hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Les LEGO di Robotics Education Center (REC)

on 1 January 2016

image

Kurangnya konsentrasi anak di sekolah dan kegemarannya bermain LEGO membuat saya mendaftarkan anak di Robotics Education Center. Saya berharap agar anak lebih konsentrasi sekaligus lebih kreatif. Yang terjadi adalah….awalnya semangat, mulai bosan di pertemuan ke-5, akhirnya hanya mampu bertahan sampai pertemuan ke-8. Berikut sharing saya:

Kelas di REC

Kelas pemula justru menggunakan LEGO kecil. Berbeda dengan di pasaran yang menju LEGO berukuran besar (duplo atau megablock) untuk anak-anak. Rupanya yang dimaksud LEGO besar di REC adalah LEGO yang dibentuk menjadi robot sungguhan yang dapat bergerak.

Kelas dimulai dari menyusun LEGO 1D (dimensi), 2D, 3D, lalu LEGO dengan mesin seperti robot sungguhan. Usia minimal 4 tahun, kelas 1x/ minggu, durasi 90 menit. Di setiap kelas, anak diminta membuat 2 bentuk sesuai contoh. Setelah itu anak diperbolehkan berkreasi sesuka hati. Setiap selesai 1 bentuk, anak akan mendapatkan 1 lembar uang-uangan untuk kemudian ditukar dengan hadiah.

LEGO dan konsentrasi

Anak saya persis berusia 4 tahun saat mulai les LEGO. Awalnya sangat semangat. Mau mengikuti langkah demi langkah untuk membentuk suatu gambar. Pendampingnya pun sabar dan dapat memahami karakter anak.

Namun lama-kelamaan ia mulai bosan. Susah banget ngajak ke les LEGO, kalaupun ikut hanya 30 menit, kadang sampai 90 menit tidak membentuk apapun.

Setelah berkonsultasi dengan dokter anak saya, beliau menyarankan untuk melatih konsentrasi anak melalui aktivitas fisik. Les LEGO memang bisa melatih konsentrasi. Namun bagi anak yang sangat aktif, aktivitas yang hanya duduk dan menyusun LEGO sangat membosankan. Padahal konsentrasi dapat dilatih melalui aktivitas fisik. Contohnya naik kuda…kalau gak fokus akan jatuh. Selain melatih konsentrasi, aktivitas fisik membutuhkan energi banyak sehingga dapat menyalurkan “kuda liar” si anak. Biasanya setelah “kuda liar” lepas, anak akan menjadi lebih tenang dan terkendali.

Karena alasan itulah akhirnya saya memutuskan untuk mengakhiri les LEGO di REC dan mendaftarkan si kecil di Rockstar Gym. Si kecil menutup les LEGO dengan menyusun gambar lemon yang sudah dibuat 3x (karena gampang) dan menukar uang-uangan dengan roller stamp.

Keuntungan les LEGO

– Belajar mengenal aneka bentuk LEGO
– Belajar cara menyusun LEGO selangkah demi selangkah
– Belajar kreatif…menyusun LEGO jadi aneka bentuk
– Belajar sabar dan tekun
– Belajar konsep “reward”…kalau mau dapat uang harus bekerja dulu
– Belajar berinteraksi dengan teman sebaya
– Belajar menerima kalau ada teman yang lebih unggul. Bentuk yang dibuat setiap anak berbeda sesuai dengan levelnya sehingga kadang rumput tetangga lebih hijau

Les LEGO atau REC memiliki banyak keuntungan, namun harus dicocokan dengan karakteristik dan minat anak

Untuk info lebih lanjut, baca http://www.roboticsindonesia.com

dr. Rachel Djuanda, SpKK


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: