hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Thoughtful gift for mommies

Menurut saya pekerjaan sebagai ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan terberat loh… Di dalam rumah terus atau paling antar-jemput anak, rambut kucel kuku tak terawat karena gak ada waktu untuk perawatan, dan yang paling menyedihkan adalah gak ada gajinya hehehe. Sebenernya gaji yang tak ternilai itu adalah melihat si kecil tumbuh sehat dan senang. Namun yang namanya perempuan…rindu belanja, rindu perawatan, suka hadiah, butuh hiburan.

Persis di puncak kelelahan saya balik dari liburan ke Bali tanpa babysitter dan kencan berdua si kecil di dalam pesawat, saya menerima sebuah kado yang sangat menyentuh hati. Kesan pertama tampak membingungkan…kok ada sabun cair, body lotion, penghilang bercak hitam di sekitar mata, body scrub, hair mask, dan coklat…dimasukkan ke dalam wadah manis merk kesukaan saya “SCOOP”. Di dalam kartu tertulis sebuah kalimat sederhana Here’s a little something for your precious “ME” time. Oh…akhirnya ada yang mengerti juga kebutuhan seorang ibu-ibu seperti saya.

Yang lucunya adalah si pemberi kado ini adalah orang yang belum menikah (apalagi punya anak)… But she’s a thoughtful person… waktu nikah, saya mendapat kado 1 buah buku resep Jamie Oliver lengkap dengan olive oil, balsamic, dan black pepper. Bener-bener siap digunakan dan memang buku itu menjadi buku favorit saya sampai saat ini.

Thank you my friend for the thoughtful gift.

Advertisements
Leave a comment »

100 menit bersama si kecil (di dalam pesawat)

“Pesawat tujuan Denpasar mengalami keterlambatan selama 45-60 menit dari sekarang”… Lemah lunglai diriku mendengarnya… Baru saja si kecil tertidur dengan manisnya di dalam Manduca. Hitung-hitung perjalanan menuju Denpasar memakan waktu 100 menit…yah sesuai dengan jam bobo sore si kecil. Maklum…kali ini saya pergi hanya berdua saja. Berhari-hari saya memikirkan apa yang harus dibawa, pemilihan tas, dsb dsb agar perjalanan menjadi lebih praktis. Ternyata kekhawatiwaran saya sungguh terjadi…si kecil terbangun persis saat waktu masuk pesawat. Kepasrahan diiringi doa menemani saya selama 100 menit ke depan…100 menit terpanjang dalam hidup saya… Prinsip yang saya pegang adalah “Yang penting sampai ke tujuan dengan selamat”

Disini saya ingin berbagi tips & trik membawa terbang si kecil balita yang sudah bisa berjalan. Maklum…bukan saja menuju Denpasar, perjalanan pulangnya pun si kecil tidak tidur sepanjang jalan.

  1. Minta kursi di sisi jalan dan dekat dengan toilet. Hal ini akan mempermudah Anda bila si kecil harus ganti popok atau hanya sekedar ingin jalan-jalan.
  2. Saat masuk pesawat dan sampai ke kursi, segera umumkan ke penumpang di sekitar bahwa Anda membawa anak kecil dan mohon maaf kalau akan mengganggu. Terbukti mereka yang maklum akan membantu disaat kita kesulitan (biarkan mereka yang tidak maklum minta tuker kursi sebelum pesawat lepas landas). Penumpang di sebelah saya cuek bebek tuh waktu jus si kecil muncrat membasahi lengan dan kursinya…saat perjalanan pulang bahkan si opa tetangga bantu ngipasin si kecil yang kepanasan. Rasanya ini contoh orang-orang yang sudah maklum.
  3. Siapkan senjata dan amunisi di dalam tas tenteng yang dapat ditaruh di bawah kursi. Tas saya berisi changing mat + diaper + wipes, snack box, jus dalam sippy/straw cup, 1 buah mainan favorit yakni remote TV fisher price, tisu kering, plastik untuk tempat sampah, dan tas kecil saya yang berisi barang favorit si kecil (kartu kredit, USB, pocket camera, handphone). Kamera dan USB saya sudah jadi korban si kecil…dilempar sampai berbunyi nyaring dan menyebabkan orang-orang nengok semua.
  4. Benda lain yang sekiranya dapat menghibur si kecil adalah botol aqua, kartu keselamatan milik maskapai (disobek habis sama si kecil), life vest (karena ada pita merah sebagai segel…waspada denda kalau sampai sobek), buka tutup meja makan, memasang dan melepas sabuk pengaman bayi.
  5. Si kecil juga sangat senang memiliki daerah kekuasaan sendiri. Terbarkan kain, selimut, beserta barang-barang yang menarik hati si kecil di lantai. Biarkan ia asik sendiri selama beberapa menit. Saat si kecil asik sendiri, mendadak ia pupup besar sampai kotorannya mengenai lantai pesawat. Maklumlah si kecil sedang diare. Wah…dengan gaya tenang saya menggendong si kecil menuju ke toilet sambil membawa set ganti popok. Padahal itu pupup sudah tembus kemana-mana dan mengenai lengan saya yang menggendongnya.
  6. Sebelum mengeluarkan sedotan dari straw cup, saya sarankan untuk terlebih dahulu mengendurkan tutup ulirnya, keluarkan sedotan, lalu kencangkan lagi. Perubahan tekanan mendadak dalam waktu singkat menyebabkan tekanan dalam cup meningkat, sehingga bila tidak dikendurkan dahulu, isinya akan muncrat kemana-mana saat sedotan dikeluarkan.
  7. Jangan lupa kenakan sabuk pengaman bayi saat lepas landas dan mendarat. Bayi suka sekali melihat kilau kepala sabuk dan memainkan sabuknya yang bergelantungan. Beberapa maskapai memperbolehkan penggunaan baby carier daripada sabuk pengaman, bahkan ada maskapai yang tidak menyediakan sabuk pengaman bayi.
  8. Usahakan tidak membawa bagasi dan penjemput sudah siap saat kita mendarat.
  9. Cara menghilangkan sensasi budek/sulit mendengar saat lepas landas/mendarat: biarkan si kecil mengunyah atau meminum sesuatu, sibuk sendiri melakukan hal yang ia senangi atau si kecil dalam kondisi tidur
  10. Pasrah, pasrah, dan pasrah… Si kecil terbang dalam keadaan diare dan perutnya kurang enak. Semua makanan ditolak, banyak minum air putih…mendadak si kecil muntah dan membasahi seluruh celana saya. Disinilah pasrah dan tenang memegang kunci. Si kecil meronta-ronta minta aqua botol. Saat saya sedang berdiri untuk mengambil botol di laci atas, si kecil nangis meraung-raung guling-gulingan di lantai. Biarkan saja…angkat setelah botol sudah di tangan. Mau gimana lagi? Wong tangan cuma dua…

Selamat mencoba! Gak usah terlalu was-was…tanamkan dalam hati bahwa biasanya orang akan maklum bila seorang bayi atau anak kecil menangis. Gak kebayang leganya perasaan saya saat pesawat mendarat. Apa yang terjadi di pesawat, biarkanlah menetap di pesawat…yang penting sampai ke tujuan dengan selamat.

Leave a comment »

A perfect cake: IXORA CAKE

Suatu hari saya datang ke acara ultah teman di Pondok Indah…kue tart nya berbentuk laptop yang sangat bagus dan cantik. Saya terheran-heran kenapa beli kue tart kok jauh amat…belinya di Bali loh…

Ternyata setelah beberapa kali berhubungan dengan si penjual kue ini dan menikmati hasil kreasinya…baik melalui mata maupun mulut…pantes aja kalau orang rela menenteng kue dari Bali ke Jakarta.

image

Saya memesan wedding cake disana *emang nikah di Bali* dan hasil sangat memuaskan. Mereka berhasil membuat figurine yang sangat sesuai dengan kami berdua. Sangat detil dan rapih, bahkan sampai ke ukuran anting bulat sangat besar yang biasa saya gunakan dan jenggot ala suami saya. Rasa kuenya pun maknyus…walau hanya tampak seperti kue bolu, namun ada selapis senjata rahasia yang menambah kenikmatan si kue.

Selang 2 tahun kemudian, saya mendapat 2 buah kue tart berturut-turut dari mereka *maklum…merayakan ultah di Bali* dengan hiasan Superman dan miss Piggy yang super imut-imut. Rasa tidak berubah sejak dulu, malah terasa lebih enak.

image    image

Saya merekomendasikan rasa vanilla, coklat, kelapa, dan green tea…

Cek website mereka di http://www.ixoracakes.com

Leave a comment »

How can I not love you

Saat kugendong anakku, kutatap wajahnya yang tersenyum jenaka dengan 2 buah gigi depan menyembul dari mulutnya… Tak terasa bulir-bulir air mata menetes dengan derasnya. Si kecil memainkan air mataku sambil tersenyum-senyum…

Oh Tuhan…tanggung jawab apakah ini yang Kau berikan padaKu? Manusia kecil dihadapanku saat ini? Apakah aku sanggup mendidik, mencintai, dan menyayangi dia? Apakah aku sanggup menjadi ibu yang baik seperti janji yang pernah kuucap di hadapanMu dulu?

Dia yang begitu lucu, pintar, dan menggemaskan. Namun kadang tingkahnya aduhaaiiiiii nakalnya….sampai bikin kepala mau pecah, stok baju habis *dimuntahin, diilerin* dan salep anti memar juga habis.

Memandang anakku yang saat ini berusaha untuk tidur sendiri bagai anak besar. Geliat-geliut mencari posisi nyaman…sambil sesekali membuka mata untuk memastikan aku masih ada disana…sampai akhirnya kedua mata jenaka itu tertutup dan kedua bokong menyembul ke atas.

Ada sebuah ucapan dari seorang pastur yang sangat berkesan… “Saat Tuhan memberikan seorang pasangan hidup untuk kamu, Tuhan yakin kalau ia adalah orang yang tepat untuk kamu. Saat Tuhan menitipkan seorang anak pada kamu, ia yakin bahwa bagaimanapun juga kamu pasti mampu mendidik dan membesarkan anak itu.” Sebuah senyum tipis tersungging diwajahku saat mendengarnya *terbayang wajah si kecil yang dengan bangganya meneteskan susu ke seluruh ruangan*

Oh bunny boy…how can I not love you?

Leave a comment »

Hmmmmm…..indahnya cinta pertama

image

Hmmm…..ini adalah salah satu kue tart yang bisa bikin mata berkejap-kejap, bibir dikulum, kepala digelengkan sambil bergumam “hmmmmm”….. Gak heran si pencipta kue ini menamakan produknya “FIRST LOVE” karena memang terasa seperti indahnya cinta pertama (atau malam pertama?!)

Ini adalah kue lapis dari Jepang (bahasa kerennya: Japan thousand layer cake) yang dibuat dari berlapis-lapis adonan tepung tipis (soft crepes/dadar tepung) dan berlapis-lapis cream cheese. Hmmm…yummy! Selain itu, yang membuat produk ini istimewa adalah cara menyimpan dan mengkonsumsinya. FIRST LOVE wajib disimpan dalam kondisi beku (di freezer), kemudian dikonsumsi 15 menit setelah dikeluarkan dan didiamkan di suhu ruang.

Paduan rasanya yang manis dan gurih, serta serangan sensasi dingin yang meleleh di dalam mulut membuat FIRST LOVE tak terlupakan. Rasanya seperti mau lagi, lagi, dan lagi.

image

Tart ini sangat tepat dijadikan hadiah karena selain bungkusannya sangat manis (Jepang gitu loh…) dan harganya juga pas buat kantong. Diameter 20 cm sekitar Rp 250.000. Apalagi mereka menyediakan jasa layan antar. Untuk pemesanan atau informasi lanjut dapat menghubungi 021-36232828, datang ke kios di Plaza Indonesia extension lantai 3, atau kunjungi blog di http://www.firstlovecake.blogspot.com.

Selain di Plaza Indonesia, FIRST LOVE dapat dinikmati di aneka kafe yang tersebar di Jakarta…misalnya Dante Coffee di Mal Kelapa Gading III dan Pluit Village. Selamat menikmati indahnya cinta pertama 😉

Leave a comment »