hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Anakku sudah bukan bayi kecil lagi

image

Sekarang kasur si kecil disusun seperti kasur orang dewasa… Posisi bantal setengah tidur dengan guling disusun rapih, tak lupa selimut ala bed cover yang tinggal ditarik untuk menutupi badan.

Sebelumnya bantal-guling hanya tergeletak seadanya dan tidak memakai selimut karena si kecil sudah menggunakan sleeping bag. Susunan mulai berubah saat si kecil bisa memanjat naik ke kasur saya yang tertutup bed cover. Menjelang tidur, si kecil langsung masuk ke dalam bed cover  dan tidak mau keluar. Hmmm…padahal si kecil sudah saya biasakan tidur di kamarnya sendiri sejak usia 6 bulan. Setelah berpikir lama….akhirnya saya ke kamar si kecil, menyusun bantal-guling seperti di kamar saya, mengeluarkan selimut besar dari lemari dan menyusunnya seperti bed cover. Saya pindahkan si kecil ke kamarnya. Amukannya langsung mereda ketika melihat tatanan kasur barunya…langsung si kecil membaringkan badannya di bantal, menyembunyikan badan kecilnya di balik selimut, dan tertidur lelap.

2 bulan berselang…saya melepas pagar pengaman kasur si kecil…

image

Agak was-was sebenarnya karena takut si kecil terjatuh, maklumnya si kecilku itu raja benjol. Namun pertimbangan lain adalah si kecil sudah bisa memanjat pagar keluar dan masuk kasur walau dengan susah payah. Risiko celaka bila memanjat keluar rasanya lebih besar daripada gelundung sampai ke lantai. Akhirnya pagar kami lepas, kami tempelkan kasur tambahan di lantai.

Pertama kali melihat kasur tanpa pagar, wajah si kecil begitu bahagia. Langsung naik-turun kasur sambil meloncat bak naik trampolin. Dan setelah beberapa malam berlalu, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan…si kecil biasanya terbangun jam 2-3 pagi, meraung, dan minta pindah ke kamar saya. Sejak pagar dilepas, si kecil tidur nyenyak sampai pagi, bahkan jam 7 pagi tidak bisa dibangunkan dengan kecupan, goncangan, atau kitikan.

Bisa jadi si kecil merasa dia sudah “dewasa”, sudah punya kasur seperti kasur bapak dan ibunya. Terbersit rasa sedih karena tidak ada bayi kecil yang meraung minta pindah kamar. Anakku sudah bukan bayi kecil lagi…

Ranjang babybelle yang sangat saya rekomendasikan…

Furniture babybelle memang cukup populer di kalangan para ibu karena mudah didapat, ketinggian alas kasur dapat disesuaikan berdasarkan usia bayi, dan pagar samping dapat dilepas. Saya membeli ranjang berukuran terbesar: 120 x 200 cm sehingga dapat digunakan sampai si kecil dewasa. Benar-benar investasi jangka panjang! Ada satu keuntungan dari kasur besar ini…pernah terjadi insidens kasur saya tersiram air di malam hari, saya dan suami “ngungsi” ke kamar si kecil. Pagi hari si kecil terbangun dengan wajah bahagia menemukan bapak dan ibunya ada di kasurnya.

Untuk mendapatkan ranjang babybelle dengan harga miring, kunjungi KIDS REPUBLIK di ruko Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Atau hubungi mereka di +6282122540080. Dibandingan dengan beberapa tempat lain, harga furniture babybelle paling murah disini.

Advertisements
Leave a comment »

Tidur nyaman dan aman di dalam kantong

18 bulan

Usia 18 bulan

Hai Bunda! Kali ini saya ingin berbagi pengalaman mengenai penggunaan kantong tifur atau sleeping bag untuk si kecil. Awalnya saya mengetahui produk ini dari katalog Mothercare Indonesia. Bentuknya yang unik membuat saya bertanya-tanya mengenai fungsi dari benda ini. Dari hasil berburu informasi seputar sleeping bag, akhirnya saya memutuskan untuk menggunakannya.

Ternyata sekarang saya merasakan manfaatnya…yaitu:

  • Menjaga si kecil tetap hangat. Tidak ada lagi cerita selimut ketendang sehingga si kecil kedinginan. Dalam hal ini sleeping bag dapat dianalogikan dengan bedong saat si kecil baru lahir.
  • Mencegah sesak nafas akibat jeratan selimut. Memang terdengar mengerikan, namun hal ini sering sendiri. Si kecilku beberapa kali tampak megap-megap karena terjerat selimut/kain apapun saat sedang bermain.
Usia 10 bulan

Usia 10 bulan

  • Mencegah si kecil memanjat dan terjatuh dari ranjang. Kedua kaki si kecil terlindung secara aman dan nyaman di dalam kantong sehingga mencegah peristiwa Humpty Dumpty terjadi (lagi)… Pengalaman si kecil jatuh dari ranjang itu cukup traumatis dan tak terlupakan loh…
  • Menciptakan rutinitas menjelang tidur. Dikatakan bahwa rutinitas berperan penting dalam pendidikan si kecil, termasuk rutinitas menjelang tidur. Setelah lebih dari satu tahun memakai sleeping bag, si kecil sudah paham bahwa memakai sleeping bag = waktunya tidur. Kalau sudah mengantuk, si kecil akan menunjuk dan meminta masuk kedalam kantong kecilnya.
Usia 3 bulan

Usia 3 bulan

Saya menggunakan 2 merk sleeping bag, yakni Grobag dan Mothercare. Satu tahun yang lalu kedua produk ini dapat dibeli di counter Mothercare Indonesia, namun saat ini tidak…mungkin karena peminat di Indonesia belum terlalu banyak. Kedua produk ini dapat dibeli di Mothercare Singapura (bisa tax return pula!). Kedua merk ini menyediakan rentang ukuran 0-6 bulan, 6-12 bulan, dst. Khusus untuk Grobag, tersedia pilihan ketebalan bahan yang dinyatakan dengan istilah tog, semakin tinggi tog artinya semakin tebal. Saya menggunakan 0,5 tog yang paling tipis. Untuk kelembutan bahan, Mothercare lebih unggul, namun dengan harga yang lebih tinggi. Paling ekonomis kalau membeli di Singapura saat musim diskon, lalu ambil kembali pajaknya! Harga berkisar antara Rp 200.000 – Rp 400.000 tergantung dari merk, motif, dan ketebalan.

Terdapat beberapa merk sleeping bag yang dijual secara online di Indonesia dengan harga miring…saya rasa layak untuk dicoba.

Leave a comment »

Matahari terbenam hari mulai malam…

Kuliah, menikmati sup tom yum bersama para sista di Tamnak Thai, belajar di Starbucks…tak terasa adzan maghrib sudah tiba. BB berbunyi menandakan ada 1 pesan masuk, ternyata pesan berupa foto si kecil sedang menunggu di rumah. Pilu hati rasanya…nasib ibu yang masih kuliah dan tetep pengen eksis di lingkungan sosial. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengerjakan tugas apapun di rumah…ingin menghabiskan waktu bersama si kecil. Berbekal raspberry steamed milk, saya melangkah pulang.

IMG-20130411-00265Sesampainya di rumah, si kecil sedang malas-malasan bersama si nanny sambil menonton JimJam. Terbersit di dalam hati “Harusnya saya yang berada di posisi si nanny”. Si kecil tertarik dengan gelas kertas putih berlabel hijau di tanganku. Kami menikmati raspberry steamed milk bersama sampai si kecil bosan dan menumpahkan susu ke segala penjuru ruangan.

Saya meminta si nanny untuk membersihkan ruangan dan saya membawa si kecil naik ke kamar. Memberikan sikat gigi kepada si kecil, melepas baju, cuci tangan dan kaki, ganti popok, memasangkan baju tidur winnie the pooh, memasangkan sleeping bag, goodnight kiss from mommy and daddy, & menaruh si kecil di dalam ranjangnya.

???????????????????????????????Memandang si kecil berputar-putar di ranjang, membenturkan kepala ke dinding ranjang, mencium blake (teddy bear kesayangan), angry bird, bunny, dan elmo dengan suara “eemmm…muah”. Walau mengantuk, mata si kecil masih berbinar-binar jenaka. Setelah mengucap syukur untuk hari ini, saya melantunkan sebuah lagu masa kecil:

Matahari terbenam hari mulai malam, terdengar burung hantu suaranya merdu…kukuuu kukuu kuku kuku kuku…kukuu kukuu kuku kuku kuku…

Seiring dengan berakhirnya lagu, burung dodo pun mengepak-ngepakan sayapnya sambil mengucapkan selamat tinggal, si kecil pun menutup matanya.

Menatap si kecil beberapa waktu…saya tersenyum puas dan bahagia. Lega rasanya…sekarang waktunya mandi, buka laptop dan buka buku…

Leave a comment »

How can I not love you

Saat kugendong anakku, kutatap wajahnya yang tersenyum jenaka dengan 2 buah gigi depan menyembul dari mulutnya… Tak terasa bulir-bulir air mata menetes dengan derasnya. Si kecil memainkan air mataku sambil tersenyum-senyum…

Oh Tuhan…tanggung jawab apakah ini yang Kau berikan padaKu? Manusia kecil dihadapanku saat ini? Apakah aku sanggup mendidik, mencintai, dan menyayangi dia? Apakah aku sanggup menjadi ibu yang baik seperti janji yang pernah kuucap di hadapanMu dulu?

Dia yang begitu lucu, pintar, dan menggemaskan. Namun kadang tingkahnya aduhaaiiiiii nakalnya….sampai bikin kepala mau pecah, stok baju habis *dimuntahin, diilerin* dan salep anti memar juga habis.

Memandang anakku yang saat ini berusaha untuk tidur sendiri bagai anak besar. Geliat-geliut mencari posisi nyaman…sambil sesekali membuka mata untuk memastikan aku masih ada disana…sampai akhirnya kedua mata jenaka itu tertutup dan kedua bokong menyembul ke atas.

Ada sebuah ucapan dari seorang pastur yang sangat berkesan… “Saat Tuhan memberikan seorang pasangan hidup untuk kamu, Tuhan yakin kalau ia adalah orang yang tepat untuk kamu. Saat Tuhan menitipkan seorang anak pada kamu, ia yakin bahwa bagaimanapun juga kamu pasti mampu mendidik dan membesarkan anak itu.” Sebuah senyum tipis tersungging diwajahku saat mendengarnya *terbayang wajah si kecil yang dengan bangganya meneteskan susu ke seluruh ruangan*

Oh bunny boy…how can I not love you?

Leave a comment »