hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Bersenang-senang sekaligus berolahraga di Lapangan Banteng

Sekarang saya punya hobi baru…yakni jalan kaki dan lari sehat di Lapangan Banteng. Biasanya lari 3x/ minggu, jam 7.30-8.00 pagi. Doain aja mudah-mudahan lanjut terus yaaa…

Banyak tempat untuk lari disana. Bisa memutari Patung Pembebasan Irian Barat (akhirnya saya tau juga namanya…browsing demi menulis blog ini dengan lebih profesional) atau memutari lapangan sepak bola. Bisa juga jalan mengelilingi tempat jual tanaman (luas banget!). Oya buat pencinta tanaman akan senang sekali kesini…olahraga sekalian belanja.

Yang lari disana banyak…jadi jangan takut kelihatan aneh. Pakaiannya pun bervariasi…mulai dari baju training sampai baju OR profesional, bahkan yang tanpa lengan (tapi tetap sopan).

Banyak pohon rindang disana, jadi bisa gelar tikar sekalian piknik. Disekitarnya masih banyak abang kaki 5.

Yang penting untuk diketahui bagi yang membawa mobil adalah lokasi parkir. Ada banyak jasa yang menawarkan parkir di pinggir jalan, namun cuma ada 1 pintu masuk yang dibuka, yaitu yg terletak di sisi jalan Perwira dekat kantor pusat Pertamina (lihat gambar). Mending parkir di dalam karena bebas dari risiko diderek dan biaya parkir gak diketok. Tukang parkir cuma minta seadanya, dikasih 2000 perak gak komplain. Sedangkan parkir di luaran diketok sampai 10rb dan kalau diderek siapa yang tanggung jawab?

Leave a comment »

Heavenly delicious cookies & cakes at GARCON BISTRO

image

Pertama kali menerima hantaran natal berisi 4 macam kue kering yang unik dan sangat lezat, membuat saya menyempatkan waktu untuk mendatangi Garcon Bistro di Plaza Senayan.

image

Ternyata memang tempat ini terkenal dengan aneka cake manisnya. Setelah dicoba, memang rasanya istimewa dan cocok untuk disantap bersama dengan kopi atau teh pahit.

image

Escargot and burger Wagyu 9+ with foie gras

Saya sempat mencoba menu weekend brunch. Satu paket bisa dinikmati berdua. Hhmmm gak kalah istimewa dan lezat. Cuma memang harganya agak mahal…cake sekitar 35rb appetizer 70-160rb, main course 170-800rb.

image

Weekend brunch menu: appetizer set, risotto mushroom, crunchy beef with red wine sauce, and chocolate choux puff

Layak untuk dicoba!

Garcon Bistro, Bar, & Patisserie
Plaza Senayan lantai 4

Leave a comment »

Belanja batik murah di ITC Kuningan

image

Mencari seragam batik di ITC Kuningan cukup membuat stress…karena kebaya dan kain yang dijual rata-rata agak mahal. Ya memang karena modelnya sedikit lebih wah yang cocok untuk dipakai pribadi, bukan untuk beli lusinan. Saat hampir putus asa dan memutuskan untuk mencari di Thamrin City, kebetulan saya masuk ke toko MEI SIEN yang menawarkan atasan kebaya dan kain dengan harga miring. Memang mereka biasa menerima pesanan untuk membuat seragam batik. Satu stel kebaya hijau bordir dengan kain merah seperti di gambar kanan atas tidak sampai Rp 250.000. Ya…lumayanlah daripada bersusah payah ke Thamrin City atau ke Cirebon hehehe. Apalagi si penjual sangat ramah dan sayang anak-anak, si kecil betah sekali mampir ke toko itu.

Mei Sien Collection
ITC Kuningan blok B8
Lantai 2, no. 5-7
Jl. Prof. Dr. Satrio, Jakarta Selatan
(021) 5793 4755

Leave a comment »

Perjalanan ke Kuala Lumpur 5: santai

Melangkah keluar dari hotel, langsung menuju taksi sewaan…menyenangkan sekali rasanya setelah berpetualang selama 2 hari. Seluruh koper masuk dalam bagasi, siap berkeliling Kuala Kumpur dan sekitarnya untuk kemudian langsung menuju ke airport.

image

Tujuan pertama ke The King’s Palace, yang merupakan tempat tinggal sultan, lalu menuju ke Batu Cave yang berjarak 13 km dari KL. Batu Cave merupakan kawasan beribadah bagi umat beragama Hindu. Terdapat 3 buah goa raksasa dengan patung Murugan, dewa agama Hindu, tertinggi di dunia (42,7 m) yang menjulang tinggi di depan goa.

image

Kami melanjutkan perjalanan ke Genting sambil tidur nyenyak di dalam taksi. Saat membuka mata, plang Restoran Tee Huat (Klang Bakut Teh) di depan mata. Pas banget perut keroncongan belum makan pagi. Makan di restoran ini memiliki keunikan tersendiri…di sudut-sudut tersedia teko berisi air panas untuk mencuci cangkir teh dan menyeduh teh. Saya sempat mengalami kendala saat memesan makanan…maklumlah pelayannya hanya bisa berbahasa Cina dan sedikit bahasa Inggris. Saya hanya bisa menyebut “Bakut teh one, small…small” maksudnya minta bakut teh porsi kecil. Ditanya “rice?” “yes, 1 please”. “Cakwe?” “yes” padahal bingung juga kok bakut teh pakai cakwe? Waktu ditanya “vegetables?” bingung saya…akhirnya saya jawab “no”. Setelah melirik meja sebelah yang dipenuhi oleh opa-oma yang begitu duduk langsung membelah duren dan memesan bakut teh semangkok besar…akhirnya saya paham. Rupanya bakut teh biasa dimakan dengan nasi, sepiring sayur, dan cakwe. Sayurnya bisa berupa toge atau beraneka macam sayur hijau. Yang penting pesanan saya keluar sesuai dengan yang saya inginkan. Bakut teh nya enak sekali, aroma babinya tidak terlalu tercium ditambah dengan cakwe yang sangat renyah.

image

Kami melanjutkan perjalanan menuju Genting Highlands…hanya ada waktu 30 menit untuk melihat-lihat kawasan wisata yang sangat besar ini. Maklumlah ini hanya tur sekilas…untuk merencanakan kunjungan berikutnya bersama si kecil. Di Genting dingin sekali….hawanya enak. Ada 2 kawasan bermain, di luar ruangan dan dalam ruangan, casino, dan pusat perbelanjaan yang lumayan besar. Namun sangat disayangkan GentingĀ  Highland terkesan tua, kuno, kotor, dan kumuh.

image

Saatnya kembali ke kota…mampir ke Beryl’s chocolate factory lagi untuk menikmati duren dan nangka madu yang dijual di lapangan parkirnya. Dijual seharga RM 20-25 per paket, cukup untuk memuaskan keinginan makan duren Malaysia dan nangka madu yang warna kuningnya sudah menarik hati sejak di pasat Chow Kit. Penjual menyediakan sarung tangan plastik untuk memakan buah agar tangan tidak bau. Sangat praktis. Setelah itu, pak supir membawa kami ke toko yang menjual tas kulit yang ternyata merupakan kamuflase penjualan obat herbal. Walaupun kesal karena merasa membuang-buang waktu, saya senang karena akhirnya saya pernah melihat dan mencicipi minuman herbal khas Malaysia yang terkenal yakni Tongkat Ali. Tongkat Ali diakui sebagai suplemen untuk stamina pria dan konon dikenal untuk rejuvenasi daerah kemaluan pada wanita. Namun perlu diingat bahwa khasiat obat herbal sulit dibuktikan secara empiris.

Tujuan berikutnya adalah ke toko Coffee Town yang menjual berbagai variasi white coffee yang merupakan ciri khas dari kopi Malaysia. Mereka menjual white coffee original, rendah lemak, rasa hazelnut, durian, dan tongkat ali. Rasa kopi duriannya unik, dapat dijadikan buah tangan bagi pencinta kopi di Indonesia. Ternyata yang dimaksud dengan white coffee bukannya menggunakan biji kopi berwarna putih, namun proses pengolahan bijinya yang menggunakan suhu lebih rendah dan dalam waktu lebih lama. Biji tetap berwarna hitam, namun rasa kopinya tidak sekuat kopi biasa dan kurang nikmat bila tidak dikonsumsi dengan susu. Saya rasa itulah alasan mengapa white coffee selalu disajikan dicampur dengan susu.

Kami menghabiskan sisa waktu kami di toko H&M, Bukit Bintang, karena lagi diskon besar-besaran. Pukul 5.30, pak supir menjemput kami di depan Texas Fried Chicken. Karena menunggu cukup lama, akhirnya kami memesan paket anak-anak. Mengejutkan bahwa ayam Texas lebih enak daripada ayam KFC, apalagi minumannya bisa isi ulang terus-menerus. Dalam perjalanan ke airport, kami mampir ke kawasan Putrajaya, pusat pemerintahan Malaysia. Bangunan-bangunannya sangat unik dan futuristik sehingga menjadi daya tarik sendiri bagi para wisatawan. Setibanya di airport, kami mengucapkan selama berpisah pada pak supir yang murah hati. Seperti biasa pesawat kami terlambat lagi….untung ada kartu priority pass sehingga kami dapat menunggu dengan nyaman, ditemani oleh nasi kendar, nasi khas India, yang dibelikan oleh pak supir saat kami belanja di H&M.

Biaya tur sehari memakan biaya RM 350, sudah termasuk ongkos bensin dan biaya tol. Tidak semua supir taksi memiliki ijin untuk menjadi pemandu wisata…supir saya menggantung ijinnya di kaca spion tengah dan di kantong belakang kursi terdapat foto-foto tujuan wisata. Walaupun bayar borongan, pak supir tetap memasang argo karena argo merupakan kewajiban bagi taksi disana. Bila tertangkap polisi tanpa argo, bisa kena denda. Saat tiba di airport, argo menunjukkan RM 500. Meskipun demikian, masih ada beberapa taksi yang nekad tidak mau pakai argo, terutama saat jalanan lagi sangat macet atau sudah tengah malam.

Bapak Ravi (supir)
Email: sridisaitours@rocketmail.com
Telp: +60 14 6437 527

Leave a comment »

Perjalanan ke Kuala Lumpur 4: Tune Hotel

image

Seperti maskapai penerbangannya…Tune Hotel memiliki berbagai kekurangan. Namun mengingat harganya yang memang sangat murah…dimaklumi sajalah… Biaya menginap kemarin sebesar RM 208 (Rp 310.000)/malam, sudah termasuk AC, TV, dan wifi selama 48 jam. Beberapa hal penting yang harus diingat akan saya jabarkan disini.

Orang yang melakukan pemesanan dan pembayaran hotel harus ikut check in
Nama pemesan kamar harus sama dengan nama tamu yang melakukan check in. Sedangkan nama pemegang kartu kredit yang digunakan saat melakukan pembayaran sebaiknya sama dengan nama tamu yang melakukan check in. Bila berbeda, ada syarat yang harus dipenuhi. Cek website Tune hotel untuk membaca syarat dan ketentuan.

Saat check in tidak diminta deposit
Karena memang tidak ada satu barang pun yang bisa dibeli atau diambil. Sehingga saat check out cukup dengan mengembalikan kartu dan tidak perlu tanda tangan apapun. Sangat praktis.

Kamar sangat kecil
Bila koper ukuran besar dibuka, akan sulit bagi kita untuk melangkah. Bila akan membuka 2 koper, harus dibuka secara bergantian.

AC, TV, wifi, dan comfort kit dijual terpisah
Comfort kit terdiri atas handuk, sabun, dan sampo. Jadi jangan lupa untuk tetap membawa sikat gigi dan odol. Shower cap, sandal kamar dan baju handuk/kimono juga tidak tersedia.

AC, TV, dan wifi dijual per 24 jam. Saat menghitung kebutuhan, perhitungkan berapa lama waktu yang akan akan habiskan di kamar. Pertimbangkan kamar yang kecil dan tidak ada fasilitas apapun seperti kolam renang. Mungkin akan membuat anda malas bersantai di dalam kamar hotel. Kemarin saya menghabiskan waktu di dalam kamar hanya 6-8 jam/ hari.

User name dan password wifi diberikan saat check in dan berlaku hanya 24 jam. Bila anda membeli lebih dari 24 jam, anda harus ke resepsionis untuk meminta user name dan password yang baru. Satu user name hanya bisa digunakan untuk 1 alat dan alat tersebut tidak dapat membagikan wifi-nya ke alat lain.

Di setiap kamar pasti terdapat kipas angin
Dapat digunakan secara cuma-cuma. Jadi untuk anda yang ingin menghemat biaya AC, bisa gunakan kipas angin. Waspada masuk angin karena kipas sangat besar untuk kamar yang sangat kecil.

Kasurnya kecil namun nyaman
AC yang super dingin dan kasur yang nyaman…merupakan salah satu keunggulan dari hotel ini.

Hotel hemat, pasti juga menghemat sumber daya manusia
Alias sedikit sekali pegawai hotelnya. Tidak ada petugas yang membantu membawa koper. Yaa….kita juga tidak bisa membawa barang terlalu banyak/terlalu besar karena kamarnya sempit.

Kamar dibersihkan, namun kemarin kamar saya dibersihkan di malam hari. Mungkin baru dapat gilirannya malam…

Petugas di resepsionis hanya satu atau dua orang…bersiaplah untuk antri panjang untuk berbicara dengan mereka.

Tersedia mini market yang buka 24 jam dan coffee shop untuk makan pagi
Jadi tidak perlu cemas kalau ketinggalan sikat gigi atau kelaparan di pagi hari. Cuma kemarin malam saya sempat kehabisan air mineral di mini market…rupanya Tune hotel di Downtown KL sering menjadi tempat kumpul ABG di malam hari, jadi isi mini market disikat habis.

Kartu kamar tidak bisa digandakan dan harus dikembalikan saat check out
Kartu kamar berisi pulsa AC sehingga tidak dapat digandakan. Untuk menjalankan listrik juga hanya dapat menggunakan kartu ini…tidak dapat digantikan dengan kartu lain, sehingga tidak mungkin kita meninggalkan kamar dalam keadaan AC menyala atau berharap batere HP terisi penuh saat kita kembali ke kamar.

Menitipkan barang di resepsionis dikenakan biaya
Agak melegakan bahwa Tune hotel menerima titipan koper mengingat lobinya yang sangat sempit. Mungkin karena dikenakan biaya, tidak banyak orang yang menitip.

Fasilitas yang ada di dalam kamar dan kamar mandi (dan gratis)
Kipas angin, brankas kecil, 2 buah colokan listrik bentuk T, 1 buah meja kecil dan 1 buah meja lipat, toilet duduk dengan jet shower, kamar mandi dengan shower, pengering rambut.

Fasilitas yang tidak ada di dalam kamar dan kamar mandi</stro
Telepon (jadi bila ada yang ingin ditanyakan ke petugas, harus langsung ke resepsionis), air mineral (apalagi teh dan kopi), kursi.

Saya merekomendasikan hotel ini untuk anda yang memanfaatkan hotel hanya untuk tempat istirahat dan tidak pergi bersama keluarga, terutama dengan anak kecil. Si kecil bisa meraung-raung kebosanan di dalam kamar dan tidak bisa berlari kesana kemari karena mentok sana sini.

Leave a comment »

Perjalanan ke Kuala Lumpur 3: takdir

Dibangunkan oleh suara alarm…kami langsung bersiap-siap untuk menjalani hari ini. Setelah berdiskusi dengan penjaga pintu, kami memustuskan untuk berjalan kaki menuju toko buku Kamal yang menjual aneka buku kedokteran dengan harga miring. Di tengah jalan kami tergoda untuk masuk ke dalam Chow Kit Market…memang dari luar tampak menjual sederetan baju muslim dan krupuk kering penuh warna yang tentunya tidak bisa kami beli. Namun kami yakin di dalam pasar tersedia jajanan asik untuk makan pagi. Terbentang berbagai macam buah dan kudapan lain yang sangat menarik hati…akhirnya mata berhenti pada martabak Ana yang menjual martabak porsi kecil seharga RM 2.50. Kami membungkus 1 buah martabak lalu mencari warung untuk duduk dan makan. Kami memutuskan untuk duduk di 1 warung yang pelayannya tampak kepayahan melayani pengunjung yang antri untuk memakan nasi lemak. Tidak tertarik dengan nasi lemak yang sebenarnya mirip nasi uduk ditambah kacang teri pedas, kami pun memesan roti cane dengan kari, kopi susu biasa, dan kopi susu tarik. Waktu ditanya apa bedanya yang biasa dengan yang tarik, si penjual menjawab dengan santai, ” Yang tarik ya ditarik dulu” sambil melengos pergi. Memang kenikmatan jajanan pasar tidak tergantikan oleh makanan di mal atau hotel…roti canenya gurih (jangan lihat cara pembuatannya….krn memakai mentega banyak sekali), kopi susu tarik yang nikmat (ternyata kopi yang ditarik berbuih-buih di permukaannya sehingga memberi sensasi rasa yang unik). Setelah perut kenyang hanya dengan RM 14.50, kami melanjutkan perjalanan menuju toko buku Kamal yang ternyata cukup jauh…sanggup menurunkan kalori dari mentega dan minyak martabak.

image

Memang belanja buku kedokteran di toko buku Kamal sangat menyenangkan. Cukup lengkap dan sangat murah…rerata 25% lebih murah dari harga di Jakarta. Untuk mencapai toko buku Kamal, sebaiknya gunakan taksi karena tidak ada stasiun monorail yang cukup dekat. Dua buku sudah dalam genggaman…waktunya belanja baju…tujuan berikutnya: Suria KLCC. Kemanapun tujuannya, taksi adalah pilihan kendaraan dari toko buku Kamal.

Pusat belanja yang terletak di kaki twin tower ini memiliki taman yang luas di halamannya. Ada air mancur menari, kolam main air dan area bermain untuk anak-anak. Semua fasilitas ini dapat digunakan secara cuma-cuma, tentunya dengan mematuhi peraturan yang berlaku. Area bermain gratis itu tampak menyenangkan dan teratur…semua pengunjung disiplin terhadap peraturan. Kapan ya di Indonesia bisa ada ada bermain gratis namun rapi dan teratur? Setelah puas menikmati taman, kami masuk ke dalam pusat belanja dan memborong baju diskon di butik Flow dan Mango. Memang stok Mango sama dengan di Jakarta, namun jenis dan ukuran masih banyak.

image

Dari Suria KLCC, kami berjalan kaki menuju Pavilion di Bukit Bintang melalui akses khusus pejalan kaki. Perjalanan ditempuh melalui lorong bawah tanah dan jembatan ber-AC yang sangaatttt panjang….total waktu tempuh sekitar 20 menit. Ini adalah jalur pejalan kaki terpanjang yang pernah saya tempuh…lebih seru daripada di Singapura. Dengan peluh yang menetes (walaupun dingin ber-AC), sampailah kami di area Bukit Bintang…area yang sangat populer dengan shopping center dan bar. Menjalani jalanan yang padat dengan kendaraan, mata kami terpaku pada pojok sebuah bangunan yang dipenuhi dengan beraneka ragam papan nama restoran. Perut yang keroncongan memandu kami masuk ke tempat itu yang tenyata adalah food court Lot 10 dan memang rupa-rupa makanannya semenarik papannya. Kami mencoba mie dan nasi ayam hot plate, serta es kacang…enaakkk… Sebelum kembali ke hotel, kami belanja di supermarket Isetan, membeli white coffee sachet untuk buah tangan kembali ke Jakarta.

image

Perjalanan pulang ke hotel naik taksi premium membawa kami ke toko coklat Beryl’s yang merupakan coklat asli Malaysia. Di dalam bangunan yang kecil itu, terdapat sejarah singkat kopi dan mesin peraga proses pembuatan coklat. Coklatnya pun unik dan enak…sebut saja coklat tiramisu, coklat dengan biji kopi asli, dan coklat dengan durian asli di bagian tengahnya. Memang harganya tidak bisa dibilang murah, namun pas dengan rasa dan keunikannya. Oya taksi premium menggunakan mobil kijang innova, dengan harga dasar dan harga per kilometer lebih mahal 2x lipat dibandingkan taksi biasa. Namun saat itu taksi biasa tidak mau memakai argo dengan alasan jalanan sangat macet, terpaksalah kami memakai jasa taksi premium. Tapi lumayan loh…kami janjian dengan supir taksi untuk menjemput kami kembali esok hari untuk berkeliling di KL dengan harga RM 350 termasuk ke Genting dan Airport.

image

Tiba di hotel, kamar tidak dibersihkan sesuai dengan dugaan hehehe. Rupanya kalau mau dibersihkan, wajib memasang gantungan please make up room. Waktu mandi, keramas, dan dandan yang singkat membuat saya mensyukuri hotel mini ini menyediakan pengering rambut. Dandan selesai, barang sudah mauk semua ke koper…waktunya menuju tempat acara makan malam reuni AMSA AC (Asian Medical Students’ Association Alumni Club) yang sebenarnya merupakan tujuan utama perjalanan ini.

image

Tiket monorail berupa token

Tempat acara yang bernama Royale Chulan Hotel sulit sekali dicari. Sulit karena banyak hotel di area Bukit Bintang memakai nama “royal” sehingga saya sempat nyasar berkali-kali sampai sekitar 30 menit…. Sebut saja parkroyal, royale bintang, dan royal-royal lainnya. Padahal perjalanan menuju Bukit Bintang dari hotel hanya 15 menit dengan monorail…2 stop saja. Akhirnya tiba juga saya di hotel kuno berbentuk rumah tradisional Malaysia itu. Sempat duduk temangu beberapa saat hanya untuk mengistirahatkan kaki dan mengeringkan keringat. Acara temu kangen pun dimulai…bertemu dengan teman-teman sejawat dari bebagai negara, sangat menyenangkan. Bicara tentang poco-poco (yang sangat disayangkan tidak juara)…dimana saya terbebas dari poco-poco…eh malam ini saya ditodong untuk tari gangnam style. Itulah yang namanya takdir…

image

Selesai acara, saya menyusul mama di Old Town White Coffee, kemudian lanjut nongkrong di La Boca Latino Bar sambil menikmati hiburan live music. Jam menunjukkan pukul 1 dini hari….waktunya pulang, meringkuk di balik selimut lembut, sambil pijat kaki. Dari awal pergi berniat untuk backpaking asik tanpa si kecil, sekarang kapok. Apalagi sampai hotel, seven-eleven kehabisan stok air mineral *oh nooooo!!!*

Kamal Medical Bookstore
138, jl. Pahang
Telp. 03-40210548

La Boca Latino Bar
Lot 3.10.03, Pavilion KL, jl. Bukit Bintang
http://www.facebook.com/LaBocaMalaysia

Leave a comment »

Perjalanan ke Kuala Lumpur 2: hari yang melelahkan

Seperti biasa Air Asia mengalami keterlambatan…90 menit pula! Alhasil tiba di KL pukul 11 malam…di KL LCCT (low cost carrier terminal). Tidak mungkin memakai KLIA transit karena jadwal kereta berakhir pukul 12 malam. Naik taksi ragu-ragu karena perjalanan ke pusat kota memakan biaya sebesar RM 140 (Rp 520.000). Akhirnya kami memutuskan untuk naik Star Shuttle bus karena mereka bilang hanya dengan RM 18, kami antar sampai ke depan Tune Hotel…lagipula jadwal terdekat pukul 23.45. Yaaaa pas lah waktunya.

Sambil menunggu bus, kami mampir ke food court…namun kondisinya sangat menyedihkan. Kotor…banyak orang tidur di lantai, dan nasi lemak yang dipajang sudah acak-acakan. Akhirnya karena kelaparan, kami membeli KFC yang lebih terjamin kebersihannya… Mereka menyediakan paket ayam dengan chicken rice, semacam nasi hainam. Walau rasanya biasa saja, namun penggunaan nama chicken rice cukup menjual cita rasa lokal Malaysia.

Akhirnya bis yang dinanti tiba. Sambil menunggu penumpang penuh, kami menikmati KFC. Bis baru melaju 45 menit kemudian dan itu pun pakai mampir ke terminal utama selama 20 menit. Akhirnya bis masuk ke pusat kota sekitar pukul 1 dini hari. Saya dan beberapa penumpang lain dipindahkan ke bus kecil di daerah Bukit Bintang, kemudian bergerilya masuk ke hotel-hotel tujuan penumpang. Rupanya Star Shuttle bus ini memang menyediakan jasa mengantar penumpang sampai persis di depan hotel. Menyenangkan sih…namun melelahkan karena harus menunggu begitu lama dengan banyak perhentian. Pukul 2.30 akhirnya kami tiba di Tune Hotel.

image

Ini adalah pengalaman pertama saya menginap di hotel milik Air Asia…kamar kecil (buka koper saja sulit), tidak bisa meminta lebih dari satu kunci kamar, beli comfort kit hanya berisi handuk, sabun, dan sampo. Tidak ada sikat gigi! Untung ada seven-eleven yang buka 24 jam. Yah….harga kamar hanya 250 ribu/ malam termasuk AC & wifi 48 jam…okelah… Kalau mau hemat tanpa AC, di langit-langit tergantung kipas angin yang dapat digunakan secara cuma-cuma. Namun waspada masuk angin.

Memang pada dasarnya gemar mengeksplor daerah baru, saya dan mama keluar mencari tempat nongkrong. Persis di seberang jalan ada kafe pinggir jalan yang menyajikan aneka jajanan khas Malaysia, diiringi dengan karaoke musik rock. Namanya ROCKAOKE. Unik..untungnya rasa makanan enak, murah, dan suara pengunjungnya dapat dinikmati. Kami mencoba mee hon udang seharga RM 5 dan teh tarik….menikmati subuh hari di KL sampai jam menunjukkan pukul 3

Setelah itu kami kembali ke kamar, mandi, sikat gigi, kemudian menyelinap manis di balik selimut. Kasurnya enak loh…mampu menghilangkan pegal linu akibat perjalanan yang melelahkan.

Star Shuttle Bus
Telp 03-4043-8811
http://www.starwira.com

Tune Hotel Kuala Lumpur
http://www.tunehotels.com/my/en/our-hotels/downtown-k

Leave a comment »

Perjalanan ke Kuala Lumpur 1: dilema

Disaat tim poco-poco sudah berlatih dengan penuh semangat (juga semangat belanja kostum dan sepatu), terdengar berita bahwa lomba poco-poco diundur 1 minggu…persis bertepatan dengan kepergianku ke Kuala Lumpur. Campur aduk rasanya…di 1 pihak merasa senang karena punya waktu lebih banyak untuk berlatih, namun di pihak lain saya tidak bisa ikut lomba. Padahal promotor dari tim ini ya saya…super heboh pula! Heboh persiapan dan jogetnya…ditambah dengan beberapa anggota yang sulit mengikuti gerakan…haduh…dilema banget rasanya. Tidak mungkin mengalihkan tiket dan hotel di Kuala Lumpur (KL) karena beli tiket dan hotel murmer milik Air Asia. “Yaaa….inilah yang namanya musibah….cobaan…. Kejadian yang tidak kita harapkan…” *meniru gaya pak ustad di acara munggahan kemarin*

image

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tetap pergi ke KL dengan tetap mempersiapkan tim secara maksimal. Alhasil saya berubah menjadi asisten pelatih yang lebih heboh dari pelatihnya. Disertai dengan teriakan membahana….tetap menyemangati tim poco-poco. Memang tim yang luar biasa, penuh semangat, dengan pelatih yang perfeksionis… Pasien belum ada, latihan di ruang poli. Jalanan macet, tetep latihan sampai sore. Nunggu jam latihan, niat banget macet-macetan ke Kuningan City untuk beli sepatu murah *loh?* Hari Minggu hari keluarga, bela-belain kumpul untuk latihan dengan memboyong suami dan anak. Otak kiri yang kurang berkembang pun dipaksa untuk berkembang mendadak.

Dalam 2 minggu, 5x latihan dengan pelatih, tiap hari latihan dengan asisten jadi-jadian…lumayan juga hasilnya. Bahkan tim huru-hara ini sempat tampil di depan para dosen tanpa persiapan…dan dengan besar hati menerima komentar, kritik, dan saran. Komentarnya cuma 1 kok….kurang HOT! Hahahaha…asik deh dapet ijin untuk geal-geol semaksimal mungkin. Maklumlah…ini kan untuk mengharumkan nama departemen.

image

Menunggu panggilan boarding di Bandara Soetta

Akhirnya tiba juga saatnya bagi saya untuk berangkat ke KL. Teringat suasana di hari latihan terakhir…wejangan dari para pelatih, ketawa ketiwi gila saat mencoba baju, segala kebawelan dan ke-ngotot-an yang terjadi. Tim yang kompak adalah tim yang masing-masing personelnya harus bangga dan yakin kalau dirinya gak akan melakukan kesalahan dan akan melakukan yang terbaik untuk tim nya. Ya…kalau sampai salah…segera sesuaikan gerakan…tetep pede dan senyum! Kalau digodain penonton, kedipin aja! Kalau suporter tetangga lebih heboh, anggep aja mereka ngedukung tim kita! Dan yang paling penting adalah harus inget waktu, keluarga, kuis, dan diskusi yang udah kita korbankan untuk latihan…nah besok tampilnya cuma 5 menit!! Ya jelaslah harus maksimal! SEMANGAT BUAT TIM POCO-POCO!! *dengan suara menggelegar*

Leave a comment »

Buteki harus tetap gaya

Saat saya memutuskan untuk berhenti memompa, hati ini senang sekali. Terbayang baju-baju terusan cantik yang sudah berdebu di dalam lemari. Maklumlah namanya juga memompa/menyusui…kemana-mana harus memakai baju atasan dan bawahan. Baju atasannya pun harus yang berkancing agar memompa lebih mudah.

Ada beberapa butik yang menjual pakaian ibu menyusui…pakaian dengan “jendela” tersembunyi di bagian dada. Saya sempat membeli beberapa baju hamil dan 1 buah baju menyusui di Pasar Paseban, Jakarta Pusat. Memang sangat murah…harga satu baju tidak sampai 50 ribu rupiah, namun model tidak terlalu banyak, apalagi baju menyusui. Sedangkan di Mothecare/Gingersnap banyak modelnya, namun harga agak mahal.

Saat sedang berjalan santai di ITC Kuningan, mata saya tertuju pada sebuah butik kecil dengan baju warna-warni yang tampak nyaman digunakan. Ternyata itu adalah toko khusus yang menjual baju menyusui dan aneka barang pendukung menyusui, seperti bra, susu untuk buteki, pompa, botol susu kaca, tutupan menyusui, dsb. Tentunya dengan harga yang terjangkau…harga ITC. Karena designernya orang Indonesia asli, mereka bahkan menyediakan gamis yang ber”jendela”. Siapa bilang buteki gak bisa gaya?!

image

Buteki yang sangat semangat memborong baju

Bajoe Nyoesoe
ITC Kuningan lt. 1 blok B 14 no. 25
+62 878 788 08843
bajoe.nyoesoe@yahoo.com

Leave a comment »

DJOURNAL Coffee Bar

image

Resto atau kafe baru selalu menarik perhatian, apalagi bila tampilannya menarik. Seperti tempat nongkrong terbaru milik Ismaya Group di Grand Indonesia: DJOURNAL Coffee Bar. Penampilannya menjanjikan, namun sangat disayangkan kualitas kopinya tidak sebanding dengan penampilannya. Pengalaman pertama memesan latte, oh sangat mengecewakan karena kopinya gosong dan pahit. Akhirnya latte berakhir di tempat sampah. Hari ini saya mencoba untuk kedua kalinya…cappucinno… Disajikan dengan kurang menarik…bisa dilihat dari bubuk coklatnya yang cuma di satu sisi seakan-akan tertumpah dengan tidak sengaja. Foamnya pahit luar biasa… Gagang cangkir mentok dengan piring alasnya sehingga tiap kali saya mencoba mengangkat cangkir, apalagi waktu cangkir masih penuh, kopi tumpah ke piring.

image

Pelayanan juga menyedihkan…waktu saya komplain kopinya super pahit, pelayannya menyanggah beberapa kali kemudian belagak tidak mendengar. “Masa sih pahit? Harus coba minum dengan foamnya.” Saya jawab “Lah ini baru foamnya aja pahit banget. Ya mas coba aja nih.” Jawaban si mas, “Ya gak enak dong kalau saya cobain” trus sok sibuk sendiri… Pelayan dan sekuritinya banyak tapi seperti sibuk sendiri dan tidak perhatian dengan lingkungan sekitar. Ada anak kecil yang sibuk berlari kesana kemari dan muntah!! Namun tidak seorang pun mempedulikan, sampai muntahan itu terinjak para pelanggan. Berbeda sekali dengan kedai kopi langganan saya (dan rasanya langganan semua orang)…kedai kopi berlogo putri duyung berwarna hijau. Berhubung masih soft opening…semoga Djournal dapat menyempurnakan pelayanan dan kualitas kopinya.

3 Comments »