hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Keajaiban ASI: anak gemuk, ibu langsing

Saya percaya bahwa bayi yang saat lahir langsung dirawat terpisah dari bapak ibunya, rindu akan kehangatan. Apalagi bila dirawat di NICU selama 12 hari dan sempat ditidurkan untuk pemasangan ventilator. Target kenaikan berat badan 250 gram/minggu mustahil terjadi.

image

Saat bayi keluar dari NICU adalah waktunya mengejar ketinggalan…itulah yang sedang saya lakukan saat ini. Hasilnya lumayan…berat badan bayi meningkat sesuai dengan usia, bahkan mampu mengejar ketinggalannya saat dirawat di NICU. Lihat perbandingannya pada foto di atas. Saya percaya semua berkat dari ASI dan kontak dari kulit ke kulit (skin to skin contact). Oleh karena itu saya melakukan berbagai cara untuk mempertahankan produksi ASI. Bukan hal yang mudah…diawali dari kolustrum yang hanya sebesar kepala jarum pentul, hingga akhirnya banjir ASI.

image

Hari 0-1 ASI gak keluar, hari 2 keluar seukuran kepala jarum pentul, makin lama makin banyak

Berikut tips dari saya:

Tetap tenang
Kadang melihat anak kurus setelah dirawat bikin orang tua stress. Kendalikan emosi dan percaya bahwa semua akan berjalan dengan baik. Ibu tenang, anak juga akan merasa tenang.

Pentingnya dukungan
Dukungan dari orang-orang terdekat sangat penting. Mulai dari suami, keluarga, sampai pada pembantu rumah tangga. Jasa konselor laktasi yang dapat dipanggil ke rumah juga sangat membantu.

Kerjasama yang baik antara ibu dan anak
Menyusui bukanlah hal yang mudah. Prinsip yang saya pegang adalah ibu dan anak sama-sama melalui proses belajar sehingga harus sabar dan telaten.

Selective hearing
“Anaknya kecil tuh, ASInya kurang gizinya kali. Mending pakai formula aja.” Kadang komentar negatif sering menjatuhkan mental. Mulailah belajar mendengar selektif. Dengar yang perlu didengar, ucapan yang negatif masuk kuping kiri, keluar kuping kanan.

image

Konsumsi makanan sehat dan dipercaya mampu meningkatkan produksi ASI
Dalam 1 hari saya meminum 1 liter susu kacang kedelai, 1 mangkok sayur daun katuk, 1 liter air putih, dan suplemen lancar ASI 3x/ hari. Saya memang menghindar produk yang mudah menyebabkan alergi seperti susu dan turunannya serta kacang-kacangan. Hasilnya produksi ASI lancar, punya stok di freezer, berat badan sudah turun 11 kg.

Rajin menyusui bayi dan memompa
Semakin banyak ASI yang dikeluarkan, semakin banyak ASI yang diproduksi. Oleh karena itu untuk memperlancar produksi ASI, rajin-rajinlah memompa. Ada istilah power pumping untuk meningkatkan produksi ASI, yakni dengan memompa berkala setiap 1 jam dan memompa bareng saat bayi menyusui.

Sering-seringlah mendekap bayi
Skin to skin contact sangat penting untuk perkembangan balita. Dengan bersentuhan, si bayi merasakan kehangatan orang tuanya. Saya tidak keberatan dengan istilah “bau tangan” karena akan tiba saatnya dimana si kecil udah gak mau digendong lagi. Jadi dinikmati saja.

Olah raga dan beristirahat yang cukup
Hhmm…terdengar cukup sulit untuk dilakukan namun bukan hal yang mustahil. Olah raga membuat badan terasa lebih segar & membantu penurunan berat badan. Kepercayaan diri akan membantu kelancaran proses menyusui. Istirahat juga sangat diperlukan. Istirahatlah saat bayi tertidur lelap.

Kontrol ke dokter anak
Selain untuk vaksin, kontrol juga diperlukan untuk memantau kenaikan berat badan anak dan mendapatkan dukungan serta masukan dari dokter.

Yang paling penting dari semuanya itu adalah tetap semangat dan selalu berpikir positif!

Ditulis dalam rangka memperingati ulang bulan putra saya. Makasih kepada semua yang sudah mendukung: suami, anak pertamaku, orang tua dan mertua, nanny, dokter dan perawat, serta teman-teman.

Leave a comment »

Macetnya Jakartaku

image

Memandang Bundaran HI ditemani secangkir kopi dan iringan musik hidup…Indahnya kota Jakartaku… Kebetulan situasi jalanan lagi ramai lancar.
Ee..eeehhh…..gak lama lagi tampak segerombolan orang menyemut di Bundaran HI dan saat itu juga terjadi kemacetan parah  dari segala arah yang menuju Bundaran HI. Yak! Terjadilah hal yang sudah biasa terjadi di Jakarta….macet total. Memang kemacetan sudah menjadi ciri khas kota Jakarta, mengalahkan Bundaran HI dan Monas… Mbok ya berdemostrasi dengan tertib agar didengarkan masyarakat, bukan malah dikecam.

Suatu kali ada mahasiswa pertukaran dari negeri Belanda bertanya, “I wonder why Jakarta people has more than 1 cellphones and they are so busy with their phones.” Setelah 3 bulan hidup di Jakarta, dia berucap, “Now I understand why…you spend half of your life in the traffic, no wonder you are so busy with cellphones… They entertain you and they keep you sane!”

Kapan ya kotaku ini akan berubah menjadi kota yang aman, nyaman, dan tertib?

Leave a comment »

Ibu adalah anugerah sekaligus pengorbanan tanpa akhir

Saat tes kehamilan memberi hasil positif, saat itu pula seorang wanita dituntut untuk memiliki hati seluas lapangan bola dan selembut sutra, ditambah dengan sedikit kedisiplinan.
Persalinan adalah akhir dari perut dan hidung bengkak, sekaligus awal dari tantangan seumur hidup yang tak akan pernah sirna.
Rasa lelah yang menyambar seperti petir di siang hari, tak sebanding dengan kebahagiaan saat melihat seringai jenaka si kecil.
Menjadi seorang ibu adalah sebuah anugerah dan juga sebuah pengorbanan.

Saat si kecil menumpahkan makanan ke seluruh rumah, memasukkan telpon genggam ke dalam toilet, kencing di sembarang tempat, memaksa anda untuk mendengarkan celotehnya di saat anda hampir tertidur…
Wahai para ibu…jangan merasa putus asa.
Ingatlah bahwa anak itu titipan Tuhan dan Ia tak akan memberi beban melebihi kemampuan kita.
Tetap semangat!

Leave a comment »

Si kecil pandai merayu

Suatu malam si kecil sibuk sendiri…tangan kiri menggenggam dasar pot merah berisi krim malamku, tangan kanan sibuk berjuang membuka tutup ulirnya. Dari seberang kasur aku mewanti-wanti untuk tidak membuka tutupnya karena isi akan berhamburan. Si kecil mengurungkan niatnya, namun mendadak melemparkan pot tersebut ke atas kasur, tutup terbuka, kemudian jatuh ke lantai. Krim malam berwarna oren itu mewarnai kasur dan lantaiku. Kontan aku marah besar. Awalnya si kecil cengengesan seakan-akan tidak terjadi apa-apa. Namun karena melihat aku terus memasang wajah marah, garis bibirnya berubah dari ke atas menjadi ke bawah alias manyun. Si kecil berinisiatif menutup kembali pot merah itu dan mengembalikan ke tempat semula, namun tetap saya krim masih berserakan dimana-mana. Aku mengambil sekotak tisu, kemudian kami berdua berusaha membersihkan noda tersebut, diawali dengan noda di lantai… Apa daya si kecil berinisiatif membersihkan krim di kasur yang alhasil malah membuat noda meluas. Jam menunjukkan pukul 9.30 malam, wajahku semakin datar… Persis saat itu si kecil berlari keluar, lalu kembali dengan membawa kue pelangi dan menyuapi saya. Ditambah dengan pelukan, ciuman, dan kedua tangan posisi pai-pai pertanda minta maaf, luluh hatiku…

Image

Noda dimana-mana padahal baru ganti sprei pagi harinya

Leave a comment »

Matahari terbenam hari mulai malam…

Kuliah, menikmati sup tom yum bersama para sista di Tamnak Thai, belajar di Starbucks…tak terasa adzan maghrib sudah tiba. BB berbunyi menandakan ada 1 pesan masuk, ternyata pesan berupa foto si kecil sedang menunggu di rumah. Pilu hati rasanya…nasib ibu yang masih kuliah dan tetep pengen eksis di lingkungan sosial. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengerjakan tugas apapun di rumah…ingin menghabiskan waktu bersama si kecil. Berbekal raspberry steamed milk, saya melangkah pulang.

IMG-20130411-00265Sesampainya di rumah, si kecil sedang malas-malasan bersama si nanny sambil menonton JimJam. Terbersit di dalam hati “Harusnya saya yang berada di posisi si nanny”. Si kecil tertarik dengan gelas kertas putih berlabel hijau di tanganku. Kami menikmati raspberry steamed milk bersama sampai si kecil bosan dan menumpahkan susu ke segala penjuru ruangan.

Saya meminta si nanny untuk membersihkan ruangan dan saya membawa si kecil naik ke kamar. Memberikan sikat gigi kepada si kecil, melepas baju, cuci tangan dan kaki, ganti popok, memasangkan baju tidur winnie the pooh, memasangkan sleeping bag, goodnight kiss from mommy and daddy, & menaruh si kecil di dalam ranjangnya.

???????????????????????????????Memandang si kecil berputar-putar di ranjang, membenturkan kepala ke dinding ranjang, mencium blake (teddy bear kesayangan), angry bird, bunny, dan elmo dengan suara “eemmm…muah”. Walau mengantuk, mata si kecil masih berbinar-binar jenaka. Setelah mengucap syukur untuk hari ini, saya melantunkan sebuah lagu masa kecil:

Matahari terbenam hari mulai malam, terdengar burung hantu suaranya merdu…kukuuu kukuu kuku kuku kuku…kukuu kukuu kuku kuku kuku…

Seiring dengan berakhirnya lagu, burung dodo pun mengepak-ngepakan sayapnya sambil mengucapkan selamat tinggal, si kecil pun menutup matanya.

Menatap si kecil beberapa waktu…saya tersenyum puas dan bahagia. Lega rasanya…sekarang waktunya mandi, buka laptop dan buka buku…

Leave a comment »

Beda buntut, beda yang dicari…

Suatu hari di ballroom hotel Trans Luxury Bandung, saya dan 2 teman wanita saya sedang mengikuti seminar. Dikala kejenuhan melanda, kami sibuk bermain dengan gadget kami masing-masing. Saat saling mengintip, terlihat bahwa saya yang saat itu pergi sendiri sibuk mencari outlet yang menarik. Teman yang berdua dengan suami sibuk melihat jadwal film bioskop. Sedangkan teman yang pergi dengan suami + 3 buntut sibuk melihat harga tiket masuk Trans Studio Bandung! Hahahaha….emang bener kalau beda buntut, beda yang dicari…

Leave a comment »

How can I not love you

Saat kugendong anakku, kutatap wajahnya yang tersenyum jenaka dengan 2 buah gigi depan menyembul dari mulutnya… Tak terasa bulir-bulir air mata menetes dengan derasnya. Si kecil memainkan air mataku sambil tersenyum-senyum…

Oh Tuhan…tanggung jawab apakah ini yang Kau berikan padaKu? Manusia kecil dihadapanku saat ini? Apakah aku sanggup mendidik, mencintai, dan menyayangi dia? Apakah aku sanggup menjadi ibu yang baik seperti janji yang pernah kuucap di hadapanMu dulu?

Dia yang begitu lucu, pintar, dan menggemaskan. Namun kadang tingkahnya aduhaaiiiiii nakalnya….sampai bikin kepala mau pecah, stok baju habis *dimuntahin, diilerin* dan salep anti memar juga habis.

Memandang anakku yang saat ini berusaha untuk tidur sendiri bagai anak besar. Geliat-geliut mencari posisi nyaman…sambil sesekali membuka mata untuk memastikan aku masih ada disana…sampai akhirnya kedua mata jenaka itu tertutup dan kedua bokong menyembul ke atas.

Ada sebuah ucapan dari seorang pastur yang sangat berkesan… “Saat Tuhan memberikan seorang pasangan hidup untuk kamu, Tuhan yakin kalau ia adalah orang yang tepat untuk kamu. Saat Tuhan menitipkan seorang anak pada kamu, ia yakin bahwa bagaimanapun juga kamu pasti mampu mendidik dan membesarkan anak itu.” Sebuah senyum tipis tersungging diwajahku saat mendengarnya *terbayang wajah si kecil yang dengan bangganya meneteskan susu ke seluruh ruangan*

Oh bunny boy…how can I not love you?

Leave a comment »