hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Jerawat pada bayi

image

“Bayi saya baru berusia 20 hari, di wajahnya muncul bintik-bintik kemerahan seperti jerawat. Bahkan saya melihat ada semacam komedo. Apakah mungkin seorang bayi kecil jerawatan?”

Jerawat memang masalah yang sering dikeluhkan oleh kalangan remaja atau dewasa muda, namun jerawat juga dapat menyerang bayi baru lahir. Jerawat terbentuk akibat dari produksi sebum atau minyak yang berlebih dan adanya sumbatan di saluran keluar sebum tersebut (pori), serta adanya reaksi peradangan dari tubuh. Bayi baru lahir memiliki produksi sebum yang berlebih akibat pengaruh dari hormon ibu saat di dalam kandungan. Jadi, ya…bayi bisa saja jerawatan.

Walau gambaran jerawat pada bayi menyerupai jerawat pada remaja, namun pengobatannya berbeda. Jerawat pada bayi ini disebabkan oleh hormon ibu yang dapat menetap selama 1-3 bulan pertama kehidupannya. Oleh karena itu biasanya jerawat akan sembuh sendiri bersamaan dengan menurunnya kadar hormon ibu. Keadaan ini tidak berbahaya.

Beberapa prinsip dalam mengatasi jerawat pada bayi:

  • Jangan ragu untuk membersihkan wajah bayi saat mandi. Ingat bahwa sumbatan pada pori-pori wajah dapat menghambat pengeluaran sebum dan berperan pada pembentukan jerawat.
  • Gunakan sabun bayi atau sabun lembut untuk memandikan sekaligus membersihkan wajah bayi.
  • Hindari manipulasi jerawat dengan cara apapun, misalnya mengeluarkan komedo dengan tangan.
  • Biasanya jerawat pada bayi ini tidak menimbulkan keluhan subjektif pada bayi, namun kadang ada rasa gatal sehingga bayi refleks menggaruk wajahnya. Hal ini dapat memperparah jerawat. Hindari garukan dengan memotong kuku bayi, mengenakan sarung tangan pada bayi, atau membedong bayi.
  • Hindari penggunakan aneka produk losio, krim, salep, atau bedak pada wajah, kecuali atas anjuran dokter.
  • Segera bersihkan cairan yang mengenai wajah bayi, misalnya susu atau air liur, dengan air bersih.

Segera berobat ke dokter bila tidak ada perbaikan atau bayi terlihat terganggu. Bila peradangan tampak hebat, dokter dapat memberikan obat anti jerawat atau obat untuk menekan peradangan yang tepat untuk bayi.

Leave a comment »

Membuat pop corn sendiri

image

Membuat pop corn di rumah dapat menjadi keasikan tersendiri bagi si kecil. Pop corn siap di-microwave ini tersedia dalam berbagai rasa dan dapat dibeli di berbagai supermarket. Cukup buka kemasan, letakkan kantong di dalam microwave sesuai petunjuk, hangatkan selama 3 menit, lalu pop corn siap dinikmati. Kantong akan mengembang perlahan sambil mengeluarkan suara letupan yang mungkin agak mengerikan untuk si kecil….tapi tetap saja pengalaman ini unik dan menarik, disempurnakan dengan rasanya yang nikmat.

Leave a comment »

Hong Kong hari keempat: Disneyland

Wah…ini hari yang dinantikan oleh si kecil. Bangun pagi dengan penuh semangat, langsung mengenakan jaket bergambar donal bebek. Tidak lupa mengecek prakiraan cuaca hari ini yang ternyata tidak terlalu dingin. Lumayan mengurangi bawaan cadangan baju hangat.

Makan pagi di restoran Tai Hing di dekat hotel, yang ternyata sangat lezat. Glutinous rice, ham with instant noodle, cheese and egg sandwich, ditemani dengan segelas kopi hangat dan ice milk tea yang mendapat penghargaan. Harga sekitar HKD 33/ orang.

image

Setelah itu kami berjalan menuju stasiun MTR Causeway Bay. Memang banyak yang menyarankan untuk menggunakan MTR menuju ke Disneyland karena memiliki jalur khusus, yakni Disneyland Resort Line, dan memiliki kereta khusus yang dipenuhi dengan berbagai ikon miki mouse.

image

Memang benar keceriaan sudah dimulai saat memasuki peron Disneyland Resort Line. Disambut oleh kereta pendek dengan jendela berbentuk miki mouse. Saat masuk ke dalam kereta, tampak kursi beludru biru dengan aneka patung miki mouse, lengkap dengan pegangan tangan berbentuk miki mouse. Tiba di Disneyland, disambut peron nuansa hijau lumut ala-ala Harry Potter…sungguh klasik. Kami langsung melangkah menuju pintu masuk karena sudah memiliki tiket di tangan.

Disneyland Hong Kong tidak terlalu besar, namun saya rasa cukup untuk anak seusia anak saya (3 tahun). Sejak awal hingga akhir kunjungan, tidak ada ekspresi di wajahnya….hanya terlihat syok karena terlalu banyak yang harus dicerna. Berbeda dengan di Ocean Park yang sebenarnya mirip dengan kebun binatang, di Disneyland si kecil melihat Buzz Lightyear berjalan-jalan, tong sampah berjalan sendiri, aneka karakter Disney yang biasa dilihat di TV sekarang menjadi hidup.

image

Pertama kali kami langsung mampir Main Street Market dan membeli waffle miki mouse, pop corn dalam tabung berbentuk miki mouse, dan sedotan berbentuk miki mouse. Wah…si kecil kegirangan sampai tidak mau melepaskan pop corn dari lehernya.

image

Lalu kami lanjutkan ke area Tomorrowland, bermain tembak-tembakan di Buzz Lightyear Astro Blaster dan mobil-mobilan di Autopia. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1, saatnya menonton parade Flight of Fantasy. Parade di Disneyland Hong Kong berbeda dengan di Disneyland Anaheim…parade berlangsung singkat, hanya sekitar 5-6 tema. Penontonnya pun tidak terlalu banyak. Namun lagi-lagi untuk anak seusia ini, parade singkat sudah cukup menakjubkan.

Keceriaan berikutnya kami alami di area Fantasyland. Masuk ke permainan paling klasik di Disneyland, yakni It’s a Small World (dalam bahasa Indonesia: istana boneka). Sekali lagi si kecil terbengong-bengong melihat ratusan boneka yang bergerak-gerak. Selanjutnya kami menonton pentas 3D Mickey’s Philharmagic. Film yang menarik untuk orang dewasa, si kecil lebih memilih untuk melepas kacamata walaupun buram. Maklum tidak ada kacamata khusus untuk anak.

image

Ternyata area Jungleland menjadi area paling menarik untuk si kecil. Area disulap menjadi hutan dengan berbagai tiang totem yang mengeluarkan uap air dan genderang. Si kecil sangat senang berlarian di antara uap air dan memainkan genderang. Kami naik kapal di Jungle River Cruise, melihat aneka hewan buatan yang sangat mirip dengan aslinya. Ada juga atraksi pulau tengkorak yang dapat mengeluarkan api. Wah…istimewa sekali! Selanjutnya kami menonton pentas Lion King….perpaduan musik, cahaya, atraksi api yang luar biasa. Apa daya terlalu membosankan untuk si kecil sehingga ia tertidur….lumayan memang sudah waktunya istirahat.

Dengan menggendong si kecil, kami berkeliling ke Grizzly Gulch, Mystic Point, dan Toy Story Land. Grizzly Gulch dan Mystic Point tidak menarik untuk anak-anak, sedangkan Toy Story sangat menarik. Sayang si kecil sudah jatuh tertidur sehingga tidak dapat menikmati Toy Story Land. Ketiga area ini sangat kecil, tidak seluas area lainnya.

Akhirnya kami memutuskan utk jajan turkey leg, hot dog, soya chicken leg, dan corn on the cob di area Fantasyland, lalu beristirahat di bunderan Main Street USA sambil menunggu parade cahaya. Parade malam ini sangat diminati oleh pengunjung. Maklumlah karena parade ini khusus natal dan hanya 1x/hari. Parade malam ini menampilkan karakter Disney yang lebih modern, seperti Cars dan Monster Inc. Yang unik adalah parade ini menggunakan lagu Cina….hehhehe….

Seusai parade, lautan manusia berebutan keluar. Wah benar-benar padat. Harus saling bergandengan agar tidak terpisah. Akhirnya hari ini berakhir juga….tidak se-melelahkan di Ocean Park, namun sama menyenangkannya.

Makanan di Disneyland Hong Kong

Terdapat banyak restoran dan kedai/ gerobak yang menjual makanan di Disneyland. Namun setiap restoran dan kedai menjual menu yang berbeda, dengan harga yang bervariasi. Jenis restoran/kedai dengan makanan yang dijual dapat di cek di http://www.hongkongdisneyland.com atau tertulis dengan jelas di peta.

Untuk makan siang saya menikmati makanan barat di Starliner Diner, Tomorrowland, sedangkan makan malam di Clopin’s Festival of Foods, Fantasyland yang menjual aneka makanan cina porsi besar. Waffle berbentuk miki mouse, beserta aneka jajanan ala Amerika (turkey leg, hot dog, kopi) hanya dapat ditemukan di Main Street USA. Ada 1 restoran yang bersertifikasi halal, yakni The Explorer’s Club, Mystic Point, namun harga sangat mahal dan tampak mewah sehingga kami tidak jadi masuk ke sana. Padahal cukup menggiurkan karena menjual masakan Indonesia loh.

Bagi Anda yang membawa anak, di Disneyland hanya tersedia cemilan berupa pop corn karamel, kentang goreng, es krim, jagung rebus manis (yang sangat nikmat), sotong panggang, dan aneka minuman manis. Jadi bila cemilan tersebut kurang pas untuk si kecil, sebaiknya bawa cemilan sendiri. Juga saya tidak menemukan tempat yang menjual susu, jadi bila si kecil penikmat susu, jangan lupa bawa sendiri. Membawa makanan dan minuman masuk ke Disneyland tidak dilarang kok.

Toilet di Disneyland Hong Kong

Jangan khawatir dengan toilet karena tersedia di setiap area, dengan jumlah bilik yang banyak. Toiletnya pun bersih. Walaupun ada gunanya juga memakaikan popok sekali pakai bagi si kecil yang baru lulus toilet training. Maklum kadang keinginan untuk ke toilet dapat tak terduga, misalnya saat sedang antri nonton pertunjukkan.

2 Comments »

Hong Kong hari ketiga: Mong Kok dan Star Ferry

Hari ini jadwal tidak terlalu padat. Memang sengaja beristirahat karena besok rencana ke Disneyland. Bangun pagi, makan di restoran babi dan bebek panggang di dekat hotel, lalu naik taksi menuju ke Mong Kok. Sebenarnya untuk mencapai Mong Kok juga bisa menggunakan MTR maupun Star Ferry.

Mong Kok terkenal dengan Ladies Market di malam hari, namun kami datang di siang hari karena para lelaki ada keperluan mencari barang air soft dan kamera. Saya dan si kecil mencari kesibukan dengan masuk ke toko yang menjual aneka mainan, belanja celana dalam karakter di pasar, dan menghabiskan waktu di Starbucks.

Saya membeli sendok garpu miki mouse dengan harga lebih murah HKD 20 dibandingkan dengan di Disneyland, lumayanlah….tp ini saya beli di toko dengan harga pas, kualitasnya pun terpercaya. Saya sempat membeli celana dalam Thomas di pasar dengan harga HKD 30 dari penawaran awal HKD 59. Sekilas kualitas dan kemasannya mirip Mothercare, puas hati rasanya. Tapi ternyata baru 1x cuci, gambar Thomasnya sudah hilang hehehhe….nasib beli barang murmer.

image

Tidak familiar dengan daerah Mong Kok, saya sempat kebingungan mencari tempat untuk menunggu. Untung ada Starbucks yang cukup familiar. Jadilah kami berdua menunggu disana. Wah….Starbucks sangat kecil dan dipadati pengujung. Antrian juga sangat panjang yang memang menjadi ciri khas toko makanan/minuman di Hong Kong. Untung saja ada 1 meja dekat kasir yang kosong dan si kecil dengan senang hati menunggu meja disaat saya antri. Lumayan lah kami bisa menunggu disana selama kurang lebih 2 jam. Beberapa kali kami berbagi meja dengan pengunjung lain. Memang rata-rata restoran disini harus mau berbagi dengan pengunjung lain.

Setelah para lelaki selesai belanja, kami naik bus menuju ke pelabuhan untuk naik feri. Menyempatkan waktu untuk berjalan di sepanjang Victoria Harbour, melihat sedikit monumen yang menjadi bagian dari Avenue of the Stars, lalu menuju ke loket Star Ferry.

image

Hanya dengan HKD 2.50 kami bisa menaiki feri kembali ke pulau Hong Kong. Memang Mong Kok berada di pulau yang berbeda, yakni Kowloon. Pengalaman pertama naik feri ini ternyata sangat menyenangkan bagi si kecil. Mulai dari berjalan di atas titian dari pelabuhan menuju ke dalam feri yang bergoyang-goyang, melihat deburan ombak akibat gerakan feri, melihat pemandangan ke arah daratan, sensasi feri merapat ke pelabuhan….sungguh tak terlupakan.

Leave a comment »

Hong Kong hari kedua: Ocean Park

Lokasi hotel kami memang sangat menyenangkan. Dikelilingi oleh pasar sayur, buah, dan daging, serta aneka restoran seafood, bebek dan babi panggang, bahkan kedai dessert. Sebagian restoran sudah buka sejak pukul 6 pagi. Kami memilih salah satu restoran untuk makan pagi, lalu bersiap menuju ke Ocean Park. Perjalanan ke Ocean Park hanya memakan waktu 8 menit menggunakan taksi, memang lebih praktis daripada menggunakan MTR yang masih harus dilanjutkan dengan bus.

Pukul 10.30 kami tiba di Ocean Park, terlambat 30 menit dari rencana. Untung kami sudah membeli tiket dari Jakarta karena antrian panjang sekali.

Ocean Park serupa dengan Taman Safari Indonesia yang dipadukan dengan Ocean Dream Samudra di Ancol. Terdiri atas 2 buah area luas, yakni The Waterfront dan The Summit yang dipisahkan oleh gunung dan lembah. Untuk mencapai kedua area tersebut harus menggunakan cable car atau ocean express. Masing-masing area terbagi lagi menjadi beberapa area kecil sesuai dengan binatang yang ada disana, misalnya area The Hong Kong Jockey Club Sichuan Treasures yang terdiri atas panda dan kera emas, Marine World yang terdiri atas ikan hiu dan ubur-ubur. Di setiap area terdapat berbagai macam atraksi, animal feeding time, dan edukasi bagi pengunjung.

PhotoGrid_1420625564764

Tips: karena Ocean Park sangat luas, dengan berbagai macam jadwal atraksi dan kegiatan, sangat disarankan untuk mempelajari jadwal acara sebelum sampai disana. Jadwal acara dapat diunduh di http://www.oceanpark.com.hk/

Tujuan pertama kami adalah The Hong Kong Jockey Club Sichuan Treasures untuk melihat panda dan kera emas, sekaligus melihat pemberian makan bagi kera emas. Lalu menuju ke Whiskers Harbour dimana terdapat berbagai permainan menarik bagi anak kecil. Sebagian besar permainan di Ocean Park gratis dengan antrian yang tidak terlalu panjang. Permainan macam karnival yang bisa mendapatkan hadiah boneka harus membayar lagi, begitupun dengan permainan yang harus menggunakan koin pecahan HKD 10. Saat itu sedang ada Doraemon Christmas Party House sehingga kami bisa berfoto seru dengan aneka karakter di film Doraemon. The Panda Cafe menjadi tempat tujuan makan siang kami…menu tidak terlalu banyak, antrian cepat, dan harga yang bersahabat. Setelah itu kami antri untuk naik cable car menuju ke The Summit.

PhotoGrid_1420623432860

Antrian cable car ini cukup panjang, namun terasa cepat. Ada petugas membawa boneka parrot dan mengajak ngobrol si kecil, “Do you know what animal is this?” SI kecil menjawab, “Buyung (burung, red).” Petugas, “No, this is not buyung, it’s a bird, a parrot. If you what to meet him, you can go into the rainforest section in the Summit.” Percakapan sederhana ini terdengar lucu bagi kami…maklum namanya juga perbedaan bahasa.

PhotoGrid_1420529999707

Satu cable car dapat diisi oleh 6 dewasa, namun kami menggunakan 2 kereta karena terlalu sempit. Perjalanan sejauh 1,5 km ini terasa cukup jauh dan mendebarkan. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan. Si kecil sungguh sangat senang dan bahagia, baginya ini adalah pengalaman paling berkesan selama di Ocean Park.

PhotoGrid_1420195230884

Setibanya di the Summit, kami melihat beraneka ragam ubur-ubur di area Sea Jelly Spectacular…indahnya luar biasa. Masuk ke dalam area tersebut seperti masuk ke dalam mimpi. Kami melanjutkan perjalanan menuju Ocean Theater untuk melihat pertunjukkan lumba-lumba. Area pertunjukkan sangat luas dan penuh dipadati pengunjung. Namun ternyata pentasnya sangat membosankan dan biasa saja. Jauh lebih bagus pentas lumba-lumba di Taman Safari Indonesia. Si kecil sampai jatuh tertidur. Wah…saya bangga sebagai orang Indonesia!

Tips: datangi area binatang yang tidak ada di Indonesia, misalnya panda, ubur-ubur, dan pinguin. Belajar dari pengalaman melihat pentas lumba-lumba dan masuk ke Grand Aquarium yang ternyata kurang menarik dibanding dengan di Indonesia.

Kami menunggu atraksi tarian dari artis Hong Kong dan Filipina di The Summit Plaza…lumayan untuk mengistirahatkan kami dan menunggu si kecil bangun. Sebahian dari kami berkeliling ke area Rainforest, North & South Pole Spectacular. Banyak terdapat aneka permainan adu nyali di area ini, tentunya dengan antrian yang cukup panjang. Seteleh menonton atraksi yang ternyata biasa saja, kami naik Ocean Express menuju ke The Waterfront. Tidak ada yang terlalu istimewa dengan kereta bawah tanah ini…hanya terdapat layar di dalam kereta yang menyajikan berbagai gambaran abstrak warna-warni. Lebih menarik menggunakan cable car.

Menunggu waktu untuk melihat pertunjukkan Symbio! yang merupakan puncak atraksi di Ocean Park, kami berfoto di area Old Hong Kong, menikmati jajanan khas Hong Kong, sambil menikmati secangkir kopi nikmat di kedai Chan’s Noddle. Wah akhirnya ketemu juga kedai yang menjual kopi, nikmat pula! Di seluruh kios kecil yang kami lalui, tidak ada yang menjual kopi sama sekali…dapat saya simpulkan kalau warga Hong Kong memang bukan penikmati kopi. Menu yang tersedia di kedai siap saji juga unik…yakni fish ball, fish cake, fried dried squid. Ada menu hot dog, namun disiram dengan kacang merah ala Cina.

PhotoGrid_1420528285963

Kami sempat masuk ke area pertunjukan Ocean of Light dan belanja di toko sebelum pertunjukkan Symbio! dimulai. Pertunjukkan Symbio! dimulai jam 8 malam di Aqua City Lagoon, dekat dengan pintu masuk utama. Atraksi spektakular ini mengkombinasikan air, cahaya, api, dan didukung dengan sound system yang luar biasa. Bercerita mengenai pertarungan antara naga baik dan jahat untuk mempertahankan dunia dalam keadaan seimbang. Rupanya bagi anak kecil, pertunjukkan ini cukup menakutkan karena terdapat ledakan petasan, mendadak air kolam dipenuhi dengan api, dan siluet naga yang sedang bertengkar. Namun bagi orang dewasa tentu saja pertunjukkan ini sangat menarik.

PhotoGrid_1420530342736

Kami kembali ke Causeway Bay menggunakan taksi, lalu menikmati santap malam di restoran seafood dekat hotel. Restorannya kumuh dan kotor, namun makanan luar biasa enaknya. Kami sempat mencoba 2 restoran di area itu, Restoran Kui Kee & Ming Kee. Rasa makanan sekelas restoran bintang lima, namun harga kaki lima. Wajib dicoba!

Leave a comment »

Hong Kong hari pertama: The Peak

Akhirnya saya baru kembali aktif menulis saat kembali ke Jakarta. Bersyukur bisa kembali ke tanah air dalam keadaan utuh…mengingat perjalanan kami hanya beberapa hari pasca hilangnya pesawat Air Asia rute Jakarta-Singapura. Pray for the victim and families.

Tiga kata untuk mendeskripsikan Hong Kong adalah: PADAT, CEPAT, GALAK. Yah….saya rasa tiga kata itulah yang paling tepat. Hahaha….kita mulai saja ceritanya.

Kami tiba di Hong Kong pukul 5 pagi. Cathay Pacific sangat tepat waktu, bahkan tiba lebih cepat dari perkiraan, namun memang pelayanan tidak sebagus maskapai penerbangan Asia lain. Setelah melewati imigrasi, kami membeli SIM card di 7-eleven, lalu duduk manis di Crystal Jade untuk menikmati santap pagi sekaligus mengaktifkan SIM card. Kami memilih Crystal Jade karena tidak perlu antri seperti di restoran siap saji yang ada di airport…rasanya perut sudah tidak dapat diajak kompromi karena semalam hanya mendapat sepotong roti isi dan muffin.

Setelah perut kenyang dan memastikan seluruh telpon sudah aktif, kami melangkah menuju tempat taksi. Memang benar terdapat beberapa warna taksi sesuai dengan area jangkauan, tapi tidak perlu bingung karena ada petugas yang akan memberi tahu jalur antrian yang sesuai dengan tempat tujuan.

Tips: karena kendala bahasa, sebaiknya nama dan alamat lengkap hotel yang dituju diperlihatkan ke supir taksi secara tertulis. Karena cukup sering terjadi miskomunikasi walau kedua belah pihak sama-sama menggunakan bahasa Inggris.

wpid-photogrid_1420544720883.jpg

Taksi pun melaju menuju Best Western Causeway Bay yang terletak di pusat kota. TIm kami terdiri atas 5 dewasa, 1 anak, 4 koper besar, dan 2 koper kecil…membutuhkan 2 buah taksi dengan total biaya sekitar 700 HKD. Dihitung-hitung jauh lebih murah daripada menggunakan airport express dari airport ke stasiun Central @HKD 100, ditambah biaya tambahan menuju stasiun Causeway Bay, belum lagi biaya lelah membawa koper dan biaya bingung mencari hotel yang letaknya tersembunyi. Namun jangan kaget kalau taksi di Hong Kong melaju dengan sangat cepat, malah cenderung ugal-ugalan dan mengerikan.

Kamar baru tersedia di atas jam 2 siang…kami memutuskan untuk mendatangi tempat tujuan wisata yang paling terkenal di Hong Kong, yakni The Peak (http://www.thepeak.com.hk/). Kami membeli octopus card di stasiun MTR terdekat yang terletak di bawah Times Square mall, yakni stasiun Causeway Bay. Octopus card untuk anak berusia 3-12 tahun berwarna merah muda. Kereta berhenti di stasiun Central, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju The Peak Tram Station.

Tips: sebaiknya gunakan sepatu yang sangat nyaman untuk jalan kaki karena di Hong Kong akan sangat banyak jalan. Bahkan jarak antara MTR di bawah tanah sangat jauh, berpuluh-puluh kali lipat lebih jauh daripada MRT di Singapura.

wpid-photogrid_1420545367710.jpg

Kami tiba di The Peak Tram Station pukul 10.30 siang, sudah terlihat antrian panjang. Tapi namanya juga Hong Kong…sepanjang-panjangnya antri, bergeraknya cepat juga hahaha…memang disana serba cepat. Yang harus diwaspadai adalah…mereka memasang tarif harga paket di sepanjang jalur antrian yang terdiri atas tiket tram, tiket naik ke puncak tertinggi yang disebut dengan The Sky, dan atau untuk masuk ke dalam museum Madame Tussaud dengan harga tinggi. Mereka tidak memasang harga TIKET TRAM SAJA yang hanya HKD 40 untuk dewasa dan HKD 18 untuk anak. Ada juga petugas yang sangat ramah mengajak ngobrol saat pengunjung sedang antri, ternyata menawarkan foto instan yang tentunya harus bayar ekstra.

Ternyata jalur yang dilalui tram tersebut sangat curam dan cukup panjang, sehingga merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi saat perjalanan pulang, tram berjalan mundur…cukup deg-degan juga. Di puncak kita bisa menikmati pemandangan yang istimewa, makan, dan tentunya belanja. Bila berminat bisa masuk ke dalam museum lilin Madame Tussaud. Saya tidak masuk ke dalam museum lilin karena si kecil belum mengerti. Saat kami kembali ke bawah, wah antrian tram lebih panjang lagi! Rupanya jam 10.30 cukup ideal untuk menuju ke the Peak karena antrian belum terlalu panjang. Saat kami makan siang jam 11, restoran masih sepi…tidak lama kemudian sudah terjadi antrian untuk masuk ke dalam restoran.

PhotoGrid_1420529614099

Tips: the Peak terletak di ketinggian 396 meter atau 1300 kaki di atas permukaan laut sehingga sangat dingin. Belum lagi ditambah dengan angin. Kenakan pakaian yang cukup hangat, apalagi bila berkunjung di sore atau malam hari.

Kembali ke hotel, saatnya beristirahat. Malam hari kami habiskan dengan berjalan di pusat keramaian Causeway Bay, mencicipi beberapa makanan khas seperti egg pancake, fish ball, dan aneka cemilai berbau mangga khas kedai dessert Hui Lau Shian. Pusat keramaian ini sungguh sangatlah ramai dan padat…kerumunan manusia berjalan dengan sangat cepat. Sebagai turis sudah harus tau arah tujuan (bisa lihat di peta yang dapat diambil di airport) atau akhirnya akan mengikuti arus saja.

wpid-photogrid_1420548508432.jpg

Hong Kong dan stroller

Saya setuju dengan ulasan di berbagai media sosial bahwa Hong Kong sangat tidak bersahabat dengan stroller. Banyak stasiun MTR yang masih menggunakan tangga, walaupun ada tangga jalan, namun sangat amat padat sehingga akan sangat merepotkan. Jalanan pun sangat padat dengan manusia, sehingga stroller sulit lewat.

Apalagi kalau si kecil sedang dilepas dari stroller, kemudian ia lari menjauh dari kita. Awww!!!! Risiko si kecil hilang sangat besar!! Belum lagi bila kita harus mengejar si kecil sambil mendorong stroller. Akhirnya saya hanya membawa adjustable wrist link yang dibeli di Mothercare Jakarta demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kalau lelah berjalan atau menggendong di kecil, beristirahatlah sejenak sambil menikmati udara segar dan secangkir teh hangat.

PhotoGrid_1420095299485

Dengan demikian berakhirlah hari pertama yang padat dan melelahkan di Hong Kong. Kasur spring bed kecil di kamar yang hanya berukuran 6 x 4 langkah kaki orang dewasa pun terasa sangat nyaman. Oya….kamar hotel di Hong Kong memang terkenal sangat kecil. Bahkan untuk membuka 2 koper ukuran sedang sekaligus pun sulit.

Leave a comment »