hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

P3K: menangani lengan patah/ terkilir pada anak

on 21 October 2016

Saat bapak menggendong si kakak naik tangga, tiba-tiba si bapak merasa tertarik ke belakang seperti ada yang menahan. Tak lama kemudian si kakak menjerit dan menangis meraung tanpa henti. Kakak dibaringkan di ranjang, lengan kiri tampak terkulai lemas tidak berdaya, tidak dapat digerakkan karena sakit.

Respons pertama sebagai orang tua: PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK PANIK. Walaupun saya seorang dokter.

Berikut tips menghadapi kasus seperti ini:

  1. Tetap tenang. Tarik nafas panjang. Panggil bantuan. Saat itu suami langsung memanggil saya untuk masuk ke kamar.
  2. Tulang yang patah/ terkilir akan sangat sakit bila digerakkan. Jadi jangan coba menggerakkan tangan/ kaki yang cedera, sekalipun posisinya tidak normal/ tidak lazim (justru lebih memperbesar kemungkinan tulang patah/ geser). 
  3. Biarkan anak dalam posisi senyaman mungkin. Anjurkan anak untuk tetap tenang, jangan meronta atau menangis atau bergerak-gerak. Sampaikan bila diam saja, tidak akan muncul rasa sakit. Dengan bisikan lembut, usahakan anak tertidur…karena bila anak tenang, kita akan lebih bisa berpikir jernih langkah selanjutnya.
  4. Patah tulang/ tulang geser merupakan kasus gawat darurat sehingga harus dibawa ke rumah sakit segera. Bila sudah malam, bawa ke gawat darurat. Jadi putuskan RS tujuan. Sebaiknya di RS tersedia sarana rontgen dan ada dokter spesialis tulang/ ortopedi.
  5. Cari papan tipis yang kaku dan kain panjang untuk mempertahankan tangan pada posisinya dan untuk meminimalisasi pergerakan (ingat bahwa tangan sakit bila digerakkan). Saat itu saya menggunakan karton tebal dan 2 buah stoking. Spalk/ pembebatan harus mencakup seluruh tulang yang diduga patah. Misalnya di kasus ini yang diduga adalah sendi bahu, lengan atas, siku atau lengan bawah…nah spalk yang dipasang harus mulai dari bahu sampai pergelangan tangan.
  6. Kemasi barang untuk ke RS: pakaian ganti kancing depan, jaket (di IGD sering dingin), makanan & minuman kesukaan anak (untuk mengisi perut & sogokan saat diperiksa), mainan yang bisa dimainin dengan 1 tangan, gadget untuk pasang musik selama menunggu.
  7. Saat di RS ikuti prosedur. Bagian tersulit saat harus di foto rontgen dari berbagai posisi dan saat dokter memeriksa pergerakkan lengan. Ya kita harus pinter-pinter merayu si anak agar didapatkan hasil pemeriksaan yang akurat.

Saat itu saya lari ke IGD RSCM Kencana. Setelah 2.5 jam, si kakak dinyatakan hanya keseleo (sprain), tidak ada patah tulang/ geser. Kakak diharuskan untuk memakai arm sling atau gendongan tangan selama 1 bulan. Arm sling bermotif untuk anak bisa dibeli melalui IG: bellcestaro atau babybee_closet.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: