hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

P3K: menangani lengan patah/ terkilir pada anak

Saat bapak menggendong si kakak naik tangga, tiba-tiba si bapak merasa tertarik ke belakang seperti ada yang menahan. Tak lama kemudian si kakak menjerit dan menangis meraung tanpa henti. Kakak dibaringkan di ranjang, lengan kiri tampak terkulai lemas tidak berdaya, tidak dapat digerakkan karena sakit.

Respons pertama sebagai orang tua: PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK. Walaupun saya seorang dokter.

Berikut tips menghadapi kasus seperti ini:

  1. Tetap tenang. Tarik nafas panjang. Panggil bantuan. Saat itu suami langsung memanggil saya untuk masuk ke kamar.
  2. Tulang yang patah/ terkilir akan sangat sakit bila digerakkan. Jadi jangan coba menggerakkan tangan/ kaki yang cedera, sekalipun posisinya tidak normal/ tidak lazim (justru lebih memperbesar kemungkinan tulang patah/ geser). 
  3. Biarkan anak dalam posisi senyaman mungkin. Anjurkan anak untuk tetap tenang, jangan meronta atau menangis atau bergerak-gerak. Sampaikan bila diam saja, tidak akan muncul rasa sakit. Dengan bisikan lembut, usahakan anak tertidur…karena bila anak tenang, kita akan lebih bisa berpikir jernih langkah selanjutnya.
  4. Patah tulang/ tulang geser merupakan kasus gawat darurat sehingga harus dibawa ke rumah sakit segera. Bila sudah malam, bawa ke gawat darurat. Jadi putuskan RS tujuan. Sebaiknya di RS tersedia sarana rontgen dan ada dokter spesialis tulang/ ortopedi.
  5. Cari papan tipis yang kaku dan kain panjang untuk mempertahankan tangan pada posisinya dan untuk meminimalisasi pergerakan (ingat bahwa tangan sakit bila digerakkan). Saat itu saya menggunakan karton tebal dan 2 buah stoking. Spalk/ pembebatan harus mencakup seluruh tulang yang diduga patah. Misalnya di kasus ini yang diduga adalah sendi bahu, lengan atas, siku atau lengan bawah…nah spalk yang dipasang harus mulai dari bahu sampai pergelangan tangan.
  6. Kemasi barang untuk ke RS: pakaian ganti kancing depan, jaket (di IGD sering dingin), makanan & minuman kesukaan anak (untuk mengisi perut & sogokan saat diperiksa), mainan yang bisa dimainin dengan 1 tangan, gadget untuk pasang musik selama menunggu.
  7. Saat di RS ikuti prosedur. Bagian tersulit saat harus di foto rontgen dari berbagai posisi dan saat dokter memeriksa pergerakkan lengan. Ya kita harus pinter-pinter merayu si anak agar didapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Saat itu saya lari ke IGD RSCM Kencana. Setelah 2.5 jam, si kakak dinyatakan hanya keseleo (sprain), tidak ada patah tulang/ geser. Kakak diharuskan untuk memakai arm sling atau gendongan tangan selama 1 bulan. Arm sling bermotif untuk anak bisa dibeli melalui IG: bellcestaro atau babybee_closet.

Leave a comment »

Merayakan HUT di MONAS

Tugu Monas

Lokasi sekolah dekat dengan MONAS, membuat anak-anak ingin sekali ke MONAS. Itulah yang membuat saya terinspirasi untuk merayakan HUT anak disana. Setelah pulang sekolah, anak-anak TK A ini digiring ke Yoshinoya dekat sekolah untuk makan siang, tiup lilin, lalu berangkat ke MONAS.
Tempat parkir

Petunjuk menuju area parkir Monas. Terletak di sebrang Balai Kota.

MONAS memang luas dan banyak orang mempertanyakan dimana tempat parkirnya. Tapi jangan bingung, tempat parkir hanya 1 yang terletak di sisi Balai Kota. Ada petunjuk bertulisan “Parkir IRTI” seperti terlihat di gambar. Lahan parkir luas, bebas calo, bayar Rp 3000/ jam.
Menuju MONAS – Pasar Lenggang Jakarta

Pasar Lenggang Jakarta yang merupakan gerbang masuk ke Monas

Setelah masuk parkiran, tidak ada petunjuk harus berjalan ke arah mana. Kami juga sempat kebingungan. Rupanya ada satu area seperti pasar tempat menjual baju dan souvenir…nah berjalanlah masuk melewati aneka kios tersebut sambil bertanya arah menuju MONAS. Area pasar tersebut disebut Pasar Lenggang Jakarta.
Nah disitu Anda bisa membeli aneka souvenir MONAS, misalnya baju, gantungan baju, patung. Di kawasan tersebut juga terdapat food court yang untuk membeli makanan harus menggunakan mandiri e-money. Cukup rapih, bersih dan teratur.

Masih menuju MONAS – masuk ke halaman MONAS

Di ujung pasar terlihat pagar hijau yang membatasi pasar dengan halaman MONAS. Jalan terus melewati pagar, belok kanan…taraaaa!!! Terlihat Tugu MONAS yang menjulang tinggi. Sempatkan waktu sejenak untuk berfoto disitu.

Menunggu odong-odong. Pengunjung lain banyak yang berebut. Harus hati-hati apalagi bila membawa anak.

Ada 2 cara menuju Tugu MONAS: jalan kaki atau naik odong-odong (semacam kereta api kecil). Odong-odong khusus untuk pengunjung yang mau masuk ke dalam gedung MONAS, disediakan secara cuma-cuma. Ada 2 kereta dengan kapasitas cukup besar sehingga menunggu tidak terlalu lama.
Menuju MONAS – pintu gerbang ke dalam Tugu MONAS

Odong-odong akan berhenti persis di depan pintu gerbang ke dalam Tugu Monas. Tujuan gak sampai-sampai nih…jauh juga ternyata. Rombongan duduk santai di depan gerbang sambil berfoto asik dengan Tugu MONAS.

Dari sini harus turun tangga untuk membeli tiket, baru masuk ke dalam terowongan bawah tanah

Setelah puas berfoto, kami turun tangga masuk ke basement. Tiba di basement, disambut loker untuk membeli tiket. Tiket berupa kartu JAKCARD. Beli tiket rombongan minimal 30 orang (dewasa dan anak) jauh lebih murah, 1 rombongan hanya perlu 1 buah kartu.
Menuju MONAS – terowongan panjang

Terowongan panjang

Sekarang saatnya menyusuri terowongan panjang yang tidak kunjung berakhir. Lumayan adem di dalam terowongan dan lalu lintasnya sepi, jadi cukup nyaman. Sampai di akhir terowongan, kita harus menunjukkan tiket, baru boleh naik tangga keluar. Sampai keluar….tadaaaa!!!! Sampailah kita di halaman dalam MONAS. Perjalanan belum berakhir disini…kan mau ke puncak MONAS.
Menuju puncak MONAS – masuk ke area diorama

Ikuti jalur yang tersedia (dibatasi pagar aluminium)…turun tangga masuk ke dalam basement MONAS. Di basement terdapat diorama jaman perjuangan. Namun kunjungan kali ini kami tidak melihat diorama karena tujuan utama ke puncak MONAS dan anak usia 5 tahun masih kurang paham. 
Menuju puncak MONAS – antri lift

Antrian menuju lift

Kami mencari tangga naik ke arah lift. Naik tangga lagi…sampailah ke pelataran MONAS…langsung disambut antrian menuju ke lift. Saat kami datang, antrian tidak terlalu panjang, hanya memakan waktu hampir 1 jam. Harap maklum, pengunjung MONAS 1400-1600 orang/ hari sedangkan kapasitas lift hanya 13 orang dan hanya ada 1 lift.
Karena rombongan, kami cukup menggunakan 1 buah JAKCARD untuk masuk ke dalam lift. Kalau perorangan, setiap orang harus memindai kartu masing-masing. Lumayan mempercepat proses.

Tiba di puncak MONAS

Yes akhirnya tiba juga! Di atas anginnya sangat kencang, mata sampai sulit dibuka karena terkena hembusan angin. Anak-anak yang sudah mulai rewel akibat antri lama pun menjadi semangat kembali. Berlomba-lomba mengintip melalui teropong walaupun kurang tinggi. Tidak berlama-lama di atas, kami bikin foto lalu turun.

Suasana di Puncak Monas. Angin berhembus kencang.

Antrian turun tidak panjang. Turunnya pun di cawan MONAS, bukan di tempat antri lift. Sampai di cawan MONAS, kami berfoto 1x lagi, lalu turun tangga sampai ke tempat antri lift.

Berfoto di Cawan Monas

Perjalanan keluar dari MONAS
Bila mau langsung keluar tanpa melalui area diorama, tanyakan pintu keluar pada petugas. Jadi bisa langsung keluar ke halaman dalam MONAS tanpa harus naik-turun tangga ke area diorama.

Dari situ, ikutin jalur saat masuk tadi: telusuri terowongan, lalu naik odong-odong sampai ke pasar, kembali ke parkiran.

Kami membeli minum di food court. Khusus minuman bisa langsung dibeli tunai tanpa mandiri e-money. Anda gak akan menemukan minuman dijual di warung karena semua sudah disentralisasi di food court.

Berfoto dengan seniman kaki lima yang bisa duduk di udara

Setelah itu anak-anak berfoto dengan seniman kaki lima. Seniman berseragam tentara, yang bisa duduk tanpa alas duduk (melayang). Anak-anak bisa menggunakan atribut yang disediakan. Tentunya setelah berfoto, berikan uang jasa ala kadarnya. Anak-anak sangat senang.

Tips & trik tamasya ke MONAS membawa anak-anak 

  • Usahakan anak dalam keadaan sehat, tidak mengantuk dan kenyang
  • Tidak disarankan membawa stoller karena naik-turun tangga banyak sekali dan lift pun sangat sempit
  • Bawa jaket untuk di puncak MONAS
  • Bawa minuman dan snack secukupnya karena makan/minum tidak dilarang dan antri cukup lama
  • Bawa kipas disarankan karena panas saat antri
  • Gunakan sepatu yang nyaman karena perjalanan panjang
  • Pastikan jumlah orang dewasa cukup untuk mengawasi anak karena pengunjung cukup padat dan rentan terpisah
Leave a comment »