hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Trik menyimpan ASI beku agar hemat tempat

image

1) Setelah kantong ASI diberi label, baringkan di alas datar

2) Setelah membeku, susun rapi di dalam kantong plastik yang lebih besar

3) Setelah kantong plastik besar penuh, tutup dan susun rapih di dalam freezer

Lebih hemat tempat loh!

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Leave a comment »

ASI booster (9 hari pisah sama bayi)

image

Setelah 9 hari pisah sama bayi, akhirnya ASI lancar lagi…

Selama di US, saya tetap memompa 4x/hari. Saat kembali ke Jakarta, si kecil masih mau nyusu…tapi rupanya produksi ASI tidak sebanyak sebelumnya.

Hari pertama saya memberikan ASIP 80 cc, baru si kecil nyusu langsung karena dia nangis terus kelaparan. Selanjutnya saya bertekad untuk tetap ‘memaksa’ si kecil nyusu langsung supaya sekalian merangsang produksi ASI. Jadi ga pakai ASIP sama sekali. Memang perjuangan…karena produksi sedikit, jadi nyusuin lebih sering kayak waktu baru lahir (tiap 2-3 jam) & malam sering terbangun. Di sela nyusuin tetap rajin mompa dan cuma dapat 10-30 cc/ hari.

Balik ke rutinitas minum susu kedelai 1 liter/ hari, mother’s milk tea 2 gelas/ hari, kapsul lancar ASI 3x/ hari, sayuran penambah ASI 1x/ hari, domperidom tablet 3x/ hari (yang satu ini harus berdasarkan resep dokter anak/ konsultan laktasi). Dalam 10 hari akhirnya produksi ASI meningkat, di sela nyusuin bisa dapat 120 cc.

Memang kelancaran ASI merupakan kerjasama bayi dan ibu. Semangat!

dr. Rachel Djuanda, SpKK

2 Comments »

Lancarkan ASI dengan daun katuk

image

Buat yang belum pernah lihat wujud asli daun katuk, silahkan dilihat. Daun ini terkenal akan khasiatnya untuk memperlancar ASI. Ekstraknya diambil untuk dibuat sebagai tablet suplemen ASI, sebut saja beberapa merk terkenal seperti Milmor, Lancar Asi, & Asifit.

Dimasak segar juga enak loh. Masak sayur bening dengan jagung dan wortel, bumbu bawang merah, kunci, garam dan sedikit gula. Bisa juga ditumis dengan bawang putih.

Gak semua supermarket jual daun katuk ini. Yang saya tahu dijual di Grand Lucky Superstore (SCBD, Radio Dalam) & Transmart Carrefour Cempaka Putih. Juga dapat dibeli di Pasar Baru. Foto di atas diambil di Pasar Baru. Wah….daun katuk paling segar yang pernah saya temui.

Yuk mari lancarkan ASI untuk si buah hati!

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Leave a comment »

Pompa elektrik VS pompa manual VS perah manual

Kali ini saya mau berbagi mengenai perbandingan antara memompa payudara dengan pompa elektrik, pompa manual, dan perah manual dengan tangan.

Biasanya saat menginjak usia kehamilan 7 bulan, calon ibu akan mulai kebingungan mencari pompa yang tepat. Saran saya yang pertama adalah:

Jangan beli peralatan pompa-memompa dan atribut menyusui terlalu kalap saat hamil karena belum tentu ASI keluar dan menyusui berjalan lancar. Selain karena mahal, sayang juga barang udah dibeli gak terpakai.

Apalagi untuk pompa elektrik yang harganya mahal. Saat hamil pertama saya meminjam pompa elektrik punya teman. Saat saya yakin ASI saya keluar dan lumayan, saya baru berani membeli pompa elektrik sendiri….dan dilanjutkan dengan membeli tutupan menyusui, aneka baju menyusui, kantong ASI, dan breast pads. Untuk anak pertama saya menggunakan Medela swing dan Medela freestyle selama 1 tahun.

Medela freestyle daya hisapnya sangat tinggi dan dapat memompa 2 payudara sekaligus, sedangkan Medela swing agak lemah dan hanya dapat memompa 1 payudara. Namun kekurangan dari freestyle adalah pemasangan perangkat yang cukup rumit, apalagi bila digunakan kanan dan kiri. Harganya pun jauh lebih mahal daripada swing. Keuntungan swing adalah perangkat pompa yang kecil dan mudah dibawa kemana-kemana, namun masa hidupnya tidak lama. Saya dan beberapa teman mengalami keluhan serupa, yaitu setelah digunakan terus selama beberapa bulan, kemampuan hisap swing berkurang dan tidak ada yang dapat dilakukan oleh Medela service center

image

Philips avent manual breast pump (atas), Ameda electric breast pump (bawah)

Untuk anak kedua, saya mendapat hadiah pompa Ameda electric breast pump dari Amerika. Namun mungkin karena anak kedua yaaa…saya sudah terlalu malas dengan peralatan yang banyak dan jelimet. Daya hisapnya pun tidak terlalu kuat. Jadilah saya membeli Philips avent manual breast pump. Awalnya direkomendasikan oleh teman saya dan sempat dipinjamkan oleh RS Bunda. Woooww!! Ternyata daya hisapnya sungguh luar biasa. Dalam 5 menit saya bisa mendapatkan 120 cc susu. Oya, gak semua merk pompa manual memiliki daya hisap yang sama loh ya. Teman saya mencoba merk dr.Brown ternyata daya hisapnya sangat lemah dan bikin puting sakit.

Dan ternyata lagi…saya sudah terlalu malas membawa pompa kemana-mana, bahkan Philips avent yang sangat praktis. Jadilah saya membiasakan diri untuk memerah dengan tangan. Wah ternyata paling praktis merah dengan tangan, hanya bermodalkan botol susu kosong dan tangan. Memang untuk mendapatkan 120 cc susu diperlukan waktu lebih lama sekitar 15 menit.

Dari pengalaman di atas, dapat saya simpulkan demikian

Pompa elektrik
Paling mahal, pemasangan alatnya paling ribet, kurang praktis, daya hisapnya relatif kencang (tergantung merk dan tipenya juga), perlu batere/ colokan listrik, namun tangan tidak pegal.

Pompa manual
Harga lebih murah, pemasangan alat gak terlalu ribet, lumayan praktis, daya hisapnya relatif kencang (tergantung merk dan tipenya juga), gak perlu batere/ colokan listrik, tangan lumayan pegal.

Perah manual
Hanya bermodalkan botol susu dan tangan, sangat praktis, dengan pola pemijatan yang benar ASI akan keluar lancar dalam waktu cepat. Puting gak ‘ketarik’ seperti pada pompa elektrik dan manual. Yang pasti tangan lebih pegal daripada pompa manual.

Silahkan dipilih mana yang lebih sesuai dengan buibu sekalian.

Leave a comment »

Keajaiban ASI: anak gemuk, ibu langsing

Saya percaya bahwa bayi yang saat lahir langsung dirawat terpisah dari bapak ibunya, rindu akan kehangatan. Apalagi bila dirawat di NICU selama 12 hari dan sempat ditidurkan untuk pemasangan ventilator. Target kenaikan berat badan 250 gram/minggu mustahil terjadi.

image

Saat bayi keluar dari NICU adalah waktunya mengejar ketinggalan…itulah yang sedang saya lakukan saat ini. Hasilnya lumayan…berat badan bayi meningkat sesuai dengan usia, bahkan mampu mengejar ketinggalannya saat dirawat di NICU. Lihat perbandingannya pada foto di atas. Saya percaya semua berkat dari ASI dan kontak dari kulit ke kulit (skin to skin contact). Oleh karena itu saya melakukan berbagai cara untuk mempertahankan produksi ASI. Bukan hal yang mudah…diawali dari kolustrum yang hanya sebesar kepala jarum pentul, hingga akhirnya banjir ASI.

image

Hari 0-1 ASI gak keluar, hari 2 keluar seukuran kepala jarum pentul, makin lama makin banyak

Berikut tips dari saya:

Tetap tenang
Kadang melihat anak kurus setelah dirawat bikin orang tua stress. Kendalikan emosi dan percaya bahwa semua akan berjalan dengan baik. Ibu tenang, anak juga akan merasa tenang.

Pentingnya dukungan
Dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting. Mulai dari suami, keluarga, sampai pada pembantu rumah tangga. Jasa konselor laktasi yang dapat dipanggil ke rumah juga sangat membantu.

Kerjasama yang baik antara ibu dan anak
Menyusui bukanlah hal yang mudah. Prinsip yang saya pegang adalah ibu dan anak sama-sama melalui proses belajar sehingga harus sabar dan telaten.

Selective hearing
“Anaknya kecil tuh, ASInya kurang gizinya kali. Mending pakai formula aja.” Kadang komentar negatif sering menjatuhkan mental. Mulailah belajar mendengar selektif. Dengar yang perlu didengar, ucapan yang negatif masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.

image

Konsumsi makanan sehat dan dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI
Dalam 1 hari saya meminum 1 liter susu kacang kedelai, 1 mangkok sayur daun katuk, 1 liter air putih, dan suplemen lancar ASI 3x/ hari. Saya memang menghindar produk yang mudah menyebabkan alergi seperti susu dan turunannya serta kacang-kacangan. Hasilnya produksi ASI lancar, punya stok di freezer, berat badan sudah turun 11 kg.

Rajin menyusui bayi dan memompa
Semakin banyak ASI yang dikeluarkan, semakin banyak ASI yang diproduksi. Oleh karena itu untuk memperlancar produksi ASI, rajin-rajinlah memompa. Ada istilah power pumping untuk meningkatkan produksi ASI, yakni dengan memompa berkala setiap 1 jam dan memompa bareng saat bayi menyusui.

Sering-seringlah mendekap bayi
Skin to skin contact sangat penting untuk perkembangan balita. Dengan bersentuhan, si bayi merasakan kehangatan orang tuanya. Saya tidak keberatan dengan istilah “bau tangan” karena akan tiba saatnya dimana si kecil udah gak mau digendong lagi. Jadi dinikmati saja.

Olah raga dan beristirahat yang cukup
Hhmm…terdengar cukup sulit untuk dilakukan namun bukan hal yang mustahil. Olah raga membuat badan terasa lebih segar & membantu penurunan berat badan. Kepercayaan diri akan membantu kelancaran proses menyusui. Istirahat juga sangat diperlukan. Istirahatlah saat bayi tertidur lelap.

Kontrol ke dokter anak
Selain untuk vaksin, kontrol juga diperlukan untuk memantau kenaikan berat badan anak dan mendapatkan dukungan serta masukan dari dokter.

Yang paling penting dari semuanya itu adalah tetap semangat dan selalu berpikir positif!

Ditulis dalam rangka memperingati ulang bulan putra saya. Makasih kepada semua yang sudah mendukung: suami, anak pertamaku, orang tua dan mertua, nanny, dokter dan perawat, serta teman-teman.

Leave a comment »

Cover me strap: semua bisa jadi penutup menyusui

image

Kain bedong multifungsi, dapat digunakan sebagai alas kasur dan penutup menyusui dengan bantuan cover me strap

Satu lagi barang unik yang membuat menyusui menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Cover me strap hanya terdiri dari sebuah tali yang kedua ujungnya dipasang klip untuk ‘menggigit’ kain. Panjang tali dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Cukup pasangkan klip pada sehelai kain apapun, kalungkan di leher, siap digunakan jadi penutup menyusui. Cek http://www.covermestrap.com untuk info lebih lanjut.

Leave a comment »

Baju mungil motif jerapah (saat bayi tidak ikut pulang ke rumah)

Baju menyusui…ada!
Maternity pads…ada!
Disposable maternity pants…ada!
Baju bayi saat keluar RS…ada!

image

Melihat baju bayi yang kecil mungil motif jerapah, lengkap dengan topi, kaos kaki, dan bedong yang senada. Wih…bener-bener gak sabar untuk memeluk dan membawa si kecil pulang ke rumah.

Lengkap sudah tas bersalin,
Siap sedia setiap saat untuk melahirkan dan melihat wajah si kecil.

Oeekk oeekkk!!
Tangisan bayi memenuhi ruangan operasi.
Indahnya saat itu…
Apalagi saat ibu diberi kesempatan untuk memeluk malaikat kecil ku.

Tak sabar rasanya ingin terus memeluknya, membelai kulitnya yang lembut, merasakan genggaman tangannya yang erat.
Namun apa daya nasib berkehendak lain…bayi kecil yang teramat sehat, mendadak sesak nafas dan harus mendapat perawatan intensif dengan berbagai alat bantu.

Ibu yang masih dalam masa pemulihan, seakan tidak sungguh menyadari apa yang terjadi. Yang ia tau hanyalah malam itu hanya ada ia dan suami…malaikat kecilnya sedang berjuang untuk hidup.

Saat ibu pulang ke rumah tanpa si kecil, terasa kehampaan yang amat sangat.
Melihat baju mungil motif jerapah yang dibawa pulang kembali, melihat kasur bayi yang kosong…ibu dihadapkan pada kenyataan yang sangat pahit.

Rupanya kehadiranmu, walaupun masih di dalam kandungan, sudah sangat terasa.
Rumah saat sepi tanpa kehadiranmu, anakku.

Tak ada yang bisa ibu lakukan selain pasrah pada Yang Mahakuasa dan paramedis, berdoa, dan berusaha memproduksi ASI setetes demi setetes demi kesehatanmu.

Sharing pengalaman dari teman-teman yang pernah mengalami nasib yang sama, sungguh sangat menguatkan.
Pertanyaan “Mana bayinya? Kok bisa? Kenapa?” sungguh sangat menyiksa. Ingin rasanya mengucilkan diri.

Hari demi hari terasa sangat lama.
Mengintip malaikat kecilku yang gigih berjuang.
Teringat air mata yang mengalir deras saat ibu punya kesempatan untuk mendekapmu erat.

12 hari berlalu, akhirnya dokter mengijinkanmu pulang.
Sukacita terasa saat membawa kembali baju mungil motif jerapah ke RS.
Betapa indah saat menerima malaikat kecil dalam dekapanku.

Terima kasih Tuhan, Kau telah menemani kami menjalani 12 hari yang sangat berat.
Kami percaya bahwa hanya orang kuat yang diberi cobaan dan tidak ada beban yang melebihi kemampuan seseorang.

4 Comments »

4 produk perawatan wajib punya untuk ibu hamil

image

Hamil lagiiiiiii!!!! Waktunya kembali melengkapi kamar mandi dengan 4 produk terpercaya yang sudah terbukti efektif pada kehamilan pertama:

1. Clarins stretch mark control
Wajib digunakan sejak dinyatakan positif hamil. Waktu hamil pertama naik 30 kg dan bebas stretch mark. Mudah-mudahan yang kedua ini juga bebas ya…. Untuk info lebih detil tentang menggunaan krim anti stretch mark bisa baca disini: https://rahasiakulitanda.wordpress.com/2015/02/12/stretch-mark-pada-kehamilan-lebih-baik-mencegah-daripada-mengobati/

2. Sabun badan tea tree oil Body Shop
Jerawat di badan sering menjadi masalah bagi ibu hamil. Mandi dengan sabun tea tree oil keluaran Body Shop terbukti ampuh untuk menghilankan jerawat di badan. Ini berlaku juga buat jerawat di badan saat gak hamil. Namun untuk sabun mukanya tidak terbukti ampuh di saya, saya lebih memilih cuci muka dengan sabun lembut biasa.

3. Obat kocok jerawat Acne Feldin untuk wajah
Mengingat sabun muka apapun yang digunakan, jerawat di wajah tetap bermunculan, akhirnya obat kocok Acne Feldin menjadi pilihan. Oleskan tipis pada area wajah yang berjerawat 2x/hari setelah cuci muka. Gunakan kapas agar lebih mudah. Waspada: dapat mengiritasi kulit pada orang yang sensitif. Bila kulit memerah, perih, atau gatal pada 2-3x pemakaian, hentikan dan berobat ke dokter kulit.

4. Baby oil
Selama ini saya gak terlalu paham kegunaan baby oil untuk bayi. Justru malah sangat berguna bagi ibu hamil untuk membersihkan puting. Pada puting ibu hamil biasanya akan tampak semacam kerak atau sisik putih. Bersihkan puting dengan baby oil yang diteteskan di cotton bud 2-3x/minggu. Selain membersihkan puting, tindakan ini dipercaya dapat melunakkan puting dan membebaskan jalan keluar ASI sehingga aliran ASI menjadi lebih lancar.

Semoga kehamilan dan persalinan dapat berjalan lancar, tanpa menyisakan stretch mark atau bekas jerawat. ASI pun juga mengalir dengan lancar (amin!).

Leave a comment »

Yuk belajar bersama susu ultra mimi!

image

Suatu hari saat saya, suami, dan si kecil sibuk sendiri…

Si kecil berkata, “Mommy, look!”
Saya tetap sibuk sendiri.
Si kecil ngotot, “Mommy, look!” sambil memutar paksa kepala saya.

Ia memegang susu ultra mimi dan menunjuk gambar kepik merah sambil berucap, “Ini”, lalu menunjuk tulisan red sambil berucap, “Sama kayak ini”.

“Wow!” saya berdecak kagum. Dengan sedikit rasa tidak percaya bahwa si kecil yang baru berusia 3 tahun lebih 1 bulan sudah paham akan maksud permainan itu dan dapat menunjuk dengan benar. Saya tes satu per satu dan memang ia paham benar. Bahkan bisa menggambar garis penghubung diantaranya.

Memang setiap hari si kecil bertambah besar dan bertambah pandai…tapi tetap saja hal kecil seperti ini merupakan kejutan yang menyenangkan.

Lumayan juga beli susu ultra mimi…rasa tidak terlalu manis, harga bersahabat, kalori cukup tinggi, dan ada permainan edukatif dibaliknya.

Leave a comment »

Sewa freezer untuk menyimpan ASI

Hi moms,

Kali ini saya dapat info dari sesama mommy mengenai tempat penyewaan freezer untuk menyimpan ASI. Hanya 100 ribu/ bulan, minimal sewa 3 bulan, daya 100 watt, dan mampu menampung ASI minimal 100 liter.

image

Cek saja http://www.sewafreezerasi.com atau hubungi mereka di 081553328867.

Leave a comment »