hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Perjalanan singkat ke Chicago, kota berangin

image

Chicago: klasik, indah dan berangin

Di bulan Oktober 2015 saya berkesempatan pergi ke Chicago dalam rangka seminar kedokteran. Anak-anak tidak diajak (4 tahun dan 4 bulan) karena waktu tempuh yang panjang (24 jam) dan disana hanya 7 hari. Dari pengalaman, anak ‘sembuh’ dari jetlag Jakarta-Los Angeles selama 3 hari.

Di Chicago saya sempat berkeliling dengan keponakan (bayi dan balita). Berikut beberapa hal yang penting untuk diketahui bila berpergian dengan balita ke Chicago.

Chicago the windy city
Dari sebutannya, terlihat bahwa Chicago kota yang sangat berangin. Cek cuaca dan suhu udara sebelum berangkat. Siapkan baju jaket, jaket anti angin (wind breaker), topi kupluk (beanie), dan atribut lain untuk menghangatkan badan.

Transportasi umum
Chicago terkenal dengan bangunan-bangunan tua yang indah dan transportasi publik yang baik. Perjalanan kali ini kami hanya sempat menggunakan go shuttle dari dan ke airport, taxi darat dan taxi air (water taxi). Go shuttle dapat dipesan sebelumnya melalui internet. Praktis dan ekonomis, dari airport diantar langsung ke hotel & saat pulang dijemput dari hotel. Gunakan sepatu yang nyaman untuk berjalan karena banyak jalan kaki.

Banyak mini market
Seperti layaknya kota lain diAmerika, di Chicago banyak mini market yang menjual aneka keperluan bayi (popok, tisu basah, susu).

image

Naik kapal menyusui sungai Chicago
Kota Chicago dilalui oleh sungai. Ada taksi air (water taxi) yang berangkat dari dan ke The Michigan Avenue Bridge dan Navy Pier.

Dari The Michigan Avenue Bridge juga terdapat tur keliling kota Chicago dari kapal, yaitu Architecture river tours and Classic lake tour. Tur ini memakan waktu lama (hampir 2 jam) dan sangat membosankan bagi anak karena dijelaskan mengenai bangunan bersejarah. Transportasi air ini dikelola oleh Shoreline sightseeing (http://www.shorelinesightseeing.com)

image

Bermain di dermaga Navy Pier
Salah satu tujuan wisata yang terkenal adalah Navy Pier yang dapat dicapai dengan taksi darat atau air. Disana terdapat Chicago Children’s Museum dan berbagai toko yang menjual souvenir khas Chicago. Anak-anak tidak masuk ke dalam museum karena kami merasa mereka terlalu kecil untuk dapat menikmati museum. Pun waktu juga sangat terbatas. http://www.navypier.com

Disana kami mencoba pizza tebal khas Chicago (deep dish pizza) yang sangat lezat…terutama bagi pencinta keju. Kami mencoba BBQ chicken & meat and meat. Disana kami juga membeli Garrett popcorn yang merupakan cemilan khas Chicago. Rasa sama dengan gerai di Singapura.

Melihat aneka satwa laut di Shedd Aquarium
“Hah? Masa bangunan klasik begitu dalamnya akuarium?” itu adalah kesan pertama kami saat melihat Shedd aquarium dan ternyata memang bener di dalamnya sangat luas. Disana kita dapat melihat aneka satwa laut dari berbagai belahan dunia. Cukup unik karena satwa yang ditampilkan berbeda dengan di sea world Jakarta.

image

Biaya masuk USD 8/ orang hanya untuk melihat galeri. Dikenakan biaya tambahan untuk melihat show atau menyentuh binatang. Mereka pun menjual paket semacam tiket terusan. Di lantai paling bawah ada area bermain anak yang sangat seru. Selain dapat menyentuh terumbu karang warna-warni, anak dapat bermain di kapal selam dan melihat Beluga whale (lumba-lumba berkepala besar). http://www.sheddaquarium.com

Untuk mencapai akuarium ini dapat menggunakan taksi darat atau taksi air yang berangkat dari Navy Pier. Rute taksi air: The Michigan Avenue Bridge ke Navy Pier, tukar kapal yang menuju ke Shedd akuarium. Tiket dapat dibeli di awal sekalian. Perjalanan hanya memakan waktu 30 menit.

Pusat belanja di Magnificent Mile (distrik Michigan Avenue)
Lokasi hotel kami, Hyatt Regency sangat strategis dan dapat berjalan kaki ke pusat belanja di . Aneka toko dapat ditemukan di sepanjang jalan, yaaa semacam Orchard Road di Singapura. Ada Disney Store yang menjual aneka karakter Disney dengan tulisan “Chicago”. http://www.magnificentmile.com

Anak dan bayi tidak perlu menggunakan car seat di transportasi umum
Negara bagian Illinois, dimana Chicago berada, tidak mewajibkan car seat untuk anak dan bayi.

Jangan mencoba jalan kaki ke tempat yang jauh dari area turis
Jalanan di Chicago sangat unik karena berlapis-lapis. Pejalan kaki yang tidak familiar bisa kebingungan karena terputar-putar dan banyak jalanan/ tangga/ jembatan yang ditutup. Bila tersesat sebaiknya banyak bertanya atau segera hentikan taksi untuk membawa anda ke tempat yang familiar.

Taksi dapat berhenti dimanapun
Kota Chicago rada ‘asal’, mirip dengan Jakarta. Taksi bisa dihentikan di mana saja, pejalan kaki tidak didahulukan oleh pengendara mobil, dan suka ada yang nyelak antrian. Ya tentunya gak mengejutkan buat kita warga Jakarta.

image

Kota seni dan budaya
Chicago terkenal dengan arsitektur bangunan yang klasik dan indah. Juga berbagai pementasan seni seperti teater Broadway dan musik jazz. Sayang sekali perjalanan kali ini kami tidak bisa menikmati karena banyak anak. Lain kali semoga bisa balik lagi kesana.

Tiga kata untuk Chicago: klasik, indah dan berangin. Apakah saya akan kembali kesana membawa anak: tentu saja.

Semoga bermanfaat!

http://www.goairportshuttle.com
http://www.chicagoregency.hyatt.com
http://www.magnificentmile.com
http://www.shorelinesightseeing.com
http://www.navypier.com
http://www.sheddaquarium.com

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Leave a comment »

Hiburan untuk anak di Banjarmasin

Banjarmasin identik dengan wisata kulinernya yang luar biasa. Namun bagaimana bila membawa anak-anak ke Banjarmasin? Kota yang panas, sebagian besar tempat makan enak justru kecil – tanpa AC – jorok dikit. Berikut 6 tips membawa anak kecil ke Banjarmasin:

1) Bawa baju tipis yang menyerap keringat, celana pendek, dan sepatu sandal/ sandal jepit

2) Bawa air minum yang banyak agar tidak dehidrasi

3) Bawa hiburan (mainan/ buku) supaya anak betah di restoran

4) Bawa kipas sangat membantu

5) Makanan khas Banjar rata-rata menggunakan saos merah yang manis atau santan. Ada juga bakso, bebek panggang, dan soto banjar yang bening. Bila anak susah makan, bawalah makanan praktis dari rumah misalnya abon.

6) Hiburan yang bisa dilakukan adalah naik perahu klotok (perahu tradisional dengan mesin) mengelilingi sungai, sekaligus mampir ke Pulau Kembang (pulau monyet). Perahu berangkat dari pasar terapung Siring yang terletak di tengah kota. Hiburan lain seperti ke pasar terapung Lobakintan, ke jembatan Barito atau ke Martapura lebih jauh untuk anak.

Naik klotok
Klotok yang kami sewa seharga 300 ribu rupiah bersih dan dialasi karpet. Atap klotok sangat pendek, bahkan anak kecil pun harus menunduk. Perjalanan ke Pulau Kembang memakan waktu 45 menit. Melewati perkampungan tradisional yang terletak di bantaran kali, dimana penghuninya mandi-cuci piring-berenang ya di kali. Anak-anak bisa melihat kehidupan yang lain dari kehidupan kota. Mereka bisa belajar mensyukuri kehidupan.
image

Selama perjalanan dapat bertemu dengan kapal-kapal kecil yang menjual aneka sayur, buah, bahkan kue. Yang unik dari penjual kue adalah kue harus diambil sendiri oleh pembeli menggunakan tongkat dengan paku tajam diujungnya. Cukup unik, cuma rada was-was juga untuk dimakan karena kue tidak tertutup apapun. Kami sempat membeli pisang untuk dibagikan ke monyet.
image

Pulau Kembang
Kami tiba di Pulau Kembang sekitar jam 12. Saat itu monyet-monyet sudah kenyang memakan makanan yang dibawa oleh wisatawan pagi, sehingga keadaan cukup aman terkendali. Konon bila datang pagi, para monyet akan menyerbu turis, bahkan sampai berenang dan masuk ke dalam kapal untuk mengambil makanan.
image

Dengan biaya 7500 rupiah/orang, kami masuk dengan bimbingan pemandu. Pemandu membawa tongkat untuk mengusir monyet nakal. Sambil memasuki hutan, kami menirukan suara monyet untuk memancing mereka keluar. Tidak lama kemudian satu per satu monyet mulai bermunculan. Mereka cukup bersahabat dan dapat mengambil pisang langsung dari tangan si kecil. Tetap saja kita harus melepaskan semua benda yang dapat direnggut, misalnya topi, kacamata, anting, dll. Saya menggunakan kamera hanya sesekali.

Walaupun panas dan berkeringat, si kecil sangat menikmati pengalaman ini.

dr. Rachel Djuanda, SpKK

Leave a comment »

Bermain sambil belajar di Perpustakaan Umum Daerah Propinsi DKI Jakarta

Kali ini saya mengajak anak-anak mampir ke perpustakaan umum yang lagi beken di media sosial. Terletak di dalam kawasan Taman Ismail Marzuki, perpustakaan ini sangat menyenangkan.

Pengunjung tidak perlu membayar apapun untuk masuk, membaca dan bermain, menjadi anggota dan meminjam buku. Sistemnya pun sudah canggih. Peminjaman buku dapat dilakukan sendiri menggunakan mesin.

image

Pengunjung tidak diijinkan membawa tas, makanan atau minuman. Namun disana disediakan loker dan tas transparan secara cuma-cuma untuk membawa barang-barang penting.

image

Perpustakaan anak sekaligus tempat bermain terletak di lantai 2. Koleksi buku cukup banyak dan bervariasi. Tempat main pun cukup menyenangkan, ada 2 area: indoor dan semi outdoor. Namun sayang sudah banyak mainan yang rusak dan kotor. Saya menyebut area bermain “semi indoor” karena ruangan tertutup namun bagian atas menggunakan kaca tembus pandang sehingga sangat panas. Tapi namanya juga anak-anak, tetap saja senang bermain-main. Area bermain semi indoor tutup lebih cepat setiap hari.

image

Yuk tingkatkan gemar membaca bagi anak!

Perpustakaan Umum Daerah Propinsi DKI Jakarta

Lokasi:
Kawasan Taman Ismail Marzuki
Jalan Cikini Raya No.73, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10330

Jam buka:
Senin-Jumat pukul 09.00-20.00
(Area bermain hingga pukul 17.00)

Sabtu-Minggu pukul 09.00-18.00
(Area bermain hingga pukul 16.00)

dr. Rachel Djuanda, SpKK

2 Comments »