hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Seluruh badan bengkak saat hamil: waspadai gejala preeklamsia

on 27 December 2016

Kali ini saatnya saya sharing tentang kejadian yang saya alami saat hamil anak pertama 5 tahun yang lalu. Memang kenaikan berat badan saya sangat berlebihan. Terakhir nimbang naik 30 kg! Itu aja sebelum saya terkena penyakit hipertensi dalam kehamilan (HDK = yang saya sebut disini sebagai gejala preeklamsia).

Bila gejala yang dialami hanya badan bengkak dan tensi tinggi (saat itu tensi saya mencapat 180/100 mmHg), kondisi ini disebut sebagai hipertensi dalam kehamilan (HDK). Bengkak yang dialami gak sekedar bengkak loh…melainkan bengkaknya ngeri seperti foto di atas…pergelangan tangan dan kaki tidak ada, buku-buku jari menghilang, kerutan lutut menghilang. Bengkak tidak menghilang dengan pijatan atau dengan angkat kaki lebih tinggi dari jantung. Saat itu celana hamil ukuran XXXL sudah hampir tidak muat! Jadi bengkaknya bener-bener bengkak seperti mau meletus.

Nah bila HDK sudah disertai dengan gejala lain seperti:

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan pengelihatan (rabun)
  • Kencing berbusa
  • Nyeri pada perut atas
  • Mual muntah (pada trimester ke3)
  • Sesak nafas

Harus curiga penyakit sudah berkembang menjadi preeklamsia. Bila pasien sampai kejang, itu sudah menjadi penyakit eklamsia yang dapat menyebabkan kematian.

Bagaimana memantau saya terkena HDK/ pre-/ eklamsia?

  • Lalukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin. Bila tekanan darah meningkat, segera konsultasikan ke dokter kandungan Anda. Tekanan darah normal = 120/80 mmHg.
  • Keadaan ini diturunkan. Jadi bila Anda memiliki faktor risiko misalnya ibu atau saudara kandung sempat mengalami keadaan ini, pantau tekanan darah anda setiap hari sejak kehamilan masuk trimester ke2.
  • Waspada bila terjadi peningkatan berat badan yang mendadak (sekitar 8-10 kilo/ minggu)
  • Waspada bila badan bengkak yang tidak menghilang dengan pijat atau dengan istirahat.
  • Waspada bila air kencing berbusa

Apa penyebab dari HDK/ pre-/ eklamsia?

Penyebabnya belum pasti, diduga adanya gangguan sirkulasi dari ibu ke janin. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko HDK/ pre-/ eklamsia adalah:

  • Adanya riwayat keluarga dengan keadaan ini
  • Obesitas
  • Hamil kembar
  • Berusia kurang dari 20 tahun atua leih dari 35 tahun
  • Bayi tabung
  • Terkena hipertensi sejak sebelum hamil

Kembali ke kasus saya dulu…….Sudah 3 hari badan bengkak tidak mengempis…sudah pijat refleksi, meni-pedi, banyak istirahat dengan kaki diangkat… Oohh…kejadian puncaknya adalah saat saya sedang kumpul bersama teman-teman, saya mau berdiri dan kursi —>>> daaann kursinya terangkat karena nyangkut di pinggul saya. Oh malunya…refleks teman-teman menyuruh saya untuk periksa tensi karena takut badan bengkak karena tensi tinggi. Awalnya saya masi berpikir mustahil karena minggu lalu saat senam hamil tensi saya normal. Ehhh…bener aja saat di rumah cek tensi, 160/80 mmHg. Langsung saya hubungi dokter kandungan saya, disarankan untuk datang ke RS, konsultasi dan periksa urin. Sampai di RS tensi saya 180/100 mmHg. Untungnya tidak ditemukan protein dalam urin (kencing tidak berbusa), sehingga saya dikatakan HDK…belum masuk dalam tahap preeklamsia.

Saya dirawat, diberi obat darah tinggi. Besok pagi di USG ternyata plasentanya sudah mengalami pengapuran, yang diduga menjadi penyebab munculnya gejala HDK. Langsung deh diinduksi…nunggu 6 jam dinyakan gagal induksi…akhirnya lahir juga de-bay melalui proses sesar. Yang parah adalah saya naik 30+ kg, bayi saya hanya 2600 gram! Memang bayi dari ibu yang mengalami HDK/ pre-/ eklamsia cenderung kecil karena sirkulasi makanan ke janin terganggu.

Ternyata oma saya pernah keguguran akibat preeklamsia (saya tahu setelah melahirkan), kakak saya yang melahirkan setelah saya juga mengalami preeklamsia.

Belajar dari pengalaman hamil pertama, hamil kedua saya kontrol ke dokter kandungan yang jago menangani preeklamsia, dr. Noroyono Wibowo, SpOG di RSIA Bunda Jakarta. Waaahhh….pemeriksaan saat hamil banyaakkk sekali….vitaminnya juga ekstra banyak, tapi bersyukur kehamilan ke2 saya baik-baik saja. Tipsnya adalah:

  • Makan banyak protein, kurangi makan karbohidrat
  • Ukur tensi setiap hari
  • Minum suplemen yang diberikan dokter secara teratur

Sukseslah kehamilan ke2 berat badan naik 14 kilo, bayi saya 3200 gram yay!!

Have a safe and healthy pregnancy, mommies!

 

 

 

Advertisements

One response to “Seluruh badan bengkak saat hamil: waspadai gejala preeklamsia

  1. […] Kalau mau tau cerita lengkap tentang kehamilan saya dengan gejalan preeklamsia, baca disini […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: