hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Sewa freezer untuk menyimpan ASI

Hi moms,

Kali ini saya dapat info dari sesama mommy mengenai tempat penyewaan freezer untuk menyimpan ASI. Hanya 100 ribu/ bulan, minimal sewa 3 bulan, daya 100 watt, dan mampu menampung ASI minimal 100 liter.

image

Cek saja http://www.sewafreezerasi.com atau hubungi mereka di 081553328867.

Leave a comment »

Baju renang ber-pelampung

image

Akhirnya si kecil mau memakai baju renang ber-pelampung (flotation swimsuit)… Memang benar si kecil langsung mengambang di air, namun rupanya pengalaman mengambang sendiri tanpa ban berenang masih mengerikan…ia malah memilih untuk sibuk sendiri di pinggir kolam dimana ia bisa duduk dan bermain kapal-kapalan. Memang harus dibiasakan. Setidak-tidaknya kalau sampai karena satu dan lain hal ia terjatuh ke dalam kolam, masih relatif lebih aman.

Perhatian:
– Kemampuan pelampung membuat anak mengambang tergantung dari motorik dan situasi anak. Bila anak panik atau berada dalam posisi yang menyulitkan (misalnya terlentang) dan tidak tahu cara membalikan badan, anak bisa berada dalam bahaya.

– Dianjurkan untuk tetap berada si sekitar anak walaupun ia sudah mengenakan pelampung dalam bentuk apapun.

– Pernah dilaporkan anak kecil yang loncat ke kolam dengan pakaian biasa padahal belum bisa berenang. Disinyalir bahwa si anak tidak paham bahwa selama ini ia bisa mengambang karena pelampung di baru berenangnya.

– Selalu awasi anak bila berada di sekitar kolam berenang.

Leave a comment »

Mengunjungi penjual cakwe di pasar becek

image

Siapa sih yang tidak mengenal cakwe garing teman makan bubur?

Hari ini kami berkunjung ke tempat jualan cakwe terenak menurut kami – cakwe di Pasar Baru. Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi namun keluarga si penjual cakwe tampak sudah sangat sibuk melayani pelanggan. Memang cakwe disini bisa sangat garing dan lezat karena dikerjakan langsung oleh suami, istri, dan anaknya secara perfeksionis.

Si kecil memperhatikan bagaimana adonan cakwe dipotong dengan ukuran seragam, ditumpuk dua, bagian tengahnya digepengin dengan sumpit, ditarik memanjang dan langsung dicemplungkan ke dalam minyak panas. Kurang dari 1 detik cakwe akan muncul dipermukaan dalam keadaan sudah mengembang. Setelah menguning dengan sempurna, cakwe akan diangkat dan ditiriskan, lalu siap untuk dijual.

Selain cakwe, keluarga ini juga menjual kue bantal dengan wijen yang tidak kalah lezatnya. Hanya dengan 2500 perak/ potong, lidah dapat dimanjakan dengan cakwe dan kue bantal yang nikmat.

Karena lokasi penjual cakwe yang berada di pasar becek, si kecil pun melihat keadaan pasar yang sesungguhnya…. Ikan dan daging segar berjejer, sayur dan buah warna-warni, toko kelontong yang berjualan aneka rupa, tak lupa dengan becek dan bau pasar yang khas. Tentu saja si kecil gak betah….langsung berkeringat dan minta pulang. Hahahaha namanya juga pengalaman.

Leave a comment »

Mengembangkan kepercayaan diri anak

Berikan dukungan dengan kata-kata
Kata-kata “Wah hebat ya udah bisa pu-pu di toilet kayak anak gede” ternyata memacu anak untuk terus melakukan hal itu. Kadang ada dukungan negatif seperti “Hayoo ngompol…malu deh” Yaaa boleh-boleh saja karena sekaligus mengajarkan rasa malu,  namun sebaiknya harus dalam batas tertentu. Bila berlebihan justru dapat membuat anak menjadi kurang percaya diri.

Dukungan juga dapat berupa tindakan atau hadiah
Anak adalah mesin fotokopi yang istimewa, ia akan dengan cepat meniru yang Anda lakukan. Berikan contoh perilaku yang baik, ajak untuk melakukan suatu hal baru bersama, dan sesekali berikan hadiah atas prestasi yang ia capai.

Luangkan waktu bersama mereka
Saat akan berangkat tidur seorang anak berkata pada ibunya, “Saya senang sekali bermain di pantai bersama ibu.” Padahal aktivitas itu sudah terjadi 2 minggu yang lalu. Sesekali memang penting bagi kita, terutama ibu bekerja, untuk menyisihkan 1 waktu khusus untuk bersama si anak.

Jangan pernah menunda untuk mengekspresikan kasih sayang Anda
Kecupan, belaian, ungkapan rasa rindu membuat anak merasa diperhatikan dan keberadaannya diperhitungkan. Sekalipun si anak sudah bisa mulai menolak.

Berikan kepercayaan kepada anak
Sesekali percayakan sesuatu yang ‘penting’ untuk dilakukan oleh anak, terutama yang melibatkan aktivitas kita sebagai orang dewasa. Misalnya mengijinkan ia mengambil kertas yang keluar dari mesin ATM, mempersilahkan ia menekan tombol lift, memberikan tiket masuk ke petugas. Hal-hal sederhana membuat si anak merasa dipercaya.

Rayakan setiap peristiwa penting yang mereka alami
Siapa sangka perayaan yang dilakukan saat si anak pertama kali mampu menyusun lego, ternyata memacunya untuk menggapai keberhasilan yang lain.

Jadilah pendengar yang baik
Alih-alih langsung marah ketika mendengar si anak memukul temannya, cobalah untuk menanyakan alasan dan jadilah pendengar yang baik. Dengan demikian Anda menunjukkan bahwa Anda berusaha memahami perasaan si anak. Bahkan bila mungkin Anda tidak setuju dengan jawabannya, Anda dapat menjelaskan sikap yang sebaiknya dilakukan.

Dengan menanamkan rasa percaya diri yang tinggi, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang menyenangkan dan sosok yang berhasil di masyarakat.

Dikutip dengan modifikasi dari surat kabar sekolah Indonesia playschool volume 1/14-15.

Leave a comment »

Naik kelas perdana: dari KBK ke KBB

image

Wah tidak terasa si kecil sudah naik kelas dari kelompok bermain (KB) kecil ke KB besar. Sudah masuk tahun ajaran baru 2014-2015.

Saya ingin membiasakan memberikan perlengkapan sekolah baru setiap kali naik kelas. Karena berdasarkan pengalaman pribadi saya yang menghabiskan lebih dari 20 tahun sekolah terus…bagaimapun juga barang baru membuat belajar jadi lebih semangat! Untuk kenaikan kelas perdana ini, saya membelikan kotak pensil Chuggington yang diisi penggaris, 2 buah pensil dan 1 buah penghapus. Tentu saja si kecil senang luar biasa.

Sebagai kenang-kenangan tahun ajaran 2013-2014, Komimo/ Indonesia Playschool memberikan meja gambar lipat dengan foto Arthur dan buku tahunan.

Hari pertama, disaat teman-teman berbaris untuk masuk kelas, anakku masih sibuk sendiri di arena bermain. Maklumlah…namanya juga hari pertama. Saya hanya berdiri di pojokan memperhatikan tingkah si kecil dan kakaknya yang berusaha merayu dia untuk masuk dalam barisan. Memang inilah yang saya senangi dari para pengajar di Komimo yakni kesabaran dan dedikasinya pada pendidikan.

Selamat belajar sambil bermain anakku!

Leave a comment »

Liburan bersama si kecil di Bali 5: memanfaatkan waktu yang singkat

Bangun pagi disambut suasana mendung dan berangin. Mensyukuri cuaca yang indah selama 4 hari kemarin.

Menggesu-gesu si kecil untuk segera bangun dan makan pagi agar sempat menikmati hotel untuk terakhir kalinya. Hehehhe kami memang tidak berencana untuk kembali menginap di The Westin lagi…pelayanannya kurang OK, kurang bersahabat, terkesan sombong. Memang ternyata The Westin terkenal membedakan turis lokal dan asing, namun sejauh pengamatan saya, para karyawannya juga ‘jutek’ terhadap tamu asing.

Yang paling kurang bersahabat adalah petugas di kids’ club. Saat si kecil mengguyur dirinya dengan pasir, saya bertanya apakah ada tempat mandi/ bilas. Petugas pertama menjawab tidak ada dan menyarankan untuk bilas di pancuran dekat pantai. Ternyata di kids’ club ada kamar mandi lengkap dengan shower. Saya bertanya ke petugas kedua, jawabannya ada namun tidak ada sabun dan handuk. Bukannya ini hotel bintang 5 yang tinggal angkat telepon untuk minta dibawakan sabun dan handuk?  Saya tetap membilas si kecil di shower kids’ club, lalu mengeringkan badan dengan kain sarung. Saat saya selesai dan membuka pintu, petugas pertama melihat kami dan berucap, “Padahal sekarang sudah tutup loh bu”. Padahal jam masih menunjukkan jam 5 tepat yang memang kids’ club tutup jam 5. Wah sungguh mengecewakan.

Untuk pelayanan secara umum dan untuk fasilitas anak, saya jauh lebih merekomendasikan Bali Dynasty Resort. Harga makanan dan minuman pun lebih terjangkau. Di The Westin harga in room service paling murah sekitar 165 ribu, itupun hanya spaghetti atau club sandwich.

image

Bagaimanapun juga jam yang tersisa harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Si kecil sempat berfoto bersama bajing – ikon Restoran Prego – dan menikmati kolam berenang untuk anak. Tak lupa juga menikmati lucunya tingkah para bajing yang meloncat dari dahan ke dahan (bajing asli loh).

Dengan demikian berakhirlah liburan seru di Bali. Begitu pesawat hendak lepas landas, si kecil tertidur lelap melepas lelah.

Leave a comment »

Liburan bersama si kecil di Bali 4: menikmati The Westin

Memperbaiki kesan pertama yang kurang memuaskan, saya bangun pagi dan berjalan di sepanjang pantai. Menikmati angin pagi, deburan ombak, dan keindahan gazebo di tepi pantai (yang ternyata disewakan seharga 100 ribu sampai jam 6 sore).

image

Ternyata pagi hari di Nusa Dua menyenangkan. Banyak bule lari pagi atau bersepeda di sepanjang jalan setapak. Air laut pun meninggi sehingga deburan ombak terdengar dan dapat bermain ombak. Tak heran penawaran jasa aktivitas laut pun mulai bermunculan, termasuk naik jukung. Rupanya setiap hari diatas jam 2 siang air laut surut seperti kemarin.

Lalu kami menikmati makan pagi yang mewah di restoran Veranda. Mewah karena banyak pilihan namun sehat…dalam arti hampir seluruh makannya perlu ditambahi garam baru terasa nikmatnya. Mungkin inilah yang disebut selera bule…lebih baik tidak terlalu berasa baru ditambahkan bumbu sendiri. Si kecil memilih kursi di dekat kolam ikan agar bisa makan sambil memberi makan ikan dan burung. Terdapat area makan untuk anak-anak namun agak kotor dan tidak banyak pilihan makanan. Menu paling nikmat menurut saya adalah aneka roti dan kue, serta aneka minumannya (kopi, smoothies, fresh juice).

image

Kami menghabiskan hari dengan bermalas-malasan di Kid’s club, pantai, dan kolam renang. Memesan Italian chocolate pancake dan slushy, semacam slurpee, yang rasanya biasa saja. Lalu kami berjalan menyusuri jalan setapak, tentunya dengan stroller, melintasi Hotel Laguna, Hotel Melia, The Pirates’ Bay, beberapa restoran dan bar lain, dan berakhir dengan makan siang bebek garing di restoran Bebek Bengil.

image

Kembali ke hotel, si kecil yang belum mau tidur melanjutkan aktivitasnya di Kid’s club, yang berakhir saat ia mengguyur satu ember berisi pasir ke kepalanya. Beruntung sekali hari itu ada upacara di pura hotel sehingga dapat memperkaya wawasan si kecil.

image

Kenikmatan berikutnya adalah menikmati happy hour di bar dekat pantai. Segelas Manhattan, segelas frozen mango daiquiri, dan satu botol jus jeruk dingin.

image

Tidak terasa sudah waktunya makan malam. Benar-benar tidak terasa bila bersenang-senang. Restoran Prego di The Westin menjadi pilihan. Restoran Italia ini memberikan fasilitas makan gratis untuk tamu The Westin yang berusia dibawah 4 tahun, mulai dari appetizer sampai deesert. Roti sebesar helm anak disajikan sebagai makanan pembuka dan rasanya sangat enak, apalagi disajikan dengan saus tomat segar ala Italia. Spaghetti bolognaise, pizza, dan fettucini carbonaranya juga enak. Sayang si kecil ketiduran sebelum kami sempat memesan dessert gratis dari menu anak.

image

Dengan demikian berakhir sudah hari yang menyenangkan di The Westin danarea Nusa Dua disekitarnya. Memang beda hotel, beda cara menikmatinya.

Sebagai catatan: di bangunan depan tempat restoran Prego berada, terdapat kolam renang kecil dan sepi dengan kedalaman 0,3 m dan 1,2 m yang aman untuk anak-anak. Sedangkan kolam renang di bangunan utama memiliki kedalaman 0,6 m – 2,2 m sehingga kurang aman dan menyenangkan untuk anak-anak.

Leave a comment »

Liburan bersama si kecil di Bali 3: Bali Dynasty vs The Westin

Jam 4 pagi terbangun karena hantaman hujan deras. Untungnya sekitar jam 7 pagi langit terang benderang dan matahari bersinar terang.

Si kecil menghabiskan sebagian waktunya bermain di Kid’s Club…bermain kereta api, balok, dan berkreasi membuat pajangan khas Bali. Aktivitas berlanjut di water park. Hari itu kami mempunyai misi untuk membuat si kecil tidak takut dengan curahan air dari ember besar dan membuat ia berani meluncur sendiri di perosotan kecil. Sukses loohhh….bahkan si kecil sampai menawar-nawar untuk main seluncuran lagi. Triknya mudah….

1) Ajak ia main setiap hari sampai ia merasa familiar dengan situasi

2) Perlihatkan anak-anak lain yang bermain di perosotan dan di bawah ember besar

3) Ajak meluncur dan berdiri di bawah ember besar berdua

4) Untuk ember besar masih terlalu bahaya untuk membiarkan si kecil terhantam curahan air yang begitu dashyat. Yang penting ia sudah tidak kabur, melainkan hanya melindungi kepala dan menutup mata

5) Mengajarkan meluncur…butuh bantuan 2 orang. Sy menemani ia di atas perosotan, suami menunggu di akhir perosotan. Si kecil jadi lebih pede dan mau meluncur sendiri. Terakhir-terakhir ia sudah tidur perlu ditemani di kedua sisi

Saran: gunakan alat bantu mengapung saat bermain di water park, terutama yang melekat di tubuh spt pelampung berupa jaket atau ban lengan.

image

Setelah puas bermain air, kami mandi dan siap-siap check out. Si kecil tertidur pulas di stroller setelah memakan 1 buah muffin dan susu indomilk. Makan siang di pizza hut, mal Discovery, lalu naik taksi menuju ke The Westin, Nusa Dua.

Naik taksi hanya 28 ribu + tol melintasi laut 10 ribu. Sejak adanya tol tersebut, perjalanan ke Nusa Dua menjadi sangat menyenangkan.

Setibanya di Westin kami disambut oleh 2 orang penari Bali yang menyematkan bunga kamboja di telinga para tamu. Saat check in masing-masing mendapat handuk dingin dan welcome drink. Khusus untuk si kecil mendapat tas punggung yang berisi topi, botol minum, postcard dan pensil warna. Sambutan yang menyenangkan.

image

Kamar 2512 terletak di ujung hotel yang sangar besar ini. Untuk mencapainya butuh perjalanan panjang, namun lokasi dekat dengan kolam renang dan pantai.

Berbeda dengan di Bali Dynasty (BD),  kid’s club disini membagi area bermain menjadi dibawah 4 tahun atau yang masih memakan popok, 4-6 tahun, dan 7-12 tahun. Kolam renangnya pun tidak ada yang sedangkal di BD…tidak ada kolam dimana si kecil bisa berjalan atau berenang-renang sendiri. Fasilitas di kolam renangnya pun hanya 1 perosotan besar, ring basket, dan gawang. Kurang menarik untuk balita.

image

Pantainya yang lumayan bersih, tanpa ombak, membuat kita dapat melangkah jauh ke dalam laut. Tidak ada aktivitas air apapun disana…untung kami sudah naik jakung di BD. Dibanding dengan BD, pantai ini jelas terkesan sangat privat. Pantai di BD kan sesungguhnya terletak di area perkampungan sehingga banyak pedagang asongan disana. Saya pribadi sih lebih senang di BD ya karena masih bisa leyeh-leyeh dengan harga miring.

Botol minum ternyata dapat diisi terus-menerus di restoran Veranda. Bisa memilih jus apel, jus jeruk atau soft drinks. Saya rasa ini salah satu keunggulan The Westin dibandingkan dengan BD, selain toilettriesnya yang jauh terlihat lebih elegan.

Setelah mandi kami berjalan kaki dengan stroller menuju ke Bali Collection yang ternyata memakan banyak waktu…sekitar 15 menit sekali jalan. Maklumlah keluar dari hotel the  Westin saja memakan waktu sekitar 5 menit. Tidak ada yang menarik di Bali Collection. Hanya berisi tempat spa, butik, dan aneka restoran. Sebenarnya ada shuttle bus dari dan ke hotel the Westin.

Kami kembali ke hotel dan mencoba menjajaki hiburan malam yang tersedia. Ternyata tidak ada yang menarik dan harga makannya terlalu mahal. Bahkan live music pun tidak ada. Menu in room service paling murah 149 ribu dan hanya berupa sandwich atau spaghetti. Akhirnya kami mengakhiri malam ini dengan memakan aneka buah segar khas Bali yang disediakan di kamar, lalu merebahkan badan di kasur yang super empuk.

Besok kami berencana untuk mencoba PREGO, restoran Italia milik the Westin juga. Konon katanya anak kecil dibawah 4 tahun bisa bebas memesan kid’s menu secara cuma-cuma.

Leave a comment »

Liburan bersama si kecil di Bali 2: hari yang sangat terik

image

Terbangun super telat karena AC kamar yang luar biasa dingin sehingga bablas tidur, kami mengenakan pakaian berenang yang dilapis baju pantai lalu makan pagi di restoran Senses sambil melihat bebek berenang. Menu tidak banyak dan rasa juga biasa saja. Si kecil yang sudah tidak sabar ingin berenang sibuk merengek.

Kami melanjutkan acara pagi dengan bermain di Kid’s club hotel yang dapat digunakan secara cuma-cuma. Terdapat fasilitas day care yang juga cuma-cuma dari jam 9 pagi sampai 6 sore, khusus untuk anak usia 4-8 tahun. Cukup menambah 60 rb rupiah untuk makan siang. Aktivitas day care cukup padat; mulai dari origami, menonton film, mencari kepiting, sampai bermain di water park. Sayang di kecil belum berusia 4 tahun.

image

Kemudian kami menuju pantai untuk bermain ombak kecil dan bermain pasir. Ternyata ada jalan kecil dari belakang area bermain anak yang melewati sedikit perkampungan lalu mencapai pantai. Pantai cukup bersih, terdapat kursi-kursi malas dengan payung, dikelilingi oleh penjual barang-barang khas Bali, dan aneka penjual jasa (menicure-pedicure, pijat, surfing, naik jukung).

image

Karena terik matahari sangat menyengat, kami hanya mampu bermain ombak sebentar lalu berteduh di bawah payung. Si kecil bermain pasir, saya menicure-pedicure, bapaknya sibuk ngobrol dengan warga setempat. Topik diskusi gak jauh dari PEMILU kemarin. Tentunya ditemani dengan teh botol sosro dingin seharga 5000 perak. Menicure-pedicure seharga 120rb, menggunakan kuteks merk OPI, pengerjaan sangat cepat karena dilakukan oleh 3 orang dan mengering dengan cepat. Saya tidak memberikan tips tambahan. Kami membuat janji naik jukung jam 4.30 sore seharga 200rb.

Sudah hampir jam 11 siang, kami pindah tempat ke kolam berenang anak. Si kecil masih takut dengan tumpahan ember raksasa sehingga tidak mau mendekat ke area bermain. Saya lari sebentar ke Mal Discovery untuk membeli KFC, lalu kembali ke pinggir kolam menikmati seember cocktail saat happy hour.

Setelah puas bermain air, kami mandi di kamar dan makan KFC di balkon. Berbeda dengan KFC di Jakarta, crispy chickennya pedas. Kasian si kecil kepedesan. Untung saya membeli yang original juga.

Jam 4 sore kami terbangun dari tidur siang dan bersiap-siap untuk naik jukung dari pantai. Si kecil kami angkat dalam kondisi terkantuk-kantuk, kami pasangkan jaket dengan hoody dan kaca mata hitam. Tiba di pantai, Marco sudah siap menanti seperti janjinya.

image

Jukung bertolak dari pantai menuju airport Ngurah Rai. Pertama kali mendengar ke airport, saya sempat bertanya-tanya dalam hati “ngapain kesana?”. Namun ternyata itu merupakan hiburan yang sangat berkesan bagi si kecil karena melihat banyak pesawat mendarat. Sampai sebelum tidur malam, si kecil terus berucap “plane mendarat banyak”. Lalu kami mengitari pantai Kuta, melihat mal Discovery dari sudut pandang lain, melihat para surfer beraksi, mengajarkan si kecil beberapa kosa kata baru (ombak, surfing, jukung, laut, dsb), dan kembali ke tepi pantai. Perjalanan memakan waktu 30 menit dan kami sedikit basah karena harus menembus air laut saat keluar-masuk Jukung serta terkena hempasan ombak. Karena jukung menggunakan motor dan perjalanan singkat, rasanya kemungkinan mabuk laut kecil. Hanya sebaiknya menggunakan jaket karena angin laut sangat dingin.

Saya meminta tolong Marco untuk membelikan nasi babi guling, yang saya nikmatin di balkon kamar. Wa wa wa lezat dan super pedas.

image

Aktivitas seru selanjutnya berupa berjalan kaki menggunakan stroller di sepanjang pantai Kuta dari belakang hotel sampai keluar ke perempatan hotel Ramayana.

image

Dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai monumen bom Bali di Legian, melintasi gang Poppies 2, tiba di mal Kuta Beachwalk. Awalnya kami nekad membawa stroller, namun ternyata trotoar di Kuta dan sekitarnya sudah diperbaiki dan sangat bersahabat dengan stroller.

Berkeliling di dalam Kuta Beachwalk, si kecil nyangkut di lantai 3 yang dipenuhi dengan area khusus anak. Ada Mothercare, ELC, miniapolis, amazing place. Wah cukup sulit merayu si kecil untuk mau melanjutkan perjalanan ke restoran.

image

Kami makan malam di restoran Johnny Rockets. Mendapat kursi yang sangat strategis memandang kolam air di luar, dapat melihat tarian pramusaji dengan jelas, mendapat saus tomat tersenyum, dan ada miniatur music box di meja makan. Si kecil kegirangan dan turut bergoyang. Saya senang sekali ia hampir menghabiskan 1 potong burger mini. Saya mencoba memesan strawberry thick shake yang sangat manis…si kecil pun tidak suka. Di malam itu saja juga membiarkan si kecil mencoba rasa garam dan lada hahahah…lucu sekali melihat ia merem melek mencoba rasa asin dan kepedesan mencoba lada.

Sebelum pulang kami sempat melihat tari Bali di mal, lalu mengambil taksi menuju pusat oleh-oleh Krisna di jalan Raya Tuban. Sampai disana hiburan yang menarik untuk si kecil adalah membeli minum dengan vending machine. Gak papa deh beli air mineral 600 cc seharga 10 ribu asalkan dapat memperkaya si kecil.

Kembali ke hotel waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Saatnya cuci-cuci dan memejamkan mata, bersiap-siap untuk menjalani hari esok yang tidak kalah menariknya.

Teringat ucapan ayah saya bahwa bila berpergian, anak-anak akan sangat kaya dengan pengalaman karena stimulasinya banyak. Ya ya ya hari ini ucapan itu sangat terbukti.

Leave a comment »

Liburan bersama si kecil di Bali 1: Bali Dynasty Resort & Restoran Bubba Gump

Setelah berpartisipasi dalam peristiwa bersejarah (PEMILU 9 Juli 2014), kami berangkat ke Bali menggunakan Air Asia. Si kecil yang berusia hampir 3 tahun sudah mendapat 1 kursi sendiri. Selama perjalanan ia tertidur dengan lelapnya dan bangun persis pesawat mendarat.

image

Mendarat di airport Denpasar yang baru, kami menggunakan jasa taksi resmi dari bandara. Perjalanan menuju hotel Bali Dynasty Resort – Kuta hanya memakan waktu 15 menit, namun memakan biaya 65 ribu. Hiburan kecil seperti duduk di atas koper dan memilih koper menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk si kecil.

Setibanya di hotel, check in dilakukan dengan cepat karena kemudahan yang diberikan oleh KAHA tour and travel. Cukup menyebutkan nama pemesan saja.

image

Waktu menunjukkan pukul 5 sore WITA. Tanpa membuang-buang waktu, kami segera bertukar pakaian lalu menuju ke kolam renang. Wiiii seru sekali kolam renang khusus anak-anak. Ada seluncuran, menara air dengan ember raksasa, kolam cetek dengan jamur ditengahnya, dan senapan air raksasa. Bermain kering pun tersedia. Segala aktivitas permainan air harus berakhir pada jam 6 sore.

image

Hiburan pun tersedia bagi orang tua. Happy hour di pool bar berlangsung jam 5-6 sore, semua minuman diskon 35%. Tersedia pula layanan pijat, kepang rambut, serta menicure-pedicure di pinggir kolam. Yang menarik adalah sejauh mata memandang, hanya terlihat tamu asing. Wisatawan Asia hanya kami ber3.

Kekurangan dari hotel ini adalah tidak ada akses langsung ke pantai. Pantai dapat dicapai melalui pintu belakang dekat area bermain anak dan harus berjalan selama sekitar 3 menit.

image

Segera kami mandi, menikmati welcome drink di Irish Pub hotel – Gracie Kelly’s – lalu berjalan kaki menuju Restoran Bubba Gump. Perjalanan 20 menit cukup terasa karena menggendong di kecil. Jalanan kurang bersahabat untuk stroler pun untuk si kecil berjalan sendiri. Maklumlah karena trotoar sempit dan padat, serta lalu lalang kendaraan.

Mengantri selama 5 menit, kami mendapatnya kursi di restoran yang mengambil tema dari film Forest Gump. Dekornya unik, cara memanggil pelayannya pun unik. Di setiap meja ada semacam plat nomor mobil… “run forest run” bila tidak butuh bantuan… “stop forest stop” bila butuh bantuan pelayan. Si kecil pun mendapatkan krayon dan kertas aktivitas yang dapat dibawa pulang.

image

Sangat disayangkan ternyata rasa makanannya tidak seenak itu. Kami memesan Caesar salad, seafood plate, dan classic American hamburger seharga total 400 ribu. Rasanya kurang memuaskan.

Kami berjalan pulang, mampir ke Bali Discovery Mall menikmati pantai, lalu kembali ke hotel. Kami pun tertidur lelap ditemani film Rio 2 dan Casper dari hard disc external yang kami bawa sendiri dari Jakarta.

Pengalaman yang memuaskan untuk hari pertama… menambah kekayaan si kecil yang terlalu semangat untuk berenang lagi esok hari.

KAHA tour & travel
Baca ulasan: cara praktis dan ekonomis memesan hotel melalui KAHA call center

Bali Dynasty Resort Hotel
Jalan Kartika Plaza, Kuta, Bali 80361
(0361) 752403
Website: http://www.balidynasty.com

Restoran Bubba Gump
Website: http://www.bubbagump.com/locations/bali

Leave a comment »