hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

BLESSING benar-benar menjadi berkat bagi para ibu

image

Apakah Bunda sedang mencari perlengkapan pesta untuk si kecil? Mampirlah ke toko BLESSING di Asemka. Benar-benar menyenangkan. Mereka menjual beranekaragam alat pesta tematik…sebut saja spiderman, winnie the pooh, mickey mouse, princess, pesta topeng, dsb. Tersedia aneka piring kertas, lilin, pajangan dinding, balon, kantong kertas, pinata, stiker, topeng, topi, dan pita yang dapat dipilih. Harganya sangat miring…sebut saja pinata seharga 170 ribu tanpa isi, sedangkan di online shopping bervariasi antara 200-500 ribu. Harga sudah pas, tidak dapat ditawar. Namun bila membeli dalam jumlah besar, akan diberikan potongan harga.

image

Toko ini tidak menyediakan aneka isi goodie bag. Namun jangan kecewa karena di Asemka banyak toko lain yang menjual isi goodie bag misalnya kotak pensil, peralatan mandi, handuk, dsb.

Blessing
Gedung Asemka 5, lantai 3
(seberang masjid Ataubah dibawh jalan layang)
Telp. 021-63859099, 021-6321326
Fax. 021-6918795

Buat yang masih bingung lokasinya…
Pergi ke arah kota, persisnya di daerah Glodok/pasar petak sembilan.
Kalau dari arah Gajah Mada menuju Stasiun Kota, Anda akan melewati jembatan Harco-Glodok.
Belok kiri persis setelah jembatan (ke arah pasar petak sembilan).
Lurus terus sampai Anda berada di antara ruko-ruko di sisi kiri dan bangunan yang sudah bobrok (pasar Senen) di sisi kanan.
Parkirlah disitu, boleh di pinggir jalan atau di kawasan parkir pasar Senen.
Kemudian Anda dapat bertanya pada petugas parkir setempat dimana toko Blessing.

Oya…di toko tersebut Anda bisa membayar dengan Debit BCA. Di gedung tersebut juga terdapat ATM BCA dan BNI?

Selamat berbelanja!

9 Comments »

Anakku sudah bukan bayi kecil lagi

image

Sekarang kasur si kecil disusun seperti kasur orang dewasa… Posisi bantal setengah tidur dengan guling disusun rapih, tak lupa selimut ala bed cover yang tinggal ditarik untuk menutupi badan.

Sebelumnya bantal-guling hanya tergeletak seadanya dan tidak memakai selimut karena si kecil sudah menggunakan sleeping bag. Susunan mulai berubah saat si kecil bisa memanjat naik ke kasur saya yang tertutup bed cover. Menjelang tidur, si kecil langsung masuk ke dalam bed cover¬† dan tidak mau keluar. Hmmm…padahal si kecil sudah saya biasakan tidur di kamarnya sendiri sejak usia 6 bulan. Setelah berpikir lama….akhirnya saya ke kamar si kecil, menyusun bantal-guling seperti di kamar saya, mengeluarkan selimut besar dari lemari dan menyusunnya seperti bed cover. Saya pindahkan si kecil ke kamarnya. Amukannya langsung mereda ketika melihat tatanan kasur barunya…langsung si kecil membaringkan badannya di bantal, menyembunyikan badan kecilnya di balik selimut, dan tertidur lelap.

2 bulan berselang…saya melepas pagar pengaman kasur si kecil…

image

Agak was-was sebenarnya karena takut si kecil terjatuh, maklumnya si kecilku itu raja benjol. Namun pertimbangan lain adalah si kecil sudah bisa memanjat pagar keluar dan masuk kasur walau dengan susah payah. Risiko celaka bila memanjat keluar rasanya lebih besar daripada gelundung sampai ke lantai. Akhirnya pagar kami lepas, kami tempelkan kasur tambahan di lantai.

Pertama kali melihat kasur tanpa pagar, wajah si kecil begitu bahagia. Langsung naik-turun kasur sambil meloncat bak naik trampolin. Dan setelah beberapa malam berlalu, apa yang terjadi sungguh di luar dugaan…si kecil biasanya terbangun jam 2-3 pagi, meraung, dan minta pindah ke kamar saya. Sejak pagar dilepas, si kecil tidur nyenyak sampai pagi, bahkan jam 7 pagi tidak bisa dibangunkan dengan kecupan, goncangan, atau kitikan.

Bisa jadi si kecil merasa dia sudah “dewasa”, sudah punya kasur seperti kasur bapak dan ibunya. Terbersit rasa sedih karena tidak ada bayi kecil yang meraung minta pindah kamar. Anakku sudah bukan bayi kecil lagi…

Ranjang babybelle yang sangat saya rekomendasikan…

Furniture babybelle memang cukup populer di kalangan para ibu karena mudah didapat, ketinggian alas kasur dapat disesuaikan berdasarkan usia bayi, dan pagar samping dapat dilepas. Saya membeli ranjang berukuran terbesar: 120 x 200 cm sehingga dapat digunakan sampai si kecil dewasa. Benar-benar investasi jangka panjang! Ada satu keuntungan dari kasur besar ini…pernah terjadi insidens kasur saya tersiram air di malam hari, saya dan suami “ngungsi” ke kamar si kecil. Pagi hari si kecil terbangun dengan wajah bahagia menemukan bapak dan ibunya ada di kasurnya.

Untuk mendapatkan ranjang babybelle dengan harga miring, kunjungi KIDS REPUBLIK di ruko Mall of Indonesia (MOI), Kelapa Gading, Jakarta Utara. Atau hubungi mereka di +6282122540080. Dibandingan dengan beberapa tempat lain, harga furniture babybelle paling murah disini.

Leave a comment »

Roti jepit

image

Terkenang masa kecil saat ayah membuat roti jepit…
Aroma roti panggang tercium dari ruang makan…
Menyatu bersama aroma lelehan margarin…
Hidung kembang kempis, perut keroncongan…
Roti yang hangat…
Garing saat digigit…
Lelehan coklat yang mengalir membasahi lidah…
Hmmm…nikmatnya roti jepit…

Memang dasar saya pencinta roti, terutama roti panggang, sehingga penjepit ini merupakan barang elektronik kedua yang mengisi dapur saya. Barang pertama adalah panggangan roti biasa.

Beberapa ide isi roti jepit yang sederhana, namun nikmat:
– Olesan margarin + taburan meisjes coklat
– Nutella
– Potongan keju mozarella + mayonaise + saus sambal
– Smoked beef + keju mozarella/ cheddar + mayonaise + saus sambal

Jangan mengisi terlalu penuh karena akan bocor. Sisakan jarak 0,5-1 cm dari bagian tepi.

Saya tidak pernah mengoleskan margarin di bagian luar roti untuk mempertahankan kerenyahan, mengurangi kalori, dan mempermudah proses pembersihan alat.

Leave a comment »

Macetnya Jakartaku

image

Memandang Bundaran HI ditemani secangkir kopi dan iringan musik hidup…Indahnya kota Jakartaku… Kebetulan situasi jalanan lagi ramai lancar.
Ee..eeehhh…..gak lama lagi tampak segerombolan orang menyemut di Bundaran HI dan saat itu juga terjadi kemacetan parah¬† dari segala arah yang menuju Bundaran HI. Yak! Terjadilah hal yang sudah biasa terjadi di Jakarta….macet total. Memang kemacetan sudah menjadi ciri khas kota Jakarta, mengalahkan Bundaran HI dan Monas… Mbok ya berdemostrasi dengan tertib agar didengarkan masyarakat, bukan malah dikecam.

Suatu kali ada mahasiswa pertukaran dari negeri Belanda bertanya, “I wonder why Jakarta people has more than 1 cellphones and they are so busy with their phones.” Setelah 3 bulan hidup di Jakarta, dia berucap, “Now I understand why…you spend half of your life in the traffic, no wonder you are so busy with cellphones… They entertain you and they keep you sane!”

Kapan ya kotaku ini akan berubah menjadi kota yang aman, nyaman, dan tertib?

Leave a comment »

Pejuang kecil penunggang kuda zebra

image

Di tengah hiruk pikuk seminar, saya menelpon pengasuh si kecil. Si pengasuh berkata, “Arthur diajak omanya ke taman lalu lintas (di Bandung) dan minta dibeliin kaos.” Langsung mata saya terbelalak, rahang terjatuh, dan mulut menganga… Si kecilku kan belum genap 18 bulan, belum bisa bicara…bagaimana caranya minta dibeliin kaos?

Sesampainya di rumah, si pengasuh berkata kepada si kecil, “Ayo tunjukin mami..tadi kamu minta dibeliin apa?” Kontan si kecil kabur menjauh dari saya, ngumpet, sambil cengengesan. Maklumlah…saya mengajarkan si kecil untuk tidak meminta-minta.

Cerita punya cerita….ternyata si kecil minta digendong omanya dan terus-menerus menunjuk ke satu arah. Si pengasuh yang sudah mencium gelagatnya, mengingatkan si kecil untuk tidak meminta-meminta. Si kecil menunjuk dan berteriak dengan lebih semangat, sambil menghindari kontak mata dengan si pengasuh. Ternyata tunjukannya mengarah ke mobil toko yang menjual kaos oblong dengan foto diri sendiri. Setelah negosiasi selesai dan fotografer mengambil kamera, si kecil kembali sibuk menunjuk patung zebra dengan suara tarzannya “uuhh…uuhhh…uuhhh”. Jadilah semua mengarah ke patung zebra, mengikuti si kecil yang berjalan tertatih-tatih. Si kecil yang biasanya enggan difoto, kali ini duduk dengan gagah di atas kuda zebra bak pejuang.

Memang kaos ini menjadi kaos favoritnya. Setiap kali dikeluarkan, ia akan sibuk membawa kaos kesana-kemari, menggantung di tempat yang ia anggap bagus, dan selalu memakainya dengan bangga (sambil menunjuk-nunjuk wajahnya di kaos). Sayang beberapa kali cuci, foto mulai rusak…maklumlah harganya hanya Rp 50.000.

Begitulah kisah bos kecilku yang paling tau apa yang ia mau dan akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkannya. Pejuang kecil penunggang kuda zebra…

Leave a comment »