hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Perbedaan kehamilan pertama dan kedua

on 5 April 2015

Lebih tenang dan santai, namun lebih waspada
Pengalaman pertama selalu lebih mendebarkan, sedangkan pengalaman kedua biasanya dapat dijalani dengan santai karena sudah dapat memperkirakan apa yang dihadapi. Saat hamil pertama, saya mengalami hipertensi dalam kehamilan (tekanan darah mencapai 180/100 mmHg). Untungnya karena belum ada kerusakan organ dalam dan kehamilan sudah cukup bulan (37 minggu), si kecil dapat dilahirkan tanpa hambatan yang berarti.

Hipertensi dalam kehamilan merupakan awal dari preeklamsia (hipertensi dengan kerusakan organ dalam), yang dapat berlanjut menjadi eklamsia (ditambah dengan kejang yang dapat berakhir pada kematian ibu). Anak yang terlahir dari ibu preeklamsia/ eklamsia juga biasanya kecil atau dapat mengalami cacat mental. Pengalaman ini menyebabkan saya mencari dokter kandungan yang ahli dalam hipertensi untuk kehamilan kedua ini. Saya memilih dr.Noroyono Wibowo, SpOG yang berpraktik di RS Bunda Jakarta dan klinik fetomaternal jalan Kimia 5. Jadilah saya menjalani aneka pemeriksaan untuk skrining risiko preeklamsia, dinyatakan kekurangan protein dan vitamin D, lalu mendapatkan bejibun vitamin. Yaaa…memang harus dijalani demi menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Tidak sabar menanti jenis kelamin anak
Tujuannya untuk mempersiapkan aneka barang sesuai jenis kelamin. Untung anak kedua ini dinyatakan laki-laki juga jadi saya tidak terlalu kalap belanja barang perempuan. Seandainya dinyatakan perempuan, pasti saya langsung sibuk membuat daftar belanja.

Mendata ulang daftar keperluan bayi, ibu hamil dan menyusui
Mendata ulang, mengumpulkan barang-barang, mencuci baju-baju hamil. Yang paling penting mengumpulkan kembali barang-barang pinjaman.

Lebih cepat merasakan gerakan janin
Gerakan janin hamil pertama terasa saat 4 bulan, yang kedua ini saat 3 bulan. Mungkin karena sudah familiar dengan rasa seperti ada ikan di dalam perut hehehe.

Lebih hati-hati dalam memilih makanan
Saat hamil pertama, semua makanan disantap karena aji mumpung. Alhasil berat badan meningkat drastis dan butuh kerja keras untuk menurunkannya. Kehamilan kedua ini kapok rasanya….apalagi ditambah dengan riwayat hipertensi dan keadaan kurang protein. Jadinya saya sangat selektif memilih makanan….makanan tinggi protein dan rendah karbohidrat menjadi pilihan.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: