hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Liburan bersama si kecil di Bali 3: Bali Dynasty vs The Westin

on 11 July 2014

Jam 4 pagi terbangun karena hantaman hujan deras. Untungnya sekitar jam 7 pagi langit terang benderang dan matahari bersinar terang.

Si kecil menghabiskan sebagian waktunya bermain di Kid’s Club…bermain kereta api, balok, dan berkreasi membuat pajangan khas Bali. Aktivitas berlanjut di water park. Hari itu kami mempunyai misi untuk membuat si kecil tidak takut dengan curahan air dari ember besar dan membuat ia berani meluncur sendiri di perosotan kecil. Sukses loohhh….bahkan si kecil sampai menawar-nawar untuk main seluncuran lagi. Triknya mudah….

1) Ajak ia main setiap hari sampai ia merasa familiar dengan situasi

2) Perlihatkan anak-anak lain yang bermain di perosotan dan di bawah ember besar

3) Ajak meluncur dan berdiri di bawah ember besar berdua

4) Untuk ember besar masih terlalu bahaya untuk membiarkan si kecil terhantam curahan air yang begitu dashyat. Yang penting ia sudah tidak kabur, melainkan hanya melindungi kepala dan menutup mata

5) Mengajarkan meluncur…butuh bantuan 2 orang. Sy menemani ia di atas perosotan, suami menunggu di akhir perosotan. Si kecil jadi lebih pede dan mau meluncur sendiri. Terakhir-terakhir ia sudah tidur perlu ditemani di kedua sisi

Saran: gunakan alat bantu mengapung saat bermain di water park, terutama yang melekat di tubuh spt pelampung berupa jaket atau ban lengan.

image

Setelah puas bermain air, kami mandi dan siap-siap check out. Si kecil tertidur pulas di stroller setelah memakan 1 buah muffin dan susu indomilk. Makan siang di pizza hut, mal Discovery, lalu naik taksi menuju ke The Westin, Nusa Dua.

Naik taksi hanya 28 ribu + tol melintasi laut 10 ribu. Sejak adanya tol tersebut, perjalanan ke Nusa Dua menjadi sangat menyenangkan.

Setibanya di Westin kami disambut oleh 2 orang penari Bali yang menyematkan bunga kamboja di telinga para tamu. Saat check in masing-masing mendapat handuk dingin dan welcome drink. Khusus untuk si kecil mendapat tas punggung yang berisi topi, botol minum, postcard dan pensil warna. Sambutan yang menyenangkan.

image

Kamar 2512 terletak di ujung hotel yang sangar besar ini. Untuk mencapainya butuh perjalanan panjang, namun lokasi dekat dengan kolam renang dan pantai.

Berbeda dengan di Bali Dynasty (BD),  kid’s club disini membagi area bermain menjadi dibawah 4 tahun atau yang masih memakan popok, 4-6 tahun, dan 7-12 tahun. Kolam renangnya pun tidak ada yang sedangkal di BD…tidak ada kolam dimana si kecil bisa berjalan atau berenang-renang sendiri. Fasilitas di kolam renangnya pun hanya 1 perosotan besar, ring basket, dan gawang. Kurang menarik untuk balita.

image

Pantainya yang lumayan bersih, tanpa ombak, membuat kita dapat melangkah jauh ke dalam laut. Tidak ada aktivitas air apapun disana…untung kami sudah naik jakung di BD. Dibanding dengan BD, pantai ini jelas terkesan sangat privat. Pantai di BD kan sesungguhnya terletak di area perkampungan sehingga banyak pedagang asongan disana. Saya pribadi sih lebih senang di BD ya karena masih bisa leyeh-leyeh dengan harga miring.

Botol minum ternyata dapat diisi terus-menerus di restoran Veranda. Bisa memilih jus apel, jus jeruk atau soft drinks. Saya rasa ini salah satu keunggulan The Westin dibandingkan dengan BD, selain toilettriesnya yang jauh terlihat lebih elegan.

Setelah mandi kami berjalan kaki dengan stroller menuju ke Bali Collection yang ternyata memakan banyak waktu…sekitar 15 menit sekali jalan. Maklumlah keluar dari hotel the  Westin saja memakan waktu sekitar 5 menit. Tidak ada yang menarik di Bali Collection. Hanya berisi tempat spa, butik, dan aneka restoran. Sebenarnya ada shuttle bus dari dan ke hotel the Westin.

Kami kembali ke hotel dan mencoba menjajaki hiburan malam yang tersedia. Ternyata tidak ada yang menarik dan harga makannya terlalu mahal. Bahkan live music pun tidak ada. Menu in room service paling murah 149 ribu dan hanya berupa sandwich atau spaghetti. Akhirnya kami mengakhiri malam ini dengan memakan aneka buah segar khas Bali yang disediakan di kamar, lalu merebahkan badan di kasur yang super empuk.

Besok kami berencana untuk mencoba PREGO, restoran Italia milik the Westin juga. Konon katanya anak kecil dibawah 4 tahun bisa bebas memesan kid’s menu secara cuma-cuma.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: