…cuma siap-siap malam hari ngendon aja di kamar atau di resto bawa setumpuk mainan anak yang bisa dimainin di indoor. Semalam aja cukup. Ambil kamar suite yang dapat akses ke afternoon tea.

Sebenernya hotel ini lebih cocok untuk girls’ or mommies’ weekend getaway. Jadi yang kerjaannya duduk santai sambil catch up, lalu foto-foto cantik. Malam bisa menikmati udara bersih, pemandangan cantik di malam hari, sambil menghirup segelas wine.

Review The Ranch puncak menyusul yaaaa…

Leave a comment »

A very short trip to GUNUNG BROMO

Baca-baca mengenai perjalanan ke gunung Bromo…akhirnya saya jalani juga bersama teman-teman. Berikut info dan tips sederhana yang bisa saya bagikan.

  • Untuk mencapai gunung bromo bisa ditempuh dari Surabaya (sekitar 3 jam naik mobil) atau dari Malang (sekitar 1 jam naik mobil).
  • Apapun transportasi yang dipilih, akan ada 1 titik di kawasan bromo-tengger-semeru dimana semua alat transportasi harus parkir dan diganti dengan jip. Hal ini disebabkan medannya terlalu sulit bila tidak dijalani dengan jip. Jalanannya beraspal, namun naik-turunnya sangat curam.
  • Jip akan berhenti di salah satu dari dua titik untuk menikmati sunrise. Titik pertama yang terletak lebih rendah adalah pananjakan 2 atau bukit cinta. Kemarin kami hanya sampai pananjakan 2 karena keterbatasan waktu. Titik kedua terletak lebih tinggi dan tentunya pemandangan lebih cantik, disebut dengan pananjakan 1.
  • Setelah selesai menikmati sunrise, jip melaju ke area lainnya, yakni ke kaki gunung bromo. Dari kaki gunung bromo bisa jalan kaki/ naik kuda menuju ke puncak gunung untuk melihat kawah gunung bromo. Kemarin kami tidak menjalani ini karena keterbatasan waktu.
  • Pemandangan lain adalah pasir berbisik dimana terdapat hamparan pasir yang sangat luas dan bila dalam keadaan hening dapat terdengar suara hembusan pasir seperti sedang berbisik. Ada juga bukit teletubbies yang tidak sempat kami kunjungi.
  • Makanan : gak usah takut karena di rest area, di pananjakan dan di kawasan pasir terdapat banyak penjual makanan. Makanannya yang hangat-hangat seperti indomie rebus dan bakwan malang.
  • Toilet : banyak dan bersih. Cuma sayangnya harus membayar antara 3000-5000 rupiah/kali ke WC. Lumayan mahal kan buat yang beser.

Dari pananjakan 2 atau bukit cinta

Area warung di pananjakan 2 tempat jip parkir

Jadwal kami kemarin yang diatur oleh Royale Travel :

  • Jam 10 malam dijemput di hotel di Surabaya naik hi-ace. Sudah dengan pakaian baju hangat 1 atau 2 lapis.
  • Jam 1 pagi tiba di rest area kawasan bromo-tengger-semeru. Menunggu jip sambil meregangkan badan dan ke toilet. Makan snack yang disediakan travel agent.
  • Jam 01.30 dijemput jip kapasitas 6 orang lalu menuju pananjakan 2. Perjalanan lumayan lama loh hampir 2 jam. Padahal jipnya ngebut.
  • Jam 03.30 tiba di area pananjakan 2. Menunggu di warung indomie sambil minum tolak angin karena saya mual-mual.
  • Jam 04.30 jalan kaki dan naik tangga menuju titik untuk melihat sunset. Langit masih sangat gelap dan hitam. Mendaki harus perlahan-lahan dan banyak istirahat agak tidak terkena mountain sickness akibat perubahan tekanan oksigen yang terlalu mendadak. Di puncak pananjakan 2 ruame habis ternyata. Kalau tiba udah pas-pasan seperti tim kami, tidak perlu menyewa tikar untuk duduk-duduk.
  • Jam 05.30 sang surya yang dinanti-nanti muncul juga. Cantiknya tak terbayangkan.
  • Setelah itu kami menuju ke kaki gunung bromo dan pasir berbisik untuk berfoto, lalu kembali ke rest area, pindah ke hi ace, lalu jalan balik ke Surabaya. Di tengah jalan mampir restoran rawon nguling yang tersohor.
  • Jam 12 kami kembali ke hotel

Warung indomie

Perjalanan ini sangat singkat. Normalnya bila seluruh objek wisata didatangi, jam 4 sore baru kembali ke Surabaya.

Anak tangga yang harus didaki untuk menuju sunrise spot di pananjakan 2

Sunrisseeee

Bagaimana dengan pakaian? Di puncak gunung dingin…kemarin cuaca mencapai 5 derajat. Di pananjakan 1 bisa 0 derajat. Jadi harus berpakaian yang cukup tebal.

  • Gunakan long john atau baju hangat tipis di paling dalam (atasan dan bawahan)
  • Tambahkan 2 lapis baju di atas lalu jaket
  • Celana cuma 2 lapis (long john dan 1 celana lain)
  • Sarung tangan wajib
  • Kaos kaki tebal dan sepatu yang nyaman untuk jalan
  • Penutup kepala, telinga dan hidung (karena pasir bisa masuk ke hidung)

Sekian info dari saya. Kalau perlu travel bisa hubungi pak Kamroni di +62811370643. Pelayanan profesional, tur guidenya ramah dan bisa motretin kami dengan bagus. Bawa kamera besar jadi hasil fotonya bagus-bagus.

Leave a comment »

Little Boss Play and Eat : New Concept of Family Entertainmentin One Large Area Best in Town

Di Mal Taman Anggrek ada tempat main anak baru, namanya Little Boss. Konsepnya tempat main dan restoran. Jadi dari restorannya, orang tua bisa ngawasin anak-anaknya main. Ada batasan tinggi badan, jadi gak ada risiko anak kecil ketimpa/ kalah main sama anak yang besar.

Bisa duduk di restoran sambil ngawasin anak-anak. Di area restoran gak perlu buka sepatu.

Lorong masuk ke tempat mainnya aja seru. Ada bulatan-bulatan di lantai yang dipijak bisa mengeluarkan suara.

Akhirnya si kakak bisa sepuas hati “memainkan” shinkansen si pengantar makanan. Tentunya si kakak jadi little chef yang nyusun-nyusun makanan lalu ngirim makanan ke pelanggan. Seru banget. Mainannya juga banyak, bervariasi dan bersih. Petugas yang stand by banyak. Lalu ada aktivitas gratis untuk anak, misalnya cooking class, bubble show, dan aneka lomba lain.

Cooking class

Little boss hanya boleh untuk anak dengan tinggi badan dibawah 120 cm. Lalu diatas 1 tahun sudah bayar full. Harganya 130rb/anak termasuk 1 pendamping, untuk 3 jam. Kalau jadi member lebih murah.

Restoran bertema shinkansen

_________________________

Little Boss Play & Eat

Mall Taman Anggrek lantai 2

Website: http://littleboss.id

Leave a comment »

Makan pagi dijemput gajah : hanya di hotel Taman Safari Bali

Hal pertama yang bikin saya tertarik menginap di taman safari Bali adalah : makan pagi dijemput gajah. Emang naik gajah bisa di taman safari puncak. Cuma kan beda sensasinya kalau dijemput untuk makan pagi. Dan ternyata menginap di MARA RIVER SAFARI LODGE – hotel di taman safari Bali – jauh lebih menyenangkan daripada sekedar dijemput gajah.

Reservasinya mudah melalui website resmi. Dari websitenya bisa dipilih jenis kamar yang diinginkan dan tertulis dengan jelas fasilitas yang termasuk. Saya memilih tembo family room karena 1 unit terdiri dari 3 kamar yang sesuai dengan grup saya. Fasilitasnya banyak sekali yakni:

Rupanya hotel ini terletak di dalam kawasan taman safari. Jalan kaki dadi hotel ke taman safari hanya memakan waktu kurang dari 5 menit. Begitu masuk taman safari, kita langsung sampai di area petting zoo. Di kawasan ini, anak-anak bisa berinteraksi dengan binatang-binatang peliharaan yang jinak. Disediakan makanan untuk diberikan ke binatang dengan harga 20rb/ ikat.

Taman safari juga gak luas…bisa dijalani dalam waktu 1 hari. Keunggulan dari menginap di hotel taman safari adalah bisa keluar masuk taman safari sesuka hati. Cocok banget untuk keluarga yang suka alam dan suka binatang.

KOLAM RENANG

Ada 2 fasilitas kolam renang yang dapat digunakan: 1 dinamakan kiboko pool yang terletak di dalam area hotel & 1 lagi waterpark yang terletak di dalam taman safari. Keduanya unik dan punya ciri khas tersendiri. Berenang di kiboko pool dengan latar belakang hutan afrika dimana badak dan zebra bebas berkeliaran – dimana lagi bisa begini? Ada pool bar juga untuk santai-santai sambil menikmati minuman dingin.

Kalau waterpark harus berjalan kaki dari hotel sampai ke ujung taman safari dekat pintu masuk kebun binatang…lumayan jauh sekitar 10 menit. Waterparknya seru banget untuk anak-anak.

KAMAR

Untuk kamarnya…ternyata kamarnya cukup bersih untuk model villa dengan atap ilalang. Biasanya kan sering merangsang alergi, asma, atau gatal-gatal di kulit. Kamar-kamar di mara river dibuat model rumah panggung seperti di hutan (aman dari binatang buas). Untuk naik ke kamar perlu mendaki lumayan lelah…harus dipertimbangkan kalau mengajak orang tua yang susah sulit berjalan.

Yang disayangkan dari tembo family room ini adalah gak ada wastafel untuk cuci piring di area dapur. Padahal villa dengan kapasitas banyak orang, ya pasti banyak makan-makannya dan banyak cuci-cucinya. Akhirnya memutuskan untuk cuci piring di wastafel kamar mandi. Gak disediakan kompor, alat masak dan alat makan. Jadi buat yang berencana untuk makan di dalam vila, bawa alat makan sendiri ya. Dispenser juga gak ada, hanya disediakan 8 botol aqua dan pemanas air listrik. Disekitar hotel juga ga ada mini market. Jadi buat si peminum banyak, beli aqua dulu di mini market dalam perjalanan kesini.

MAKAN PAGI

Makan pagi di Tsavo Lion Restaurant juga sangat berkesan. Restorannya besar dikelilingi kaca dan dibalik kaca adalah kandang singa. Pagi hari anak-anak sudah dikejutkan dengan penjemputan oleh gajah di area kiboko pool, lalu ada animal encounter di depan lobi (bisa kasih makan gajah/zebra, wortelnya dapat gratis dari hotel), makan pagi dengan singa, dan di dalam restoran ada animal encounter dengan burung.

Video di atas adalah cuplikan dari fire show di area lobi mara river setiap hari jam 8 malam. Pokoknya menginap di Mara River Safari Lodge penuh kesan. Namun buat saya menginap 1 malam sudah cukup.

_________________

Mara River Safari Lodge

Leave a comment »