hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Hong Kong hari pertama: The Peak

on 7 January 2015

Akhirnya saya baru kembali aktif menulis saat kembali ke Jakarta. Bersyukur bisa kembali ke tanah air dalam keadaan utuh…mengingat perjalanan kami hanya beberapa hari pasca hilangnya pesawat Air Asia rute Jakarta-Singapura. Pray for the victim and families.

Tiga kata untuk mendeskripsikan Hong Kong adalah: PADAT, CEPAT, GALAK. Yah….saya rasa tiga kata itulah yang paling tepat. Hahaha….kita mulai saja ceritanya.

Kami tiba di Hong Kong pukul 5 pagi. Cathay Pacific sangat tepat waktu, bahkan tiba lebih cepat dari perkiraan, namun memang pelayanan tidak sebagus maskapai penerbangan Asia lain. Setelah melewati imigrasi, kami membeli SIM card di 7-eleven, lalu duduk manis di Crystal Jade untuk menikmati santap pagi sekaligus mengaktifkan SIM card. Kami memilih Crystal Jade karena tidak perlu antri seperti di restoran siap saji yang ada di airport…rasanya perut sudah tidak dapat diajak kompromi karena semalam hanya mendapat sepotong roti isi dan muffin.

Setelah perut kenyang dan memastikan seluruh telpon sudah aktif, kami melangkah menuju tempat taksi. Memang benar terdapat beberapa warna taksi sesuai dengan area jangkauan, tapi tidak perlu bingung karena ada petugas yang akan memberi tahu jalur antrian yang sesuai dengan tempat tujuan.

Tips: karena kendala bahasa, sebaiknya nama dan alamat lengkap hotel yang dituju diperlihatkan ke supir taksi secara tertulis. Karena cukup sering terjadi miskomunikasi walau kedua belah pihak sama-sama menggunakan bahasa Inggris.

wpid-photogrid_1420544720883.jpg

Taksi pun melaju menuju Best Western Causeway Bay yang terletak di pusat kota. TIm kami terdiri atas 5 dewasa, 1 anak, 4 koper besar, dan 2 koper kecil…membutuhkan 2 buah taksi dengan total biaya sekitar 700 HKD. Dihitung-hitung jauh lebih murah daripada menggunakan airport express dari airport ke stasiun Central @HKD 100, ditambah biaya tambahan menuju stasiun Causeway Bay, belum lagi biaya lelah membawa koper dan biaya bingung mencari hotel yang letaknya tersembunyi. Namun jangan kaget kalau taksi di Hong Kong melaju dengan sangat cepat, malah cenderung ugal-ugalan dan mengerikan.

Kamar baru tersedia di atas jam 2 siang…kami memutuskan untuk mendatangi tempat tujuan wisata yang paling terkenal di Hong Kong, yakni The Peak (http://www.thepeak.com.hk/). Kami membeli octopus card di stasiun MTR terdekat yang terletak di bawah Times Square mall, yakni stasiun Causeway Bay. Octopus card untuk anak berusia 3-12 tahun berwarna merah muda. Kereta berhenti di stasiun Central, lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju The Peak Tram Station.

Tips: sebaiknya gunakan sepatu yang sangat nyaman untuk jalan kaki karena di Hong Kong akan sangat banyak jalan. Bahkan jarak antara MTR di bawah tanah sangat jauh, berpuluh-puluh kali lipat lebih jauh daripada MRT di Singapura.

wpid-photogrid_1420545367710.jpg

Kami tiba di The Peak Tram Station pukul 10.30 siang, sudah terlihat antrian panjang. Tapi namanya juga Hong Kong…sepanjang-panjangnya antri, bergeraknya cepat juga hahaha…memang disana serba cepat. Yang harus diwaspadai adalah…mereka memasang tarif harga paket di sepanjang jalur antrian yang terdiri atas tiket tram, tiket naik ke puncak tertinggi yang disebut dengan The Sky, dan atau untuk masuk ke dalam museum Madame Tussaud dengan harga tinggi. Mereka tidak memasang harga TIKET TRAM SAJA yang hanya HKD 40 untuk dewasa dan HKD 18 untuk anak. Ada juga petugas yang sangat ramah mengajak ngobrol saat pengunjung sedang antri, ternyata menawarkan foto instan yang tentunya harus bayar ekstra.

Ternyata jalur yang dilalui tram tersebut sangat curam dan cukup panjang, sehingga merupakan pengalaman yang tak terlupakan. Apalagi saat perjalanan pulang, tram berjalan mundur…cukup deg-degan juga. Di puncak kita bisa menikmati pemandangan yang istimewa, makan, dan tentunya belanja. Bila berminat bisa masuk ke dalam museum lilin Madame Tussaud. Saya tidak masuk ke dalam museum lilin karena si kecil belum mengerti. Saat kami kembali ke bawah, wah antrian tram lebih panjang lagi! Rupanya jam 10.30 cukup ideal untuk menuju ke the Peak karena antrian belum terlalu panjang. Saat kami makan siang jam 11, restoran masih sepi…tidak lama kemudian sudah terjadi antrian untuk masuk ke dalam restoran.

PhotoGrid_1420529614099

Tips: the Peak terletak di ketinggian 396 meter atau 1300 kaki di atas permukaan laut sehingga sangat dingin. Belum lagi ditambah dengan angin. Kenakan pakaian yang cukup hangat, apalagi bila berkunjung di sore atau malam hari.

Kembali ke hotel, saatnya beristirahat. Malam hari kami habiskan dengan berjalan di pusat keramaian Causeway Bay, mencicipi beberapa makanan khas seperti egg pancake, fish ball, dan aneka cemilai berbau mangga khas kedai dessert Hui Lau Shian. Pusat keramaian ini sungguh sangatlah ramai dan padat…kerumunan manusia berjalan dengan sangat cepat. Sebagai turis sudah harus tau arah tujuan (bisa lihat di peta yang dapat diambil di airport) atau akhirnya akan mengikuti arus saja.

wpid-photogrid_1420548508432.jpg

Hong Kong dan stroller

Saya setuju dengan ulasan di berbagai media sosial bahwa Hong Kong sangat tidak bersahabat dengan stroller. Banyak stasiun MTR yang masih menggunakan tangga, walaupun ada tangga jalan, namun sangat amat padat sehingga akan sangat merepotkan. Jalanan pun sangat padat dengan manusia, sehingga stroller sulit lewat.

Apalagi kalau si kecil sedang dilepas dari stroller, kemudian ia lari menjauh dari kita. Awww!!!! Risiko si kecil hilang sangat besar!! Belum lagi bila kita harus mengejar si kecil sambil mendorong stroller. Akhirnya saya hanya membawa adjustable wrist link yang dibeli di Mothercare Jakarta demi keamanan dan kenyamanan bersama. Kalau lelah berjalan atau menggendong di kecil, beristirahatlah sejenak sambil menikmati udara segar dan secangkir teh hangat.

PhotoGrid_1420095299485

Dengan demikian berakhirlah hari pertama yang padat dan melelahkan di Hong Kong. Kasur spring bed kecil di kamar yang hanya berukuran 6 x 4 langkah kaki orang dewasa pun terasa sangat nyaman. Oya….kamar hotel di Hong Kong memang terkenal sangat kecil. Bahkan untuk membuka 2 koper ukuran sedang sekaligus pun sulit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: