hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Pink and green birthday celebration

image

Menghadiri pesta ulang tahun anak kembar laki-laki dan perempuan, penuh dengan inspirasi. Pesta di rumah, sederhana namun manis dan seru. Untuk orang tua seru karena jenis makanan yang bermacam-macam dan unik. Sebut saja pasta saus bolognase/krim, sate ayam, siomay, tahu telur, macaroni panggang, ayam kodok, bakso, es teler, sampai makanan yang unik seperti puding marie regal karamel, puding berbentuk mobil, dan mie goreng dengan hiasan bebek dari perkedel. Sebagian besar masakan buatan sendiri atau pesan khusus dari berbagai tempat. Inilah keuntungan dari pesta di rumah, bisa mengumpulkan berbagai macam makanan favorit.

Untuk anak seru karena disediakan 1 kamar berisi aneka mainan, 1 kolam pancing, dan berbagai permainan yang seru.

Pass the  puzzle. Anak-anak duduk di lantai membentuk lingkaran, ada satu buah kado besar yang dioper seiring dengan lagu. Bila lagu berhenti, anak yang memegang kado tersebut membuka 1 lapis kertas pembungkus dan mengambil kado yang terdapat di dalamnya. Kemudian kado dioper lagi dan seterusnya sampai kado terakhir.

Memukul pinata. Saat ini pinata memang sedang populer. Ada 2 macam pinata, yakni bentuk istana Cinderella dan mobil Cars. Maklum itu adalah kegemaran masing-masing anak. Isi dari pinata juga sangat bervariasi, sehingga anak-anak rebutan memilih permen/coklat yang ia gemari. Anakku sibuk mengumpulkan permen yupi dan mentos. Tak lupa tuan rumah menyediakan kantong plastik untuk membawa pulang permen.

Pin the tail on the donkey. Permainan klasik di negeri Barat. Foto Eeyore dalam Winnie the Pooh ditempel di dinding, dalam kondisi tanpa buntut. Memang tokoh ini diceritakan sering mencari buntutnya yang hilang. Kemudian disediakan beberapa buah buntut untuk ditempel oleh anak. Sebelum menempel, anak tersebut ditutup matanya, diputar-putar agar kehilangan arah, lalu dipersilahkan maju untuk menempelkan buntut. Pemenangnya adalah yang menempelkan terdekat dari lokasi buntut yang semestinya.

image

Yang unik dari acara ini adalah pembagian sisi pojok dessert dan meja makan mini yang mewakili sisi anak perempuan dan laki-laki. Meja dessert terbagi atas 2 sisi, sisi kiri berisi cupcake merah, cheese cake biasa, dan label nama anak perempuan. Sedang sisi kanan berisi cupcake hitam, cheese cake coklat, dan label nama anak laki-laki. Meja makan mini pun dibagi menjadi 2 sisi, sisi pink dengan dekorasi princess mewakili perempuan, sisi hijau dengan aneka truk dan mobil mewakili sisi laki-laki. Ada 2 macam kue tart buatan sendiri, tema Hello Kitty dan Cars.

Advertisements
2 Comments »

Memanfaatkan makanan sisa: nasi goreng sup sosis

image

Sakit kepala melihat kulkas penuh dengan makanan sisa (left overs)? Apalagi bila menu tersebut sudah diberikan beberapa kali ke si kecil. Jangan lupa bahwa variasi makanan meningkatkan nafsu makan si kecil. Coba kombinasikan makanan dengan makanan, dimasak dengan nasi, atau telur.

Hari ini saya mengkombinasikan nasi putih, telur, dan sup sosis. Sangrai bawang putih dengan mentega. Masukan telur yang sudah dikocok, diamkan sampai agak memadat, lalu masukkan nasi putih, aduk rata. Tambahkan isi dari sup sosis (sisihkan kuah), lalu aduk rata. Icip, lalu tambahkan bumbu seperlunya. Perlu diingat bahwa sup sudah kaya dengan rasa, jadi jangan langsung menambahkan bumbu. Sajikan nasi di piring, kuah bisa dihangatkan dan disajikan menjadi teman makan nasi.

Selamat mencoba!

Leave a comment »

Baby cubes multifungsi

image

Baby cubes ini sangat berguna sejak dari si kecil mulai makan makanan padat, sampai masa kanak-kanak.

Membekukan makanan padat pertama

Fungsi utama baby cubes ini adalah untuk membekukan makanan padat pertama untuk si kecil. Sangat praktis, terutama untuk Bunda yang tidak sempat menyiapkan makanan segar setiap saat. Bekukan beberapa jenis makanan sekaligus, nanti saat mencairkan bisa dipilih 2 atau 3 jenis lauk untuk satu kali makan. Misalnya bekukan kentang, wortel, kacang polong, dan daging ayam yang dihaluskan. Saat memberikan makan, pilih wortel dan ayam, selanjunya ayam dan kentang, dsb. Bisa juga digunakan untuk makanan manis seperti buah, maupun kaldu daging dan sari tomat. Untuk menjaga kesegaran, usahakan agar makanan beku habis dalam 1 minggu. Jangan lupa beri tanggal penyimpanan pada kotak.

Biasanya makanan dibekukan dalam kondisi matang dan tanpa bumbu. Makanan direbus atau dikukus, kemudian dihaluskan atau dicincang kasar sesuai dengan kemampuan mengunyah si kecil. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua lauk dapat dibekukan. Panduan memilih makanan yang dapat dibekukan atau tidak dapat dilihat di website http://www.wholesomebabyfood.com.

Cara melelehkan makanan beku sangat mudah. Bisa didiamkan di suhu ruangan, rendam dalam air hangat, panaskan di microwave atau di panci. Bisa tambahkan bumbu/saos sangat pengenceran. Saya sendiri baru menambahkan bumbu seperti garam dan gula saat si kecil berusia 1 tahun.

Sebenarnya fungsi baby cubes dapat diganti dengan wadah pencetak es batu biasa. Baby cubes lebih unggul karena memiliki tutup sehingga kebersihan lebih terjamin. Saya sempat menggunakan cetakan es batu, yang ditutup dengan plastik atau aluminium foil saat membekukan. Untuk menghemat cetakan, makanan yang sudah beku dapat dilepas dari cetakan dan disimpan di dalam kotak makan atau plastik ziploc.

Mencetak pudding

image

Fungsi ini baru saya terapkan saat di kecil mulai hobi makan pudding/jeli. Berangkat dari kesulitan saya menyimpan puding berbentuk kura-kura yang tidak bertutup. Kalau disimpan dengan cetakannya akan sangat boros tempat, namun bila dilepas dari cetakan akan mudah mencair. Akhirnya saya memanfaatkan baby cubes untuk menyimpan puding dan ternyata sangat praktis. Satu kotak menampung 60-70 cc pudding, sesuai dengan porsi satu kali makan.

Menakar nasi

image

Saya mendapat ide ini saat berkunjung ke tempat teman saya. Nasi matang ditakar sebagai patokan si kecil makan cukup/ lebih banyak/ lebih sedikit dari biasanya. Ide yang menarik. Selain itu di kecil akan lebih berminat karena melihat nasi yang tersusun tinggi seperti nasi tumpeng.

Membeli baby cubes

Bermacam-macam merk tersedia di pasaran, namun merk ini terkenal sekali karena mengambil nama “baby cubes” itu sendiri. Dapat ditemukan di toko perlengkapan bayi di departemen store besar, ITC, maupun online shop. Mungkin agak susah mencari baby cubes di Jakarta karena belum terlalu terkenal, namun sangat mudah dicari di Australia atau Amerika.

Leave a comment »

Menunaikan tugas utamaku sebagai ibu

TET TET TET TET!!! Bunyi alarm di pagi hari
Waktu menunjukkan pukul 6.30
Terlalu telat untuk berangkat kerja pastinya
Yak! Memang hari ini cuti istimewa
Rencana menghabiskan waktu bersama si kecil

Roti bentuk piring terbang dan yogurt strawberi untuk makan pagi
Nasi goreng masakan sendiri masuk dalam termos
Mandi, keramas, ngeblow, oles sedikit gincu
Siap memulai hari ini

image

Si kecil yang sudah 2x menolak masuk sekolah
Hari ini mau masuk kelas tapi dengan syarat duduk di pangkuan mami
Setelah 15 menit, kakak pengajar meminta mami menunggu di luar
Dengan senang hati
Hebat memang dedikasi guru-guru ini
Tangisan manja terdengar singkat
Diganti dengan keseruan mewarnai

Waktu makan siang tiba
Si kecil lomba makan nasi ayam goreng bersama temannya
Wih…habis loh! Luar biasa
Pamit dari teman dan kakak pengajar
Mari lanjut ke keseruan berikutnya

Dalam perjalanan ke Ancol
Ajarkan cara memakan jeli dengan rapi
Buka sebagian tutup-hisap airnya-lepas seluruh tutup-pencet bagian bawah jeli
Teringat saat saya kecil, ibu mengajarkan cara makan es krim cone dengan rapi
Hal kecil namun penting

image

Sampai di ocean dream samudra
Menikmati pentas aneka satwa, singa laut, dan underwater show
Usia 2 tahun ternyata sudah dapat menikmati show dengan seru
Ikut teriak dan tepuk tangan
Namun memang tidak bisa terlalu lama
Maklumlah si kecil kecapean
Sesampai di mobil, si kecil langsung tak berdaya dan tertidur pulas ditemani lumba-lumba

image

Hari ini anakku belajar menyebut lumba-lumba dan dolphin
Serta belajar memakan jeli

Hari yang melelahkan namun menyenangkan
Selamat tidur anakku sayang
Saat membuka mata, pasti kau telah menjadi anak yang lebih pandai

Leave a comment »

“Memaksa” si kecil bicara

Si kecil sudah berusia 2 tahun, namun masih belum bisa bicara??

Hal ini terjadi pada anak saya. Lumayan panik pada awalnya. Namun merasa lebih tenang karena melihat bahwa si kecil sangat paham omongan orang dewasa, bisa menuruti perintah, dan dapat menunjuk objek dengan tepat.

Berpikir, mencari informasi, konsultasi mengapa anak terlambat bicara dan bagaimana cara mengatasinya… Berikut beberapa tips yang sukses diterapkan pada anak saya:

Kebingungan bahasa
Ada yang mengatakan bahwa daya tangkap anak-anak terhadap bahasa sangat tinggi, sehingga mampu menangkap beberapa bahasa sekaligus. Namun ada juga yang mengatakan bahwa pengenalan lebih dari satu bahasa pada satu waktu dapat menimbulkan kebingungan. Contohnya saat si kecil melihat nasi, ia bingung antara rice atau nasi karena kerap kali ia mendengar dua kata itu diucapkan.

Anak saya tumbuh dalam dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris. Akhinya kami memutuskan untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama.

Pengulangan nama objek
Tunjuklah satu objek, lalu sebut namanya berulang kali. Ajarkan si kecil untuk menyebutkan potongan terakhir dari suatu kata, misalnya ma-“mam”, bi-“ru”, ke-“ju”, o-“pa”. Bila si kecil sudah fasih menyebutkan bagian terakhir saja, tingkatkan kesulitan dengan mengajarkan si kecil menyebutkan bagian pertama juga sehingga dapat terbentuk satu kata utuh.

Hindari penggunaan bahasa bayi
Seorang ahli bahasa mengatakan bahwa orang dewasa sebaiknya tetap menggunakan kata-kata yang benar saat berkomunikasi dengan anak kecil. Saat ini si kecil sedang belajar cara berbicara yang benar dari kita, jangan malah kita yang terlalu asik berkomunikasi dengan bahasa bayi atau malah dengan bahasa tubuh. Misalnya kita melatih si kecil menyebut “makan”, yang keluar pasti “mamam” karena lebih mudah diucapkan. Namun ada baiknya setiap kali si kecil menyebut “mamam”, kita tanggapi dengan “iya ayo kita makan sekarang”.

Jangan terlalu tanggap terhadap bahasa tubuh
Si kecil seringkali menjadi ahli tunjuk. Tunjuk nasi, lalu tunjuk mulut = mau makan. Tunjuk bokong = popok basah. Tunjuk TV = mau nonton TV. Orang dewasa yang terlalu tanggap terhadap tunjukan atau bahasa tubuh lain, kurang melatih si kecil untuk bicara. Buat apa bicara, toh dengan sebuah jari telunjuk, seluruh keinginan terpenuhi.

Saatnya untuk memaksa si kecil bicara. Jangan lupa bahwa tips ini hanya berlaku untuk si kecil yang sudah mengeluarkan satu atau dua patah kata sederhana yang bermakna. Jadi kita sungguh yakin bahwa tidak ada gangguan mendengar, berpikir, dan bicara pada si kecil.

Kata pertama yang lengkap diucapkan anak saya adalah “buka”. Maklumlah ia suka sekali makan-minum, jadi sangat sering meminta dibukakan sesuatu. Diawali dengan hanya menyebutkan “ka” yang berarti “buka”, akhirnya dapat menyebutkan 1 kata penuh walau dengan sedikit pemaksaan.

Ajarkan untuk mengucapkan 1 kalimat utuh
Kalau sudah lebih banyak perbendaharaan kata, pandu si kecil mengucapkan satu kalimat utuh dengan subjek, predikat, dan objek. Misalnya “daddy + aku + minta + yakult + plis”. Mudah diterapkan untuk objek yang sangat ia gemari.

Partisipasi orang sekitar
Ajak orang sekitar yang sering berinteraksi dengan si kecil untuk sama-sama menerapkan hal-hal di atas.

Jangan terlalu memaksa si kecil
Kadang si kecil dapat frustrasi untuk menyebutkan sesuatu. Kenalilah kondisi si kecil. Kalau memang ia terlihat sudah sangat berusaha namun belum berhasil, kabulkanlah apa yang ia minta.

Si kecil dengan gengsi besar
Suatu hari si kecil mendatangi saya sambil membawa HP dan galaxy tab saya. Lalu ia memberikan HP sambil berkata “nih”, kemudian memberikan galaxy tab sambil berkata “nih berat”. Sejak saat itulah saya yakin bahwa si kecil sebenarnya sudah bisa bicara. Namun semakin disuruh bicara, ia semakin tidak mau bicara. Banyak kata meluncur dari mulutnya saat tidak ia sadari (refleks).

Memang si kecil ini memiliki gengsi setinggi langit. Ia menyusun lego bila tidak ada yang melihat, kalau ada yang lihat, lego akan dia hancurkan. Akhirnya saya menyusun strategi terakhir yakni berhenti merayu si kecil untuk bicara, bahwa melarang ia bicara. Yaa…coba-coba teknik reverse pshychology. Dalam 1 minggu terakhir saya sering berucap, “Wah kayaknya kamu tuh bawel kalau udah bisa bicara, mending diem terus begini aja deh”. Akibatnya adalah si kecil mengalami perkembangan bicara yang luar biasa cepatnya. Semakin dilarang bicara, malah semakin banyak omong.

Selamat mencoba, semoga berhasil.

Jangan lupa konsultasi ke dokter bila Anda merasa perlu atau cemas. Dokter anak akan dapat membantu menilai normal/tidaknya kemampuan bicara si kecil dan dapat memberikan tips yang berguna. Bila perlu dapat dilakukan penilaian kelainan fungsi mendengar/bicara, serta terapi bicara.

Leave a comment »