hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Hiphiphooray kids party organizer

Baru lewat sehari dari pesta ulang tahun pertama anak saya… Err…rasanya beberapa minggu yang lalu saya pernah posting tentang kue tart ultah pertama anak saya ya… hihihi…biasalah anak pertama…pesta berkali-kali. Yang pertama makan-makan keluarga doang di hari H ultahnya, yang kemarin pesta ultah anak beneran di Gran Mahakam…

Saya ini tipe orang yang suka pesta dan suka bikin pesta, yaa…suka kumpul lah intinya. Namun ini adalah pertama kalinya saya bikin pesta ultah anak-anak dan saya merasa beruntung sekali karena memakai jasa EO (event organizer, red.). Wong kawinan sendiri aja gak pake EO, padahal tempatnya di pulau Dewata dan mengundang tamu (dan bunga) dari seluruh penjuru dunia.

Kesan saya dari pesta ultah anak: makin kacau artinya pesta makin sukses hahahaha…Wah gile banget deh! Kemarin bikin pesta di Rafflesia Room, Hotel Gran Mahakam. Ruangan itu terdiri atas dua lantai, dimana lantai atasnya berbentuk U sehingga bisa melongok ke bawah. Tadinya saya gak mau disitu, maunya di ruangan biasa yang cuma 1 lantai. Namun akhirnya 2 lantai itu saya manfaatkan menjadi lantai bawah area bermain anak, lantai atas untuk om-om dan tante-tante.

IMG_0046_s

Candy corner

Alhasil lantai bawah itu ruameeeee banget penuh dengan anak-anak. Wah…yang namanya kursi-kursi pitik itu udah kacau balau, mainan direbutin anak-anak, hiruk pikuk ortu yang jagain anak-anaknya. Ya…untung banget pakai jasa EO karena mereka menyediakan segalanya (walau kita bisa ambil sebagian aja). Saya menggunakan jasa hiphiphooray…harga terjangkau dan pelayanan sangat memuaskan. Saya mengambil paket yang terdiri atas:

  • Dekorasi 2D Winnie The Pooh + balon
  • Candy corner –> disediakan plastik supaya anak-anak bisa mengambil permen dengan leluasa. Seru banget jadi kayak belanja gratis! Plastiknya kecil kok jadi muatnya sedikit.
  • Sewa 3 buah mainan (2 ayunan dan 1 seluncuran) + tim EO yang sibuk jagain si mainan supaya gak rusak –> salah satu keuntungan pakai EO, kalau gak bisa repot sendiri jagain mainan
  • Tattoo glitter –> rebutan! Akibatnya anak-anak jadi gak mau mandi takut tattoonya ilang
  • Balloon art

Walau MC, kue tart, photobooth, souvenir tidak berasal dari mereka, namun tanpa segan mereka membantu mengkoordinir semuanya. Memuaskan deh. Bahkan penerima tamu yang sudah saya mandatkan malah sibuk terlibat dalam acara…akibatnya sang EO jadi harus standby jadi penerima tamu dadakan.

Untuk memakai jasa hiphiphooray, bisa langsung menghubungi Mba Lulu yang sangat responsif dan sigap di 0816197162, 08119952055, atau email ke hiphiphoor4y@yahoo.co.id. Bisa cek website mereka di http://www.hiphiphoor4y.com.

Leave a comment »

Memompa ASI bagi ibu bekerja

Masa cuti sebentar lagi berakhir…payudara masih terasa kencang setiap 1 jam, si kecil merengek terus meminta susu. Wah ini alamat harus mompa saat bekerja! Apa saja ya yang harus dipersiapkan?

Apakah ini yang ada di pikiran mommies? Jangan takut…asal niat semua bisa dijalani kok. Saya kembali bekerja saat si kecil berusia 4 bulan, terus memompa sampai si kecil hampir berusia 1 tahun, dan tidak pernah menemukan kendala yang berarti.

Perlu diketahui bahwa menyusui dan memompa ASI merupakan hak para ibu menyusui yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan 450/2004. Jadi jangan ragu meminta waktu untuk memompa. Usahakan untuk memompa setiap 3 jam mengikuti ritme kebutuhan bayi sehingga ASI diproduksi terus-menerus.

Berikut peralatan yang harus disiapkan:

  • Gunakan blus yang memudahkan proses memompa. Misalnya blus dengan kancing depan atau blus longgar sehingga dapat disingkap ke atas.
  • Set pompa yang terdiri atas pompa, corong, dan botol penampung ASI. Saya lebih memilih menampung dalam botol agar lebih aman dalam transportasi. Setelah sampai rumah baru dipindahkan ke dalam plastik ASI. Saya memakai merk Medela tipe freestyle dan swing.
  • Nursing cover. Saya merekomendasikan merk bebe au lait yang dijual di Mothercare. Bentuk kawat penyangga di lehernya sangat pas sehingga dapat melihat payudara dan si kecil dengan mudah.
  • Tisu kering dan tisu basah food grade untuk membersihkan peralatan pompa. Ada yang senang membilas dengan air panas, namun bagi saya hal tersebut lumayan merepotkan. Apalagi setelah itu harus dikeringkan (menjadi tidak steril juga) atau dibiarkan basah (terkesan tidak bersih). Akhirnya saya memilih untuk menggunakan tisu basah food grade yang diakui aman untuk masuk ke mulut bayi.
  • Makanan & minuman. Dikatakan bahwa jumlah konsumsi makanan & minuman mempengaruhi produksi ASI. Jadi memompalah sambil makan/minum, efektif dan efisien.
  • Gadget seperti smart phone dan galaxy tab untuk menemami proses memompa agar tidak bosan.

Rajin-rajinlah memompa sampai produksi ASI Anda benar-benar menipis. Pasti ada saat dimana Anda merasa lelah membawa peralatan memompa atau rindu memakai gaun terusan…ingatlah bahwa ASI adalah susu terbaik bagi si kecil, terutama di 6 bulan pertama kehidupannya. Carilah dukungan positif dari suami, keluarga, dan teman-teman.

Selamat memompa!

Leave a comment »

Mengajarkan si kecil minum dari sedotan

Saya memakai Playtex first lil’ gripper untuk mengajarkan anak saya minum dari sedotan. Gagang mudah digenggam dan di dinding bagian bawah terdapat area fleksibel sehingga bila ditekan akan mengeluarkan air (mom squeeze here). Jadi saat si kecil menyedot, ibu menekan area tersebut dengan harapan ia mengerti bahwa menyedot = meminum.

Ada beberapa cara yang saya ketahui untuk mengajarkan si kecil memakai sedotan:

  • Biarkan si kecil bermain-main dengan straw cup, secara otomatis ia akan bisa menyedot.
  • Ibu dan si kecil duduk berhadapan. Si kecil memegang straw cup, ibu memegang gelas dengan sedotan. Si ibu menyedot dan si kecil meniru.

Dua cara tersebut sudah saya coba, bahkan dngan menggunakan teknik mom squeeze here, namun tidak berhasil. Akhirnya saya punya ide. Saya duduk berhadapan dengan anak saya, tangan kanan membawa gelas transparan berisi bluberry milkshake berwarna ungu, tangan kiri membawa straw cup. Lalu saya menuang milkshake ke dalam gelas, menutupnya, dan memberikan ke putra saya. Langsung ia genggam dengan erat dan sedot dengan penuh semangat sampai hampir habis. Hahahaha ternyata sebenernya bisa…tergantung isinya.

Tidak ada waktu yang baku untuk memperkenalkan straw cup. Menurut saya coba berikan saat si anak sudah bisa menggenggam erat.

Selamat mencoba!

3 Comments »

Jasa event organizer untuk ulang tahun si kecil

Buat ibu-ibu yang sedang merencanakan pesta ultah untuk si kecil…saya mau berbagi pengalaman tentang ciri-ciri event organizer (EO) yang dapat dipercaya dan yang tidak.

Di awal perencanaan pesta, saya mempertibangkan antara HHH dan DFC (nama sengaja dirahasiakan). Akhirnya saya memilih HHH karena harga jauh lebih masuk akal dan lebih responsif. Sejak pertama kali saya menghubungi HHH, mereka langsung memberi respons positif dengan memberikan penawaran harga, janji bertemu, dan meminta pembayaran tanda jadi segera. Menurut saya itu adalah tanda-tanda EO yang dapat dipercaya.

Sebaliknya dengan DFC…karena harga yang mereka tawarkan terlalu tinggi, namun hasil kerja mereka terlihat sangat menarik…saya memutuskan untuk tetap memakai jasa mereka di acara yang lebih kecil. Sangat disayangkan EO yang tampak profesional ini ternyata mengecewakan. Saya menghubungi mereka sejak 2 bulan sebelumnya, mereka iya-iya saja dan sesekali mengabarkan lewat BBM “Akan saya kerjakan minggu depan ya Bu” tapi tidak ada kemajuan. Hampir setiap minggu saya menanyakan kapan tanda jadi harus dibayar, apakah saya bisa meminta layout designnya? Memang dijawab, tapi dengan ogah-ogahan, sekedar menjawab. Status BB gonta-ganti yang menandakan mereka sangat sibuk dan profile picture memamerkan hasil karya mereka. Sampai akhirnya 2 minggu sebelum acara, saya tembak “Sebenernya DFC sanggup gak sih?” Akhirnya mereka menjawab bahwa sebenarnya mereka tidak sanggup.

Ya…saya bisa berbuat apa lagi. Mungkin mereka mengganggap remeh acara saya, apalagi dibanding dengan acara-acara WAH yang mereka kerjakan. Sebagai konsumen kita memang harus berhati-hati dan waspada bila ingin menggunakan jasa EO.

Leave a comment »

Bye-bye botol susu

Memasuki toddlerhood, saya memutuskan untuk menyapih putra saya dari botol susu. Beberapa alasan saya adalah:

  • Menghindari bottle milk syndrome (baca blog: Bottle milk syndrome).
  • Memudahkan cuci-mencuci peralatan makan bayi. Bentuk botol susu dan komponennya rumit sehingga banyak tempat bagi bakteri untuk bersembunyi. Hal ini menyebabkan pencucian harus dilakukan dengan teliti, detil, dan harus disterilisasi* sebelum digunakan.
  • Secara logis, bila bayi sudah bisa minum dari sippy atau straw cup, seharusnya bayi bisa meminum susu dari sippy atau straw cup tersebut. Namun ada ibu yang sengaja membedakan…bila minum susu dari botol susu, bila minum jus atau air putih dari sippy atau straw cup.

Saya sangat bersyukur dalam 2 minggu, putra saya sudah terlepas dari botol susu dan saya terbebas dari tugas cuci botol susu dr.Brown yang “jelimet”. Kami siap berangkat ke Melbourne tanpa membawa sikat botol…menyenangkan bukan?

Bingung melatih anak menggunakan sedotan? Baca blog: Mengajarkan anak minum dari sedotan.

*Botol susu wajib disterilisasi tanpa memandang usia anak, semua peralatan makan-minum bayi dibawah 1 tahun wajib disterilisasi

Leave a comment »

Kue tart untuk si kecil: apple swirl cake

Saat pertama kali saya terpikir untuk membuat kue tart ultah pertama si kecil, saya langsung membuka wesite favorit saya: http://www.wholesomebabyfood.com. Disana ada beberapa pilihan kue tart yang diakui tidak terlalu manis sehingga dapat dinikmati si kecil. Akhirnya pilihan saya jatuh pada “apple swirl cake” karena tampak mudah dan anak saya suka apel. Ternyata pelaksanaannya tidak semudah itu dan kuenya manis sekali. Akhirnya saya mengijinkan si kecil mencicipi kue porsi kecil dan memberikan melon bulat yang digunakan sebagai hiasan. Orang dewasa pun sangat suka. Ya jelas! Karena ternyata kue itu manis sekali. Berikut akan saya berikan resep modifikasi saya agar kue tidak terlalu manis dan proses pembuatannya lebih mudah.
Bahan:

  • 2 buah apel (saya memakai pacific rose)
  • 3 sdm gula pasir
  • 1 sdt kayu manis bubuk
  • 3 cup tepung terigu
  • 1 sdm baking powder
  • 1/2 sdt garam
  • 1 cup gula pasir
  • 1 cup minyak sayur
  • 4 buah telur
  • 1/4 cup jus jeruk
  • 2 sdt vanilla

Cara membuat:

  1. Kupas dan buang bagian tengah apel. Potong apel berbentuk dadu.
  2. Aduk apel dengan 3 sdm gula pasir dan kayu manis, sisihkan.
  3. Ayak tepung terigu, baking powder, dan garam, sisihkan.
  4. Mixer 1 cup gula pasir dengan minyak sayur. Tambahkan telur, jus jeruk, dan vanilla. Aduk hingga merata.
  5. Tambahkan adonan tepung terigu, aduk hingga merata. Jangan terlalu lama agar tart tidak keras.
  6. Tuang 1/3 adonan tepung ke dalam loyang yang sudah dioles mentega dan diberi tepung terigu bubuk. Masukkan 1/2 porsi potongan apel (jangan ambil airnya!), tuang lagi 1/3 adonan tepung, 1/2 porsi potongan apel, dan diakhiri dengan adonan tepung.
  7. Panggang dalam oven 160C selama 1 jam atau sampai kue matang.
  8. Setelah matang, diamkan dalam suhu ruang selama 10-15 menit.
  9. Bila bagian luar kue teraba keras, potong bagian atas dan pinggir kue sampai mendapatkan bagian tengah kue yang empuk dan legit.

Untuk hiasan diatasnya, sy menggunakan 3 macam buah segar, yakni melon oren, kiwi kuning, dan kiwi hijau. Untuk merekatkan buah, saya siram dengan adonan jeli transparan tanpa gula.

Selamat mencoba!

Leave a comment »

MANDUCA baby carrier

Bingung memilih gendongan bayi? Hal serupa saya alami saat mengandung putra saya. Saya sibuk mempelajari bermacam-macam gendongan modern. Semua merk punya kekurangan…sampai akhirnya sy melihat iklan MANDUCA BABY CARRIER di majalah bayi keluaran Singapura. Gendongan ini menjawab semua kebutuhan saya dan yang paling penting adalah pantas digunakan oleh laki-laki.

Image
Beberapa keunggulan Manduca Baby Carrier antara lain:

  • Ikat pinggang tebal dan lebar sehingga melindungi punggung bawah dari cedera.
  • Ikat bahu di kedua bahu sehingga membagi beban ke kedua sisi tubuh secara merata.
  • Pengunci ikat pinggang dengan tiga perlindungan. Kunci bisa terbuka bila 2 tombol ditekan dan bila sudah terbuka, kunci akan tersangkut di karet pengaman. Hal ini untuk mencegah bila kunci tidak sengaja terbuka atau justru sengaja dibuka oleh orang iseng, ikat pinggang tidak segera terbuka dan membahayakan si kecil.
  • Dapat digunakan sejak bayi baru lahir sampai berat badan 20 kg (4-5 tahun), tanpa menambah atau mengurangi suatu komponen apapun.
  • Dapat digunakan dalam 3 posisi, yakni gendong depan hadap belakang, gendong samping, dan belakang.
  • Tempat duduk si kecil melingkupi kedua paha sampai lipat lutut sehingga kedua kaki tidak menggantung, melainkan seperti posisi duduk biasa (baby’s natural M position).
  • Memiliki tudung kepala untuk menopang kepala bayi. Juga dapat digunakan sebagai pelindung dari angin atau hujan rintik-rintik.
  • Ringan dan dapat dicuci di dalam mesin cuci.

Pengalaman pertama kami memakai gendongan asli Jerman ini tak terlupakan. Saat itu putra kami berusia 1 bulan dan sedang rewel-rewelnya…maunya nempel terus di badan kami. Memang saat itu putra kami masih kecil dan cukup digendong dengan satu tangan. Namun tetap saja melelahkan dan membuat kami sulit melakukan hal lain. Suatu hari suami saya mencoba ‘memasukkan’ putra kami ke dalam Manduca (setelah sebelumnya mencoba dengan boneka). Ternyata posisi yang dari luar terlihat mengerikan dan banyak orang takut si kecil tidak bisa bernafas, justru malah sangat nyaman bayi si kecil. Si kecil dapat asyik meringkuk seperti di dalam kandungan dulu. Ditambah dengan kehangatan dari tubuh bapaknya, putra kami langsung tertidur pulas dalam hitungan detik. Suami saya kegirangan dan berkeliling
rumah sambil mengangkat kedua tangannya yang bebas. Sangat menyenangkan.

???????????????????????????????Foto ini diambil saat si kecil berusia 20 bulan, berat badan 11 kg, tinggi badan 80 cm. Dengan bobot sekian, si kecil lebih pantas digendong di belakang. Saya mencoba gendong samping dengan Manduca, baru jalan beberapa blok, bahu sebelah saya sudah pegal sekali. Kalau untuk gendong samping, saya lebih memilih menggunakan kain gendong tradisional. Lagipula rasa ingin tau si kecil yang sudah sangat besar membuat ia mulai protes bila digendong di depan *pengennya liat-liat terus dengan posisi badan sama dengan posisi orang dewasa yakni menghadap ke depan*. Tak lama setelah foto ini diambil, si kecil bobo nyenyak, saya bisa dengan santai belanja. Memang saya lebih sering memanggul si kecil di Manduca untuk menidurkan dia.

 

Sayang sekali saya belum pernah menemukan Manduca di Jakarta. Dapat dibeli di Isetan Department Store, Shaw House, Singapore atau kunjungi website http://www.babyslingsangcarriers.com

Tersedia merk Ergo Baby yang serupa dengan Manduca, dapat dibeli di beberapa gerai Mothercare.

 

6 Comments »

Penampung ASI

Saat awal menyusui, mungkin Anda pernah merasakan payudara penuh dan keras karena terisi ASI. Bahkan sampai merembes ke baju, menetes, atau menyemprot. Pasti sempat terbersit rasa sayang karena ASI terbuang percuma. Pemikiran ini mendasari maraknya penggunaan pompa payudara.

Selain pompa, ada loh salah satu alat bantu lain yang lebih sederhana namun cukup membantu untuk menyimpan ASI, yaitu penampung ASI atau breast milk saver. Bentuknya bulat seperti mangkok dengan lubang ditengahnya, terbuat dari plastik elastis. Cara menggunakannya sangat mudah, cukup sisipkan ke dalam bra dengan puting masuk ke dalam lubang.

ImagePenggunaannya serupa dengan breast pads, namun bila memakai penampung ASI, ASI yang menetes tidak menyerap ke pads melainkan terkumpul di dalam wadah plastik tersebut. Satu buah penampung ASI dapat menampung 20-40 cc cairan.

Contoh saat-saat penampung ASI bermanfaat:

  • Ingin berpergian tanpa bayi diantara jadwal memompa. Jadi Anda tidak perlu repot membawa pompa. Cukup gunakan penampung ASI dan bawa 1 buah botol susu steril di dalam tas. Setiap kali penampung terasa hampir penuh, tuang ASI ke dalam botol susu. Perlu diingat bahwa ASI tahan 6-8 jam dalam suhu ruang dan ASI dapat dicampur bila berada dalam suhu yang sama.
  • Tidak sempat memompa karena sibuk di kantor. Bila payudara sedang sangat aktif memproduksi susu, ASI yang terkumpul akan sangat lumayan. Setelah ada waktu untuk istirahat dan duduk santai, baru lakukan pompa payudara.
  • Saat satu sisi payudara aktif bekerja, sedangkan sisi berlawanan tidak. Bila satu sisi payudara dihisap bayi atau pompa, sisi berlawanan juga akan mengeluarkan ASI. Daripada terbuang percuma, gunakan penampung ASI di sisi payudara yang sedang tidak aktif. Bila penuh, tuang ASI ke dalam botol susu steril.

Selain sederhana, perawatannya juga sangat mudah. Cukup dicuci dengan sabun cuci botol lalu disterilkan.

Saya menggunakan Philips Avent Isis Comfort Breast Shells. Satu paket berisi sepasang penampung ASI dan sepasang nipple shield, cukup ekonomis! Tersedia di counter resmi Philips Avent atau di Mothercare. Saya belum pernah menemukan penampung ASI di ITC, mungkin karena belum terlalu populer. Waspadalah saat membeli karena sering disalah artikan dengan nipple shield karena bentuknya mirip. Nipple shield hanya melindungi puting dari gesekan pakaian atau bra, tidak ada celah
untuk menampung ASI.

Penampung ASI ini cocok digunakan baik oleh ibu menyusui dengan produksi ASI berlebih maupun yang sedikit karena setetes ASI sangatlah berharga…

3 Comments »