hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Berkunjung ke Restoran Rumah Air di Bogor

Rumah Air Bogor

75 menit dari Jakarta, Rumah Air menjadi tempat wisata yang menarik bagi keluarga. Rombongan kami tiba pukul 9.45, persis sebelum loket dibuka, parkiran dan pengunjung masih sepi. Persis jam 10 loket dibuka, langsung puas-puasin main sampai jam makan siang. Persis jam makan siang, restoran mulai dipadati pengujung. Saat restoran ramai, kami sudah jalan pulang menuju Jakarta. Pas banget deh waktunya!

Fasilitas di Rumah Air

Daftar fasilitas di Rumah Air

  • Tidak ada permainan gratis di Rumah Air. Bahkan area bermain panjat-panjatan atau jungkat-jungkit tidak ada. Jadi siapkan uang yang cukup untuk menikmati fasilitas disana. Rentang harga 15.000-40.000. Khusus untuk memancing mencapai 80.000/ 3 jam.
  • Hanya ada 1 loket untuk membeli tiket yang terletak di dekat pintu masuk. Jadi kalau mau beli tiket harus mondar-mandir. Namun area bermain juga tidak terlalu luas, jadi gak papa juga mondar-mandir.
  • Tidak ada aktivitas yang basah-basahan sehingga tidak perlu membawa perlengkapan mandi. Permainan bola air yang saya pikir akan membuat anak basah, ternyata tidak juga. Yaaa paling kalaupun basah karena keringat atau tercebur ke dalam kolam.

Crazy ball. Bisa isi 1 atau 2 orang namun lebih seru ber2.

Becak mini. Bisa main terus sampai tulang ekor pegel. Bayar 1 becak bisa untuk 2 penumpang

Dragon boat. Harus ngayuh sendiri sampai pegel. Kapasitas 2 dewasa atau 1 dewasa & 2 anak. Dua dewasa & 1 bayi masih bisa.

Motor ATV alias off road. Saya nekat naik bawa 2 krucil…ternyata off road & gak ada petugas yang ikut. Deg-degan juga. Ternyata bisa minta bantuan petugasnya setirin hehehhe.

Makanan di Rumah Air

Ada 2 area makan: dalam restoran atau di saung. Reservasi harus dilakukan di restoran utama. Rasa dan harga makanan standar ya…kurang berkesan…tapi okelah mengingat fasilitasnya seru. Kalau makan di saung juga bisa sambil kasih makan ikan. Pelet dijual dengan harga 10.000/ bungkus.

Kasih makan ikan dari saung. Ikannya besar-besar…mulutnya sebesar bola tenis.

Harus waspada

  • Banyak semut…jadi waspada bila mau bersandar atau duduk di fasilitas umum. Bahkan banyak semut di tiang saung. Siap-siap oleskan anti nyamuk dan bawa obat gatal.
  • Bisa keluar banyak duit untuk main, apalagi kalau nurutin permintaan anak. Harus pintar-pintar membatasi anak.

Penasaran bagaimana caranya anak masuk dalam bola raksasa tanpa basah?

Jadi bola itu akan dibawa ke tepi, dikempeskan, anak masuk, baru dipompa. Setelah bola terisi penuh baru bola digulingkan ke tengah danau. Gak usah khawatir karena ada tali yang dikaitkan ke bola, jadi bola bisa ditarik setiap saat. Videonya bisa dilihat disini.

Yang perlu diperhatikan adalah

  • Berisik saat angin dipompa, mungkin anak perlu menutup telinga. Saya rasa gak cocok untuk anak yang takut dengan suara keras.
  • Gak usah takut kehabisan oksigen karena di dalam hanya 10 menit.
  • Saat matahari terik, akan panas sekali di dalam bola. Usahakan main saat tidak ada matahari.
  • Gak boleh pakai sepatu di dalam bola, kaos kaki boleh dan gak mengganggu.
  • Anak harus dapat mengikuti instruksi dari petugas. Terutama saat bola dikembangkan dan dikempeskan, anak harus berdiri di lantai. Sangat bahaya bila pada proses tersebut, anak masuk ke dalam air.

______________________

Restoran Rumah Air

Jl. Boulevard CBD Bogor Nirwana Residence ST 207,

Jawa Barat 16112

Phone:(0251) 8200666

Advertisements
1 Comment »

Seluruh badan bengkak saat hamil: waspadai gejala preeklamsia

Kali ini saatnya saya sharing tentang kejadian yang saya alami saat hamil anak pertama 5 tahun yang lalu. Memang kenaikan berat badan saya sangat berlebihan. Terakhir nimbang naik 30 kg! Itu aja sebelum saya terkena penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK = yang saya sebut disini sebagai gejala preeklamsia).

Bila gejala yang dialami hanya badan bengkak dan tensi tinggi (saat itu tensi saya mencapat 180/100 mmHg), kondisi ini disebut sebagai hipertensi dalam kehamilan (HDK). Bengkak yang dialami gak sekedar bengkak loh…melainkan bengkaknya ngeri seperti foto di atas…pergelangan tangan dan kaki tidak ada, buku-buku jari menghilang, kerutan lutut menghilang. Bengkak tidak menghilang dengan pijatan atau dengan angkat kaki lebih tinggi dari jantung. Saat itu celana hamil ukuran XXXL sudah hampir tidak muat! Jadi bengkaknya bener-bener bengkak seperti mau meletus.

Nah bila HDK sudah disertai dengan gejala lain seperti:

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan pengelihatan (rabun)
  • Kencing berbusa
  • Nyeri pada perut atas
  • Mual muntah (pada trimester ke3)
  • Sesak nafas

Harus curiga penyakit sudah berkembang menjadi preeklamsia. Bila pasien sampai kejang, itu sudah menjadi penyakit eklamsia yang dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana memantau saya terkena HDK/ pre-/ eklamsia?

  • Lalukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Bila tekanan darah meningkat, segera konsultasikan ke dokter kandungan Anda. Tekanan darah normal = 120/80 mmHg.
  • Keadaan ini diturunkan. Jadi bila Anda memiliki faktor risiko misalnya ibu atau saudara kandung sempat mengalami keadaan ini, pantau tekanan darah anda setiap hari sejak kehamilan masuk trimester ke2.
  • Waspada bila terjadi peningkatan berat badan yang mendadak (sekitar 8-10 kilo/ minggu)
  • Waspada bila badan bengkak yang tidak menghilang dengan pijat atau dengan istirahat.
  • Waspada bila air kencing berbusa

Apa penyebab dari HDK/ pre-/ eklamsia?

Penyebabnya belum pasti, diduga adanya gangguan sirkulasi dari ibu ke janin. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko HDK/ pre-/ eklamsia adalah:

  • Adanya riwayat keluarga dengan keadaan ini
  • Obesitas
  • Hamil kembar
  • Berusia kurang dari 20 tahun atua leih dari 35 tahun
  • Bayi tabung
  • Terkena hipertensi sejak sebelum hamil

Kembali ke kasus saya dulu…….Sudah 3 hari badan bengkak tidak mengempis…sudah pijat refleksi, meni-pedi, banyak istirahat dengan kaki diangkat… Oohh…kejadian puncaknya adalah saat saya sedang kumpul bersama teman-teman, saya mau berdiri dan kursi —>>> daaann kursinya terangkat karena nyangkut di pinggul saya. Oh malunya…refleks teman-teman menyuruh saya untuk periksa tensi karena takut badan bengkak karena tensi tinggi. Awalnya saya masi berpikir mustahil karena minggu lalu saat senam hamil tensi saya normal. Ehhh…bener aja saat di rumah cek tensi, 160/80 mmHg. Langsung saya hubungi dokter kandungan saya, disarankan untuk datang ke RS, konsultasi dan periksa urin. Sampai di RS tensi saya 180/100 mmHg. Untungnya tidak ditemukan protein dalam urin (kencing tidak berbusa), sehingga saya dikatakan HDK…belum masuk dalam tahap preeklamsia.

Saya dirawat, diberi obat darah tinggi. Besok pagi di USG ternyata plasentanya sudah mengalami pengapuran, yang diduga menjadi penyebab munculnya gejala HDK. Langsung deh diinduksi…nunggu 6 jam dinyakan gagal induksi…akhirnya lahir juga de-bay melalui proses sesar. Yang parah adalah saya naik 30+ kg, bayi saya hanya 2600 gram! Memang bayi dari ibu yang mengalami HDK/ pre-/ eklamsia cenderung kecil karena sirkulasi makanan ke janin terganggu.

Ternyata oma saya pernah keguguran akibat preeklamsia (saya tahu setelah melahirkan), kakak saya yang melahirkan setelah saya juga mengalami preeklamsia.

Belajar dari pengalaman hamil pertama, hamil kedua saya kontrol ke dokter kandungan yang jago menangani preeklamsia, dr. Noroyono Wibowo, SpOG di RSIA Bunda Jakarta. Waaahhh….pemeriksaan saat hamil banyaakkk sekali….vitaminnya juga ekstra banyak, tapi bersyukur kehamilan ke2 saya baik-baik saja. Tipsnya adalah:

  • Makan banyak protein, kurangi makan karbohidrat
  • Ukur tensi setiap hari
  • Minum suplemen yang diberikan dokter secara teratur

Sukseslah kehamilan ke2 berat badan naik 14 kilo, bayi saya 3200 gram yay!!

Have a safe and healthy pregnancy, mommies!

 

 

 

1 Comment »