hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Liburan bersama si kecil di Bali 2: hari yang sangat terik

on 10 July 2014

image

Terbangun super telat karena AC kamar yang luar biasa dingin sehingga bablas tidur, kami mengenakan pakaian berenang yang dilapis baju pantai lalu makan pagi di restoran Senses sambil melihat bebek berenang. Menu tidak banyak dan rasa juga biasa saja. Si kecil yang sudah tidak sabar ingin berenang sibuk merengek.

Kami melanjutkan acara pagi dengan bermain di Kid’s club hotel yang dapat digunakan secara cuma-cuma. Terdapat fasilitas day care yang juga cuma-cuma dari jam 9 pagi sampai 6 sore, khusus untuk anak usia 4-8 tahun. Cukup menambah 60 rb rupiah untuk makan siang. Aktivitas day care cukup padat; mulai dari origami, menonton film, mencari kepiting, sampai bermain di water park. Sayang di kecil belum berusia 4 tahun.

image

Kemudian kami menuju pantai untuk bermain ombak kecil dan bermain pasir. Ternyata ada jalan kecil dari belakang area bermain anak yang melewati sedikit perkampungan lalu mencapai pantai. Pantai cukup bersih, terdapat kursi-kursi malas dengan payung, dikelilingi oleh penjual barang-barang khas Bali, dan aneka penjual jasa (menicure-pedicure, pijat, surfing, naik jukung).

image

Karena terik matahari sangat menyengat, kami hanya mampu bermain ombak sebentar lalu berteduh di bawah payung. Si kecil bermain pasir, saya menicure-pedicure, bapaknya sibuk ngobrol dengan warga setempat. Topik diskusi gak jauh dari PEMILU kemarin. Tentunya ditemani dengan teh botol sosro dingin seharga 5000 perak. Menicure-pedicure seharga 120rb, menggunakan kuteks merk OPI, pengerjaan sangat cepat karena dilakukan oleh 3 orang dan mengering dengan cepat. Saya tidak memberikan tips tambahan. Kami membuat janji naik jukung jam 4.30 sore seharga 200rb.

Sudah hampir jam 11 siang, kami pindah tempat ke kolam berenang anak. Si kecil masih takut dengan tumpahan ember raksasa sehingga tidak mau mendekat ke area bermain. Saya lari sebentar ke Mal Discovery untuk membeli KFC, lalu kembali ke pinggir kolam menikmati seember cocktail saat happy hour.

Setelah puas bermain air, kami mandi di kamar dan makan KFC di balkon. Berbeda dengan KFC di Jakarta, crispy chickennya pedas. Kasian si kecil kepedesan. Untung saya membeli yang original juga.

Jam 4 sore kami terbangun dari tidur siang dan bersiap-siap untuk naik jukung dari pantai. Si kecil kami angkat dalam kondisi terkantuk-kantuk, kami pasangkan jaket dengan hoody dan kaca mata hitam. Tiba di pantai, Marco sudah siap menanti seperti janjinya.

image

Jukung bertolak dari pantai menuju airport Ngurah Rai. Pertama kali mendengar ke airport, saya sempat bertanya-tanya dalam hati “ngapain kesana?”. Namun ternyata itu merupakan hiburan yang sangat berkesan bagi si kecil karena melihat banyak pesawat mendarat. Sampai sebelum tidur malam, si kecil terus berucap “plane mendarat banyak”. Lalu kami mengitari pantai Kuta, melihat mal Discovery dari sudut pandang lain, melihat para surfer beraksi, mengajarkan si kecil beberapa kosa kata baru (ombak, surfing, jukung, laut, dsb), dan kembali ke tepi pantai. Perjalanan memakan waktu 30 menit dan kami sedikit basah karena harus menembus air laut saat keluar-masuk Jukung serta terkena hempasan ombak. Karena jukung menggunakan motor dan perjalanan singkat, rasanya kemungkinan mabuk laut kecil. Hanya sebaiknya menggunakan jaket karena angin laut sangat dingin.

Saya meminta tolong Marco untuk membelikan nasi babi guling, yang saya nikmatin di balkon kamar. Wa wa wa lezat dan super pedas.

image

Aktivitas seru selanjutnya berupa berjalan kaki menggunakan stroller di sepanjang pantai Kuta dari belakang hotel sampai keluar ke perempatan hotel Ramayana.

image

Dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai monumen bom Bali di Legian, melintasi gang Poppies 2, tiba di mal Kuta Beachwalk. Awalnya kami nekad membawa stroller, namun ternyata trotoar di Kuta dan sekitarnya sudah diperbaiki dan sangat bersahabat dengan stroller.

Berkeliling di dalam Kuta Beachwalk, si kecil nyangkut di lantai 3 yang dipenuhi dengan area khusus anak. Ada Mothercare, ELC, miniapolis, amazing place. Wah cukup sulit merayu si kecil untuk mau melanjutkan perjalanan ke restoran.

image

Kami makan malam di restoran Johnny Rockets. Mendapat kursi yang sangat strategis memandang kolam air di luar, dapat melihat tarian pramusaji dengan jelas, mendapat saus tomat tersenyum, dan ada miniatur music box di meja makan. Si kecil kegirangan dan turut bergoyang. Saya senang sekali ia hampir menghabiskan 1 potong burger mini. Saya mencoba memesan strawberry thick shake yang sangat manis…si kecil pun tidak suka. Di malam itu saja juga membiarkan si kecil mencoba rasa garam dan lada hahahah…lucu sekali melihat ia merem melek mencoba rasa asin dan kepedesan mencoba lada.

Sebelum pulang kami sempat melihat tari Bali di mal, lalu mengambil taksi menuju pusat oleh-oleh Krisna di jalan Raya Tuban. Sampai disana hiburan yang menarik untuk si kecil adalah membeli minum dengan vending machine. Gak papa deh beli air mineral 600 cc seharga 10 ribu asalkan dapat memperkaya si kecil.

Kembali ke hotel waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Saatnya cuci-cuci dan memejamkan mata, bersiap-siap untuk menjalani hari esok yang tidak kalah menariknya.

Teringat ucapan ayah saya bahwa bila berpergian, anak-anak akan sangat kaya dengan pengalaman karena stimulasinya banyak. Ya ya ya hari ini ucapan itu sangat terbukti.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: