hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

DJOURNAL Coffee Bar

image

Resto atau kafe baru selalu menarik perhatian, apalagi bila tampilannya menarik. Seperti tempat nongkrong terbaru milik Ismaya Group di Grand Indonesia: DJOURNAL Coffee Bar. Penampilannya menjanjikan, namun sangat disayangkan kualitas kopinya tidak sebanding dengan penampilannya. Pengalaman pertama memesan latte, oh sangat mengecewakan karena kopinya gosong dan pahit. Akhirnya latte berakhir di tempat sampah. Hari ini saya mencoba untuk kedua kalinya…cappucinno… Disajikan dengan kurang menarik…bisa dilihat dari bubuk coklatnya yang cuma di satu sisi seakan-akan tertumpah dengan tidak sengaja. Foamnya pahit luar biasa… Gagang cangkir mentok dengan piring alasnya sehingga tiap kali saya mencoba mengangkat cangkir, apalagi waktu cangkir masih penuh, kopi tumpah ke piring.

image

Pelayanan juga menyedihkan…waktu saya komplain kopinya super pahit, pelayannya menyanggah beberapa kali kemudian belagak tidak mendengar. “Masa sih pahit? Harus coba minum dengan foamnya.” Saya jawab “Lah ini baru foamnya aja pahit banget. Ya mas coba aja nih.” Jawaban si mas, “Ya gak enak dong kalau saya cobain” trus sok sibuk sendiri… Pelayan dan sekuritinya banyak tapi seperti sibuk sendiri dan tidak perhatian dengan lingkungan sekitar. Ada anak kecil yang sibuk berlari kesana kemari dan muntah!! Namun tidak seorang pun mempedulikan, sampai muntahan itu terinjak para pelanggan. Berbeda sekali dengan kedai kopi langganan saya (dan rasanya langganan semua orang)…kedai kopi berlogo putri duyung berwarna hijau. Berhubung masih soft opening…semoga Djournal dapat menyempurnakan pelayanan dan kualitas kopinya.

Advertisements
3 Comments »

Menikmati hari-hari bebas untuk terakhir kalinya

Perut sudah semakin besar, serangan sesak nafas semakin sering, kedua kaki bengkak tidak bisa reda dengan mengangkat kaki…semua barang bayi sudah siap, kartu kredit untuk bayar biaya bersalin juga udah siap…apalagi ya yang kurang?

Hari-hari terakhir menjelang persalinan adalah saat yang paling mendebarkan, apalagi untuk kehamilan pertama. Tidak sabar menunggu adanya air mengalir dari sela paha seperti ngompol…atau serangan mukes hebat seperti ingin BAB (buang air besar). Ada kasus teman saya lari ke gawat darurat sambil digendong suami karena kontraksi hebat yang ternyata menghilang dengan BAB besar-besaran. Hahahhaaa memang kasus alarm palsu ini sering terjadi.

Di minggu-minggu menjelang persalinan, saya sempat tidak bisa tidur karena menantikan “alarm”. Suatu hari teman saya yang sudah beranak 2 mengingatkan bahwa bila sudah tiba saatnya, semua calon ibu akan tahu. Lagipula tidurlah dengan nyenyak, nikmati hari-hari terakhir bebas tangisan si kecil. Setelah saya pikir-pikir…benar juga! Jadilah saya mencari kegiatan yang menyenangkan untuk menyingkirkan kecemasan. Beberapa hal yang asik untuk dilakukan adalah:

Nonton bioskop bersama suami
Hehehe….setelah si kecil terlahir ke dunia, nonton bioskop menjadi hal yang sangat langka. Apalagi saya tidak mau membiarkan si kecil hanya berdua dengan penjaganya. Tontonlah film sebanyak mungkin, kalau perlu lakukan movie marathon.

Potong rambut
Saat persalinan, apalagi bila normal, rambut pasti acak-acakan karena kontraksi yang luar biasa. Belum lagi dengan erangan, teriakan, dan keringat yang membanjir… Ditambah dengan mudahnya kepanasan dan keringatan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, serta waktu menyusui… Rambut pendek merupakan pilihan yang nyaman. Walaupun bentuk wajah saya kurang cocok dengan rambut pendek (apalagi wajah membulat seperti donat), saya tetap memotong rambut sependek mungkin karena bulan-bulan pertama setelah melahirkan pasti tidak sempat mengurus rambut, apalagi ke salon. Errr…walaupun ada sih teman saya yang hari pertama setelah melahirkan langsung mem-blow rambut dan berdandan lengkap…

Mengecat rambut?
Ibu hamil sering bimbang…bolehkan mengecat rambut saat hamil? Boleh kok…asal memilih metode highlight yang hanya mewarnai sebagian rambut dan rambut tidak diwarnai sampai ke akar.

Perawatan rambut dan kuku
Nikmatilah selagi masih ada waktu… Hindari pemakaian cat kuku warna ataupun transparan karena dapat mengganggu pemasangan alat untuk mengecek kadar saturasi oksigen. Alat ini hanya dipasang pada ibu yang akan menjalani operasi Caesar…walaupun rencana melahirkan normal, siapa tau akhirnya Caesar kan?

Pijat badan, pijat refleksi
Pijat badan dapat membantu melemaskan otot yang sudah bekerja keras membawa perut besar berisi bakal si kecil. Tedapat beberapa tempat pijat yang menyediakan jasa khusus untuk ibu hamil. Saya tidak terlalu menikmati pijatan saat hamil karena dipijat dalam posisi tidur miring.

Pijat kaki, seperti refleksi, dapat membantu meredakan bengkak. Waspadalah pada bengkak di kaki yang tidak mereda dengan pengangkatan kaki atau dengan pijatan dalam 24 jam…mungkin terjadi peningkatan tekanan darah. Segera ke dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi Anda.

Hilangkan rambut daerah kemaluan
Menjelang persalinan, perawat akan mencukur rambut di daerah kemaluan untuk mempermudah proses persalinan. Hal ini berlaku untuk persalinan normal dan Caesar. Dalam persalinan normal dilakukan untuk mempermudah menilai pembukaan, proses keluarnya bayi, dan tindakan episiotomi (pemotongan kulit untuk memperluas jalan lahir). Sedangan untuk Caesar dilakukan untuk mempermudah proses pemasangan kateter. Rambut dapat dihilangkan dengan menggunting, mencukur, atau waxing. Bagi Anda yang memilih tindakan waxing, lakukan secara berkala (biasanya 1x/bulan) sejak menginjak trimester ketiga.

Saat menjelang persalinan, saya berencana untuk melakukan waxing, namun ada seorang teman yang bersikeras untuk ikut serta. Apa daya teman ini sibuk sekali sehingga rencana tertunda terus. Akhirnya saat Blackberry mengingatkan bahwa ada janji waxing hari ini, saya sudah terkapar di ruang rawat dalam kondisi perawat sedang mencukur daerah tersebut. Ggrrrr….geram sekali rasanya.

Ikut senam hamil
Senam hamil diperuntukan bagi ibu hamil trimester 2 ke atas yang berencana untuk melahirkan secara normal. Jasa senam hamil dapat ditemukan di beberapa rumah sakit bersalin atau di sanggar senam khusus. Saya sarankan untuk bayar per kali datang (jangan ambil paket bayar di muka) karena kita tidak akan pernah tau kapan si kecil akan keluar. Saat itu saya bayar untuk 3x senam, saat petugas mengingatkan untuk senam yang ketiga, si kecil sudah berada di dalam pelukan saya. Rugi deh…

Persiapkan alat makan sekali pakai
Tips ini berlaku bagi pasangan muda yang tidak memiliki pembantu, penjaga bayi, atau anggota keluarga lain. Kehadiran si kecil yang membutuhkan banyak perhatian dan banyak botol susu, bisa membuat ibu muda sakit kepala karena banyak urusan, termasuk urusan cuci mencuci peralatan makan. Penggunaan alat makan sekali pakai akan sangat membantu mengurangi pekerjaan dan stress. Walau kurang ramah lingkungan, tapi kan hanya sementara saja. Kalau perlu siapkan daftar menu pesan antar untuk kemudahan.

Nongkrong bareng teman-teman
Mumpung cuti sudah dimulai dan si kecil masih meringkuk manis di dalam perut, manfaatkan waktu untuk berkumpul bersama teman-teman. Hal ini akan menjadi langka juga saat si kecil sudah lahir.

Selamat menikmati kebebasan!

Leave a comment »

Rubber Ducky Christmas Tree

xmas5

Saat natal menjelang, saya sibuk mencari ide pohon natal yang unik untuk si kecil. Pohon sudah ada dan ornamennya banyak sekali namun membosankan, hanya berbentuk bulat dan lonjong, serta sedikit ornamen berbentuk opa Santa. Gak ada ornamen yang imut-imut…padahal sekarang ada si kecil. Kalau mau beli 1 set ornamen lagi kok sayang ya… Akhirnya tercetus ide untuk memakai mainan si kecil sebagai ornamen. Kebetulan ada 1 set rubber ducky christmas edition, jadilah saya menggantung bebek-bebek karet ini di pohon natal. Lumayan juga…si kecil kegirangan melihat bebek-bebek itu tergantung disana.

Oya…ada bahayanya juga loh. Saking semangatnya ingin mengambil si bebek, si kecil menarik batang pohon natal dan hampir tertimpa!

xmas6

Pacific Place 2012

Untuk tahun-tahun yang akan datang, boleh juga buat pohon natal bertemakan Winnie the Pooh, mobil-mobilan, atau karakter apapun yang menjadi favorit si kecil… Unik dan bersahabat dengan kantong!

Leave a comment »

Thoughtful gift for mommies

Menurut saya pekerjaan sebagai ibu rumah tangga itu adalah pekerjaan terberat loh… Di dalam rumah terus atau paling antar-jemput anak, rambut kucel kuku tak terawat karena gak ada waktu untuk perawatan, dan yang paling menyedihkan adalah gak ada gajinya hehehe. Sebenernya gaji yang tak ternilai itu adalah melihat si kecil tumbuh sehat dan senang. Namun yang namanya perempuan…rindu belanja, rindu perawatan, suka hadiah, butuh hiburan.

Persis di puncak kelelahan saya balik dari liburan ke Bali tanpa babysitter dan kencan berdua si kecil di dalam pesawat, saya menerima sebuah kado yang sangat menyentuh hati. Kesan pertama tampak membingungkan…kok ada sabun cair, body lotion, penghilang bercak hitam di sekitar mata, body scrub, hair mask, dan coklat…dimasukkan ke dalam wadah manis merk kesukaan saya “SCOOP”. Di dalam kartu tertulis sebuah kalimat sederhana Here’s a little something for your precious “ME” time. Oh…akhirnya ada yang mengerti juga kebutuhan seorang ibu-ibu seperti saya.

Yang lucunya adalah si pemberi kado ini adalah orang yang belum menikah (apalagi punya anak)… But she’s a thoughtful person… waktu nikah, saya mendapat kado 1 buah buku resep Jamie Oliver lengkap dengan olive oil, balsamic, dan black pepper. Bener-bener siap digunakan dan memang buku itu menjadi buku favorit saya sampai saat ini.

Thank you my friend for the thoughtful gift.

Leave a comment »

Memompa ASI bagi ibu bekerja

Masa cuti sebentar lagi berakhir…payudara masih terasa kencang setiap 1 jam, si kecil merengek terus meminta susu. Wah ini alamat harus mompa saat bekerja! Apa saja ya yang harus dipersiapkan?

Apakah ini yang ada di pikiran mommies? Jangan takut…asal niat semua bisa dijalani kok. Saya kembali bekerja saat si kecil berusia 4 bulan, terus memompa sampai si kecil hampir berusia 1 tahun, dan tidak pernah menemukan kendala yang berarti.

Perlu diketahui bahwa menyusui dan memompa ASI merupakan hak para ibu menyusui yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan 450/2004. Jadi jangan ragu meminta waktu untuk memompa. Usahakan untuk memompa setiap 3 jam mengikuti ritme kebutuhan bayi sehingga ASI diproduksi terus-menerus.

Berikut peralatan yang harus disiapkan:

  • Gunakan blus yang memudahkan proses memompa. Misalnya blus dengan kancing depan atau blus longgar sehingga dapat disingkap ke atas.
  • Set pompa yang terdiri atas pompa, corong, dan botol penampung ASI. Saya lebih memilih menampung dalam botol agar lebih aman dalam transportasi. Setelah sampai rumah baru dipindahkan ke dalam plastik ASI. Saya memakai merk Medela tipe freestyle dan swing.
  • Nursing cover. Saya merekomendasikan merk bebe au lait yang dijual di Mothercare. Bentuk kawat penyangga di lehernya sangat pas sehingga dapat melihat payudara dan si kecil dengan mudah.
  • Tisu kering dan tisu basah food grade untuk membersihkan peralatan pompa. Ada yang senang membilas dengan air panas, namun bagi saya hal tersebut lumayan merepotkan. Apalagi setelah itu harus dikeringkan (menjadi tidak steril juga) atau dibiarkan basah (terkesan tidak bersih). Akhirnya saya memilih untuk menggunakan tisu basah food grade yang diakui aman untuk masuk ke mulut bayi.
  • Makanan & minuman. Dikatakan bahwa jumlah konsumsi makanan & minuman mempengaruhi produksi ASI. Jadi memompalah sambil makan/minum, efektif dan efisien.
  • Gadget seperti smart phone dan galaxy tab untuk menemami proses memompa agar tidak bosan.

Rajin-rajinlah memompa sampai produksi ASI Anda benar-benar menipis. Pasti ada saat dimana Anda merasa lelah membawa peralatan memompa atau rindu memakai gaun terusan…ingatlah bahwa ASI adalah susu terbaik bagi si kecil, terutama di 6 bulan pertama kehidupannya. Carilah dukungan positif dari suami, keluarga, dan teman-teman.

Selamat memompa!

Leave a comment »