hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Cek darah si kecil di PRODIA CHILD LAB : mengubah duka menjadi sukacita

Siapa sih yang pengen punya anak sakit, apalagi sampai perlu di cek darah. Cuma kalau udah kejadian…mau bagaimana lagi? Untung ada PRODIA CHILD LAB…terletak di lantai 4 PRODIA TOWER, menyediakan tempat yang aman nyaman untuk anak yang akan menjalani pemeriksaan darah.

PRODIA CHILD LAB bikin si kecil merasa lebih nyaman dalam kesakitannya. Apalagi buat yang lagi “dirumahkan”… lumayan banget bisa main di playground PRODIA CHILD LAB.

Harga memang lebih mahal 5% dari Prodia biasa, namun memang dapat fasilitas ekstra. Apa aja sih fasilitas ekstranya?

  • Ruangan bersih, warna-warni yang menarik hati si kecil
  • Ada playground sederhana dengan mainan yang lumayan bervariasi
  • Sebelum ambil darah diberi salep anestesi yang didiamkan selama 10 menit

Peralatan yang digunakan berukuran kecil dengan gambar menarik, cocok untuk anak-anak

Edit

  • Ruangan pengambilan darah yang sangat bersahabat untuk anak…sofa yang nyaman dengan warna cerah, lalu ada TV untuk nonton DVD (padahal ambil darah sebentar ya)

Kursi duduk menghadap langsung ke TV

  • Selama menunggu disediakan air putih, kopi, dan teh

Kopi dan teh

Lumayan kan šŸ™‚ pelipur lara buat si kecil yang sedang sakit. Berhubung saya kesana saat hari pelanggan nasional, si kecil dapat goodie bag berisi susu dan snack.

Goodie bag dalam rangka hari pelanggan nasional

_________________________

PRODIA CHILD LAB

Prodia Tower Lantai 4 

Jalan Kramat Raya no. 150

Telp. 021-29803800 ext 3904

Jam buka: Senin- Jumat pkl. 06.30 – 20.00, Sabtu pkl. 06.30 – 15.00

Advertisements
Leave a comment »

P3K: menangani lengan patah/ terkilir pada anak

Saat bapak menggendong si kakak naik tangga, tiba-tiba si bapak merasa tertarik ke belakang seperti ada yang menahan. Tak lama kemudian si kakak menjerit dan menangis meraung tanpa henti. Kakak dibaringkan di ranjang, lengan kiri tampak terkulai lemas tidak berdaya, tidak dapat digerakkan karena sakit.

Respons pertama sebagai orang tua: PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK. Walaupun saya seorang dokter.

Berikut tips menghadapi kasus seperti ini:

  1. Tetap tenang. Tarik nafas panjang. Panggil bantuan. Saat itu suami langsung memanggil saya untuk masuk ke kamar.
  2. Tulang yang patah/ terkilir akan sangat sakit bila digerakkan. Jadi jangan coba menggerakkan tangan/ kaki yang cedera, sekalipun posisinya tidak normal/ tidak lazim (justru lebih memperbesar kemungkinan tulang patah/ geser). 
  3. Biarkan anak dalam posisi senyaman mungkin. Anjurkan anak untuk tetap tenang, jangan meronta atau menangis atau bergerak-gerak. Sampaikan bila diam saja, tidak akan muncul rasa sakit. Dengan bisikan lembut, usahakan anak tertidur…karena bila anak tenang, kita akan lebih bisa berpikir jernih langkah selanjutnya.
  4. Patah tulang/ tulang geser merupakan kasus gawat darurat sehingga harus dibawa ke rumah sakit segera. Bila sudah malam, bawa ke gawat darurat. Jadi putuskan RS tujuan. Sebaiknya di RS tersedia sarana rontgen dan ada dokter spesialis tulang/ ortopedi.
  5. Cari papan tipis yang kaku dan kain panjang untuk mempertahankan tangan pada posisinya dan untuk meminimalisasi pergerakan (ingat bahwa tangan sakit bila digerakkan). Saat itu saya menggunakan karton tebal dan 2 buah stoking. Spalk/ pembebatan harus mencakup seluruh tulang yang diduga patah. Misalnya di kasus ini yang diduga adalah sendi bahu, lengan atas, siku atau lengan bawah…nah spalk yang dipasang harus mulai dari bahu sampai pergelangan tangan.
  6. Kemasi barang untuk ke RS: pakaian ganti kancing depan, jaket (di IGD sering dingin), makanan & minuman kesukaan anak (untuk mengisi perut & sogokan saat diperiksa), mainan yang bisa dimainin dengan 1 tangan, gadget untuk pasang musik selama menunggu.
  7. Saat di RS ikuti prosedur. Bagian tersulit saat harus di foto rontgen dari berbagai posisi dan saat dokter memeriksa pergerakkan lengan. Ya kita harus pinter-pinter merayu si anak agar didapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Saat itu saya lari ke IGD RSCM Kencana. Setelah 2.5 jam, si kakak dinyatakan hanya keseleo (sprain), tidak ada patah tulang/ geser. Kakak diharuskan untuk memakai arm sling atau gendongan tangan selama 1 bulan. Arm sling bermotif untuk anak bisa dibeli melalui IG: bellcestaro atau babybee_closet.

Leave a comment »

Merayakan HUT di MONAS

Tugu Monas

Lokasi sekolah dekat dengan MONAS, membuat anak-anak ingin sekali ke MONAS. Itulah yang membuat saya terinspirasi untuk merayakan HUT anak disana. Setelah pulang sekolah, anak-anak TK A ini digiring ke Yoshinoya dekat sekolah untuk makan siang, tiup lilin, lalu berangkat ke MONAS.
Tempat parkir

Petunjuk menuju area parkir Monas. Terletak di sebrang Balai Kota.

MONAS memang luas dan banyak orang mempertanyakan dimana tempat parkirnya. Tapi jangan bingung, tempat parkir hanya 1 yang terletak di sisi Balai Kota. Ada petunjuk bertulisan “Parkir IRTI” seperti terlihat di gambar. Lahan parkir luas, bebas calo, bayar Rp 3000/ jam.
Menuju MONAS – Pasar Lenggang Jakarta

Pasar Lenggang Jakarta yang merupakan gerbang masuk ke Monas

Setelah masuk parkiran, tidak ada petunjuk harus berjalan ke arah mana. Kami juga sempat kebingungan. Rupanya ada satu area seperti pasar tempat menjual baju dan souvenir…nah berjalanlah masuk melewati aneka kios tersebut sambil bertanya arah menuju MONAS. Area pasar tersebut disebut Pasar Lenggang Jakarta.
Nah disitu Anda bisa membeli aneka souvenir MONAS, misalnya baju, gantungan baju, patung. Di kawasan tersebut juga terdapat food court yang untuk membeli makanan harus menggunakan mandiri e-money. Cukup rapih, bersih dan teratur.

Masih menuju MONAS – masuk ke halaman MONAS

Di ujung pasar terlihat pagar hijau yang membatasi pasar dengan halaman MONAS. Jalan terus melewati pagar, belok kanan…taraaaa!!! Terlihat Tugu MONAS yang menjulang tinggi. Sempatkan waktu sejenak untuk berfoto disitu.

Menunggu odong-odong. Pengunjung lain banyak yang berebut. Harus hati-hati apalagi bila membawa anak.

Ada 2 cara menuju Tugu MONAS: jalan kaki atau naik odong-odong (semacam kereta api kecil). Odong-odong khusus untuk pengunjung yang mau masuk ke dalam gedung MONAS, disediakan secara cuma-cuma. Ada 2 kereta dengan kapasitas cukup besar sehingga menunggu tidak terlalu lama.
Menuju MONAS – pintu gerbang ke dalam Tugu MONAS

Odong-odong akan berhenti persis di depan pintu gerbang ke dalam Tugu Monas. Tujuan gak sampai-sampai nih…jauh juga ternyata. Rombongan duduk santai di depan gerbang sambil berfoto asik dengan Tugu MONAS.

Dari sini harus turun tangga untuk membeli tiket, baru masuk ke dalam terowongan bawah tanah

Setelah puas berfoto, kami turun tangga masuk ke basement. Tiba di basement, disambut loker untuk membeli tiket. Tiket berupa kartu JAKCARD. Beli tiket rombongan minimal 30 orang (dewasa dan anak) jauh lebih murah, 1 rombongan hanya perlu 1 buah kartu.
Menuju MONAS – terowongan panjang

Terowongan panjang

Sekarang saatnya menyusuri terowongan panjang yang tidak kunjung berakhir. Lumayan adem di dalam terowongan dan lalu lintasnya sepi, jadi cukup nyaman. Sampai di akhir terowongan, kita harus menunjukkan tiket, baru boleh naik tangga keluar. Sampai keluar….tadaaaa!!!! Sampailah kita di halaman dalam MONAS. Perjalanan belum berakhir disini…kan mau ke puncak MONAS.
Menuju puncak MONAS – masuk ke area diorama

Ikuti jalur yang tersedia (dibatasi pagar aluminium)…turun tangga masuk ke dalam basement MONAS. Di basement terdapat diorama jaman perjuangan. Namun kunjungan kali ini kami tidak melihat diorama karena tujuan utama ke puncak MONAS dan anak usia 5 tahun masih kurang paham. 
Menuju puncak MONAS – antri lift

Antrian menuju lift

Kami mencari tangga naik ke arah lift. Naik tangga lagi…sampailah ke pelataran MONAS…langsung disambut antrian menuju ke lift. Saat kami datang, antrian tidak terlalu panjang, hanya memakan waktu hampir 1 jam. Harap maklum, pengunjung MONAS 1400-1600 orang/ hari sedangkan kapasitas lift hanya 13 orang dan hanya ada 1 lift.
Karena rombongan, kami cukup menggunakan 1 buah JAKCARD untuk masuk ke dalam lift. Kalau perorangan, setiap orang harus memindai kartu masing-masing. Lumayan mempercepat proses.

Tiba di puncak MONAS

Yes akhirnya tiba juga! Di atas anginnya sangat kencang, mata sampai sulit dibuka karena terkena hembusan angin. Anak-anak yang sudah mulai rewel akibat antri lama pun menjadi semangat kembali. Berlomba-lomba mengintip melalui teropong walaupun kurang tinggi. Tidak berlama-lama di atas, kami bikin foto lalu turun.

Suasana di Puncak Monas. Angin berhembus kencang.

Antrian turun tidak panjang. Turunnya pun di cawan MONAS, bukan di tempat antri lift. Sampai di cawan MONAS, kami berfoto 1x lagi, lalu turun tangga sampai ke tempat antri lift.

Berfoto di Cawan Monas

Perjalanan keluar dari MONAS
Bila mau langsung keluar tanpa melalui area diorama, tanyakan pintu keluar pada petugas. Jadi bisa langsung keluar ke halaman dalam MONAS tanpa harus naik-turun tangga ke area diorama.

Dari situ, ikutin jalur saat masuk tadi: telusuri terowongan, lalu naik odong-odong sampai ke pasar, kembali ke parkiran.

Kami membeli minum di food court. Khusus minuman bisa langsung dibeli tunai tanpa mandiri e-money. Anda gak akan menemukan minuman dijual di warung karena semua sudah disentralisasi di food court.

Berfoto dengan seniman kaki lima yang bisa duduk di udara

Setelah itu anak-anak berfoto dengan seniman kaki lima. Seniman berseragam tentara, yang bisa duduk tanpa alas duduk (melayang). Anak-anak bisa menggunakan atribut yang disediakan. Tentunya setelah berfoto, berikan uang jasa ala kadarnya. Anak-anak sangat senang.

Tips & trik tamasya ke MONAS membawa anak-anak 

  • Usahakan anak dalam keadaan sehat, tidak mengantuk dan kenyang
  • Tidak disarankan membawa stoller karena naik-turun tangga banyak sekali dan lift pun sangat sempit
  • Bawa jaket untuk di puncak MONAS
  • Bawa minuman dan snack secukupnya karena makan/minum tidak dilarang dan antri cukup lama
  • Bawa kipas disarankan karena panas saat antri
  • Gunakan sepatu yang nyaman karena perjalanan panjang
  • Pastikan jumlah orang dewasa cukup untuk mengawasi anak karena pengunjung cukup padat dan rentan terpisah
Leave a comment »

Kaos dalam model jumper

image

Sering terpikir mau pakein tshirt ke anak tapi males ketarik-tarik dan perutnya kemana-mana? Kaos dalam model jumper solusinya. Saya senang sekali ketemu produk ini di IG @bee_bietashop jadi si kecil bisa bebas gigitin tshirt tanpa takut masuk angin (kayak di gambar) hehehe. Juga mamanya gak repot rapihin baju terus-terusan supaya gak tersingkap. Bahannya lembut dan nyaman di kulit. Waktu anak pertama, saya belum tau ada kaos dalam model jumper, jadinya paling anti sama baju 2 pieces. Harga bersahabat Rp 100.000 untuk 6 buah kaos. Tersedia ukuran 6 bulan – 4 tahun.

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Leave a comment »

Hong Kong hari pertama: The Peak

Akhirnya saya baru kembali aktif menulis saat kembali ke Jakarta. Bersyukur bisa kembali ke tanah air dalam keadaan utuh…mengingat perjalanan kami hanya beberapa hari pasca hilangnya pesawat Air Asia rute Jakarta-Singapura. Pray for the victim and families.

Tiga kata untuk mendeskripsikan Hong Kong adalah: PADAT, CEPAT, GALAK. Yah….saya rasa tiga kata itulah yang paling tepat. Hahaha….kita mulai saja ceritanya.

Kami tiba di Hong Kong pukul 5 pagi. Cathay Pacific sangat tepat waktu, bahkan tiba lebih cepat dari perkiraan, namun memang pelayanan tidak sebagus maskapai penerbangan Asia lain. Setelah melewati imigrasi, kami membeli SIM card di 7-eleven, lalu duduk manis di Crystal Jade untuk menikmati santap pagi sekaligus mengaktifkan SIM card. Kami memilih Crystal Jade karena tidak perlu antri seperti di restoran siap saji yang ada di airport…rasanya perut sudah tidak dapat diajak kompromi karena semalam hanya mendapat sepotong roti isi dan muffin.

Setelah perut kenyang dan memastikan seluruh telpon sudah aktif, kami melangkah menuju tempat taksi. Memang benar terdapat beberapa warna taksi sesuai dengan area jangkauan, tapi tidak perlu bingung karena ada petugas yang akan memberi tahu jalur antrian yang sesuai dengan tempat tujuan.

Tips: karena kendala bahasa, sebaiknya nama dan alamat lengkap hotel yang dituju diperlihatkan ke supir taksi secara tertulis. Karena cukup sering terjadi miskomunikasi walau kedua belah pihak sama-sama menggunakan bahasa Inggris.

wpid-photogrid_1420544720883.jpg

Taksi pun melaju menuju Best Western Causeway Bay yang terletak di pusat kota. TIm kami terdiri atas 5 dewasa, 1 anak, 4 koper besar, dan 2 koper kecil…membutuhkan 2 buah taksi dengan total biaya sekitar 700 HKD. Dihitung-hitung jauh lebih murah daripada menggunakan airport express dari airport ke stasiun Central @HKD 100, ditambah biaya tambahan menuju stasiun Causeway Bay, belum lagi biaya lelah membawa koper dan biaya bingung mencari hotel yang letaknya tersembunyi. Namun jangan kaget kalau taksi di Hong Kong melaju dengan sangat cepat, malah cenderung ugal-ugalan dan mengerikan.

Kamar baru tersedia di atas jam 2 siang…kami memutuskan untuk mendatangi tempat tujuan wisata yang paling terkenal di Hong Kong, yakni The Peak (http://www.thepeak.com.hk/). Kami membeli octopus card di stasiun MTR terdekat yang terletak di bawah Times Square mall, yakni stasiun Causeway Bay. Octopus card untuk anak berusia 3-12 tahun berwarna merah muda. Kereta berhenti di stasiun Central, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menujuĀ The Peak Tram Station.

Tips: sebaiknya gunakan sepatu yang sangat nyaman untuk jalan kaki karena di Hong Kong akan sangat banyak jalan. Bahkan jarak antara MTR di bawah tanah sangat jauh, berpuluh-puluh kali lipat lebih jauh daripada MRT di Singapura.

wpid-photogrid_1420545367710.jpg

Kami tiba diĀ The Peak Tram Station pukul 10.30 siang, sudah terlihat antrian panjang. Tapi namanya juga Hong Kong…sepanjang-panjangnya antri, bergeraknya cepat juga hahaha…memang disana serba cepat. Yang harus diwaspadai adalah…mereka memasang tarif harga paket di sepanjang jalur antrian yang terdiri atas tiket tram, tiket naik ke puncak tertinggi yang disebut denganĀ The Sky, dan atau untuk masuk ke dalam museum Madame Tussaud dengan harga tinggi. Mereka tidak memasang harga TIKET TRAM SAJA yang hanya HKD 40 untuk dewasa dan HKD 18 untuk anak. Ada juga petugas yang sangat ramah mengajak ngobrol saat pengunjung sedang antri, ternyata menawarkan foto instan yang tentunya harus bayar ekstra.

Ternyata jalur yang dilalui tram tersebut sangat curam dan cukup panjang, sehingga merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi saat perjalanan pulang, tram berjalan mundur…cukup deg-degan juga. Di puncak kita bisa menikmati pemandangan yang istimewa, makan, dan tentunya belanja. Bila berminat bisa masuk ke dalam museum lilin Madame Tussaud. Saya tidak masuk ke dalam museum lilin karena si kecil belum mengerti. Saat kami kembali ke bawah, wah antrian tram lebih panjang lagi! Rupanya jam 10.30 cukup ideal untuk menuju ke the Peak karena antrian belum terlalu panjang. Saat kami makan siang jam 11, restoran masih sepi…tidak lama kemudian sudah terjadi antrian untuk masuk ke dalam restoran.

PhotoGrid_1420529614099

Tips: the Peak terletak di ketinggian 396 meter atau 1300 kaki di atas permukaan laut sehingga sangat dingin. Belum lagi ditambah dengan angin. Kenakan pakaian yang cukup hangat, apalagi bila berkunjung di sore atau malam hari.

Kembali ke hotel, saatnya beristirahat. Malam hari kami habiskan dengan berjalan di pusat keramaian Causeway Bay, mencicipi beberapa makanan khas seperti egg pancake, fish ball, dan aneka cemilai berbau mangga khas kedai dessert Hui Lau Shian. Pusat keramaian ini sungguh sangatlah ramai dan padat…kerumunan manusia berjalan dengan sangat cepat. Sebagai turis sudah harus tau arah tujuan (bisa lihat di peta yang dapat diambil di airport) atau akhirnya akan mengikuti arus saja.

wpid-photogrid_1420548508432.jpg

Hong Kong dan stroller

Saya setuju dengan ulasan di berbagai media sosial bahwa Hong Kong sangat tidak bersahabat dengan stroller. Banyak stasiun MTR yang masih menggunakan tangga, walaupun ada tangga jalan, namun sangat amat padat sehingga akan sangat merepotkan. Jalanan pun sangat padat dengan manusia, sehingga stroller sulit lewat.

Apalagi kalau si kecil sedang dilepas dari stroller, kemudian ia lari menjauh dari kita. Awww!!!! Risiko si kecil hilang sangat besar!! Belum lagi bila kita harus mengejar si kecil sambil mendorong stroller. Akhirnya saya hanya membawa adjustable wrist link yang dibeli di Mothercare Jakarta demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kalau lelah berjalan atau menggendong di kecil, beristirahatlah sejenak sambil menikmati udara segar dan secangkir teh hangat.

PhotoGrid_1420095299485

Dengan demikian berakhirlah hari pertama yang padat dan melelahkan di Hong Kong. Kasur spring bed kecil di kamar yang hanya berukuran 6 x 4 langkah kaki orang dewasa pun terasa sangat nyaman. Oya….kamar hotel di Hong Kong memang terkenal sangat kecil. Bahkan untuk membuka 2 koper ukuran sedang sekaligus pun sulit.

Leave a comment »

Baju renang ber-pelampung

image

Akhirnya si kecil mau memakai baju renang ber-pelampung (flotation swimsuit)… Memang benar si kecil langsung mengambang di air, namun rupanya pengalaman mengambang sendiri tanpa ban berenang masih mengerikan…ia malah memilih untuk sibuk sendiri di pinggir kolam dimana ia bisa duduk dan bermain kapal-kapalan. Memang harus dibiasakan. Setidak-tidaknya kalau sampai karena satu dan lain hal ia terjatuh ke dalam kolam, masih relatif lebih aman.

Perhatian:
– Kemampuan pelampung membuat anak mengambang tergantung dari motorik dan situasi anak. Bila anak panik atau berada dalam posisi yang menyulitkan (misalnya terlentang) dan tidak tahu cara membalikan badan, anak bisa berada dalam bahaya.

– Dianjurkan untuk tetap berada si sekitar anak walaupun ia sudah mengenakan pelampung dalam bentuk apapun.

– Pernah dilaporkan anak kecil yang loncat ke kolam dengan pakaian biasa padahal belum bisa berenang. Disinyalir bahwa si anak tidak paham bahwa selama ini ia bisa mengambang karena pelampung di baru berenangnya.

– Selalu awasi anak bila berada di sekitar kolam berenang.

Leave a comment »

Balita belajar berenang

Kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan anak berenang?

Pasti pertanyaan ini pernah terlintas di benak Bunda. Maklumlah hampir sebagian besar anak kecil senang sekali dengan air, sehingga patut waspada bila anak kecil berada di dekat kolam renang atau kolam lain. Terdapat berbagai macam teori mengenai cara mengenalkan balita dengan air. Ada yang bilang bahwa dibawah usia 9 bulan, bayi akan otomatis langsung menutup hidup dan mulut saat masuk ke dalam air. Ini adalah refleks sisa saat bayi di dalam kandungan. Namun saya tidak mempelajari lebih lanjut tentang hal ini.

Ada video yang cukup membuat saya henti nafas mengenai balita berenang.

Hehehe…memdebarkan bukan? Melihat video ini, saya jadi semakin semangat mencari metode perlindungan bayi dari tercebur ke kolam renang. Maklumlah anak saya ini hobi banget main air.

Saya sempat membeli baju renang berpelampung, namun si kecil menolak. Lagipula pernah ada kejadian seorang anak yang terbiasa berenang menggunakan baju berpelampung, mendadak nyebur ke kolam renang dengan baju biasa dan hampir tenggelam. Ternyata si anak tidak menyadari bahwa ia mengapung karena baju berpelampung yang ia gunakan. Nah loh…bahaya juga kan?

Menutup area kolam renang dengan pagar juga tidak efektif mengingat kecerdasan si kecil yang semakin meningkat. Ia bisa mencari celah untuk masuk atau mengambil dingklik untuk meloncati pagar.

Mau gak mau, si kecil harus diajarkan benerang… Dimulailah perjalanan mencari kursus berenang untuk balita. Setelah mencari kesana kemari, pilihan jatuh pada Rockstar Gym di Kota Kasablanka. Untuk anak berusia 2 tahun, berenang masih ditemani oleh pendamping. Metodenya unik karena mengenalkan anak dengan air selangkah demi selangkah, serta menggunakan nyanyian dan mainan untuk meningkatkan minat si kecil.

If you’re happy and you know it, kick your leg…
Menemani si kecil menendang gak karuan ke segala arah

Rain rain go away, come again another day…
Anak-anak berkeliling membentuk lingkaran
Pelatih berdiri di tengah dan menyiram air ke wajah si kecil
Bila si kecil menutup mata, airnya bisa belajar menyelam

Twinkle twinkle little star…
Posisi terlentang sambil bersandar di pundak Bunda
Bersantai asik sambil memandang langit
https://www.youtube.com/watch?v=7PgFiRdx7eA&feature=youtube_gdata_player

Row row row your boat…
Menemani di kecil berenang posisi tengkurap sambil sesekali menyelam

Satu sesi 20-30 menit dan setelah itu bisa bebas bermain di taman airnya. Menyenangkan sekali. Namun kekurangannya adalah Rockstar Gym tidak menyediakan fasilitas handuk, sabun, dan sampo. Air mandinya pun sangat dingin dan kamar mandinya full AC. Saya tidak sarankan untuk belajar berenang bila cuaca sedang dingin atau si kecil sedang kurang enak badan.

Rockstar Gym
Website: http://www.rockstar-gym.com/

Leave a comment »

Recaro car seat

Apakah anda tergila-gila pada car seat merk RECARO? Namun bingung dimana mencarinya? Err….mengingat ini adalah merk pembuat kursi mobil balap terkenal asli Jerman, rasanya yang bisa tergila-gila itu suami deh. Anw memang di katalog Mothercare ada, namun ternyata barangnya tidak tersedia di butik. Maklumlah katalog itu sifatnya internasional, jadi tidak semua yang ada di dalamnya tersedia di butik.

(suami) saya sempat mencari car seat ini, mulai dari mothercare sampai ke ITC, namun tidak menemukan. Akhirnya kami menemukan car seat ini di Takashimaya Baby Fair, Singapura dengan harga yang masih terjangkau (sudah berprasangka bahwa harga akan selangit). Berhubung kami sudah punya car seat untuk si kecil yang beranjak 2 tahun, kami menyimpan data penjual untuk membeli car seat Recaro di kemudian hari.

Bila anda berminat, kunjungi toko Mums & Babes di Singapura yang dapat ditemukan di

  • 501 Orchard Road #03-12/13 Wheelock Place, (S) 238880
  • 101 Thomson Road, #01-89, United Square, (S) 307591
  • 81 Toh Guan Rd East #03-01 Secom Centre (s) 608606

Atau kunjungi website mereka di http://www.mumsandbabes.com.sg

Selain Recaro, mereka jual menjual berbagai merk ternama dari Amerika dan Eropa misalnya: peralatan menyusui Medela, furniture bayi Bloom, diaper bag Okiedog, totseat travel high chair.

Leave a comment »

Tali kekang untuk si kecil??

IMG00074-20110402-1016 IMG-20130504-00964

Apa yang ada di pikiran Anda saat melihat kedua gambar ini?

Saya jadi melamun mengingat beberapa tahun yang lalu saat saya hamil muda. Saya melihat anak kecil dipasangin tali kekang oleh ibunya di Plaza Senayan. Pikiran spontan saya adalah “Amit-amit deh gw gak bakal gituin anak gw” *sambil inget anjing Pom di rumah*

Saat di kecil beranjak besar…saya melihat kemampuan motorik dia yang luar biasa. Si kecil mulai berjalan tertatih-tatih saat menginjak usia 9 bulan dan mulai berlari sebelum ulang tahun pertamanya. Kelincahan anak ini membuat yang menjaga kebat-kebit, apalagi opa-omanya…senewen! Puncaknya adalah saat si kecil berlari keluar dari restoran di Bali, lari secepat kilat sampai ke pinggir jalan raya dan membuat bule-bule disana sibuk mengejar dia. Padalah saat itu kami pergi 7 dewasa + 1 anak kecil… Jadilah saya terpikir untuk membeli tas punggung dengan tali kekang.

Berjalan dengan penuh percaya diri

Berjalan dengan penuh percaya diri

Ekspresi puas karena bikin panik seluruh pengunjung restoran

Ekspresi puas karena bikin panik seluruh pengunjung restoran

Hari ini adalah hari pertama tas punggung BRICA by-my-side safety harness backpack digunakan dan ternyata sangat nyaman.

  • Si kecil bebas berlari kesana-kemari dalam radius 1-2 meter
  • Si kecil berada dalam batas aman yang mudah dijangkau
  • Secara psikis orang tua dan opa-omanya merasa jauh lebih tenang
  • Bebas encok karena bisa ‘megangin’ si kecil tanpa membungkuk
  • Bentuknya tas punggung sehingga si kecil memakainya dengan bangga (apalagi dipenuhi dengan cemilan favoritnya)
Larinya makin kencang

Larinya makin kencang

Si kecil nyaman aja tuh…malah larinya makin kencang. Biasanya kalau lari sudah secepat kilat, akan segera dikejar dan digendong…ini dibiarkan saja. Terlihat kan dari fotonya yang buram… Walau tamu lain di hotel itu memandang dengan 1001 ekspresi, tapi terserah apa kata orang…semua orang bebas berpendapat, yang penting kita tau apa yang kita butuhkan dan gunakan tali kekang ini dengan bijaksana dan seperlunya.

Pemakaian tali kekang ini identik dengan hewan peliharaan berkaki empat karena memang merekalah yang banyak menggunakan. Namun coba pikirkan lagi…mengapa mereka sampai memerlukan tali kekang? Kalau ditanya ke para majikan, pasti jawabannya seputar ‘Supaya gak hilang’ atau ‘Supaya gak ketabrak mobil’ atau ‘Supaya terkendali’. Nah…kalau hewan aja segitu berharga, apalagi anak kita sendiri?

“Si kecil aman, Bunda nyaman”

 

 

 

Cek website http://www.birdsandbeesbaby.com untuk melihat Goldbug Harness Buddy Fun Backpack. Tersedia berbagai macam karakter lucu untuk menemani si kecil berlari-larian…monyet, dalmatian, macan, koala, jerapah, panda…hanya seharga Rp 299.000.

2 Comments »

Tidur nyaman dan aman di dalam kantong

18 bulan

Usia 18 bulan

Hai Bunda! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai penggunaan kantong tifur atau sleeping bag untuk si kecil. Awalnya saya mengetahui produk ini dari katalog Mothercare Indonesia. Bentuknya yang unik membuat saya bertanya-tanya mengenai fungsi dari benda ini. Dari hasil berburu informasi seputar sleeping bag, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakannya.

Ternyata sekarang saya merasakan manfaatnya…yaitu:

  • Menjaga si kecil tetap hangat. Tidak ada lagi cerita selimut ketendang sehingga si kecil kedinginan. Dalam hal ini sleeping bag dapat dianalogikan dengan bedong saat si kecil baru lahir.
  • Mencegah sesak nafas akibat jeratan selimut. Memang terdengar mengerikan, namun hal ini sering sendiri. Si kecilku beberapa kali tampak megap-megap karena terjerat selimut/kain apapun saat sedang bermain.
Usia 10 bulan

Usia 10 bulan

  • Mencegah si kecil memanjat dan terjatuh dari ranjang. Kedua kaki si kecil terlindung secara aman dan nyaman di dalam kantong sehingga mencegah peristiwa Humpty Dumpty terjadi (lagi)… Pengalaman si kecil jatuh dari ranjang itu cukup traumatis dan tak terlupakan loh…
  • Menciptakan rutinitas menjelang tidur. Dikatakan bahwa rutinitas berperan penting dalam pendidikan si kecil, termasuk rutinitas menjelang tidur. Setelah lebih dari satu tahun memakai sleeping bag, si kecil sudah paham bahwa memakai sleeping bag = waktunya tidur. Kalau sudah mengantuk, si kecil akan menunjuk dan meminta masuk kedalam kantong kecilnya.
Usia 3 bulan

Usia 3 bulan

Saya menggunakan 2 merk sleeping bag, yakni Grobag dan Mothercare. Satu tahun yang lalu kedua produk ini dapat dibeli di counter Mothercare Indonesia, namun saat ini tidak…mungkin karena peminat di Indonesia belum terlalu banyak. Kedua produk ini dapat dibeli diĀ Mothercare Singapura (bisa tax return pula!). Kedua merk ini menyediakan rentang ukuran 0-6 bulan, 6-12 bulan, dst. Khusus untukĀ Grobag, tersedia pilihan ketebalan bahan yang dinyatakan dengan istilah tog, semakin tinggi tog artinya semakin tebal. Saya menggunakan 0,5 tog yang paling tipis. Untuk kelembutan bahan,Ā Mothercare lebih unggul, namun dengan harga yang lebih tinggi. Paling ekonomis kalau membeliĀ di Singapura saat musim diskon, lalu ambil kembali pajaknya! Harga berkisar antara Rp 200.000 – Rp 400.000 tergantung dari merk, motif, dan ketebalan.

Terdapat beberapa merk sleeping bag yang dijual secara online di Indonesia dengan harga miring…saya rasa layak untuk dicoba.

Leave a comment »