hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Menjelajah Melbourne dalam 3 hari

on 9 October 2013

Kunjungan yang sangat singkat, apalagi sempat tertahan 9 jam di Singapura…perjalanan ini semakin berkesan dan tak terlupakan…

Waktu menunjukkan pukul 23.25 saat pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di airport Changi, Singapura. “Wah…masih keburu ngejar pesawat ke Melbourne! Kan take off nya jam 23.55,” pikirku. Begitu pintu pesawat terbuka, saya keluar dengan tergesa-gesa, disambut petugas darat yang langsung memberikan boarding pass baru untuk pesawat besok pagi dan voucher menginap di hotel Crowne Plaza yang bersebelahan dengan terminal 3.

Ternyata memang mustahil untuk merencanakan waktu transit hanya 1 jam

Harus memperhitungkan kemungkinan ketelambatan pesawat serta waktu yang dibutuhkan untuk perpindahan penumpang dan bagasi. Apa boleh buat…setelah memberi kabar ke keluarga, saya melangkah ke hotel. Hotelnya modern dan unik, dengan nuansa bunga anggrek.

Memang penting untuk menaruh barang berharga, aneka charger, dan baju cadangan di hand carry luggage bila berpergian jauh

Dapat mengantisipasi hal-hal seperti ini, karena bagasi langsung disimpan di gudang untuk pesawat esok hari. Bisa sih kalau mau dikeluarkan, namun besok pagi harus antri untuk memasukkan bagasi lagi.

image

Akhirnya…Melbourne

Perjalanan terasa sangat lama…mungkin karena terlalu semangat untuk bertemu keluarga kecilku setelah terpisah 7 hari. Sempat bermasalah dengan visa, kaki ini terasa ringan sekali saat melalui pos penjagaan terakhir airport Tullamarine.

Disambut oleh si kecil yang memberikan sebuket bunga mawar (walau setelah itu buang muka dan belagak cuek), kami berjalan ke gedung parkir. Udara lumayan dingin, 7 derajat Celcius…cukup dengan 2 lapis celana panjang, 2 lapis baju + 1 jaket. Dalam perjalanan pulang, kami membeli kebab favorit merk OZ kebab yang dijual di dalam moko (mobil toko), lalu menuju supermarket Woolsworth di belakang rumah untuk membeli popok dan aneka keperluan lain. Saya gemar mampir ke supermarket…itu adalah tempat yang wajib saya kunjungi bila pergi ke tempat baru.

Waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam saat kami tiba di rumah. Saya meninabobokan si kecil, membuat Aeroplane jelly untuk si kecil, lalu merayakan hari perkawinan kami bersama kebab ukuran jumbo + segelas red wine di depan TV.

Cintai satwa, cintai lingkungan hidup

Walau udara sangat dingin, kami nekad pergi ke kebun binatang yang terletak di tengah kota. Untung si kecil mau duduk di stroller peg perego dengan foot muff  terpasang di bagian kaki, jadi si kecil lebih hangat dan kami dapat bergerak dengan lebih cepat. Akhirnya kereta dorong ini sangat berguna🙂 kalau di Jakarta hanya digunakan di mall atau di kawasan Mega Kuningan yang trotoarnya lumayan.

Pengunjung dewasa masuk dengan membayar AUD$ 20, anak dibawah 4 tahun gratis!
Di dalamnya kita berkeliling dengan berjalan kaki. Suasana di masing-masing area dibuat semirip mungkin dengan habitat aslinya. Sebut saja area gajah dibuat semacam perkampungan di Vietnam/Sumatra, dengan gubug yang dilengkapi dengan pajangan khas Asia dan banyak tulisan dalam bahasa Melayu disana. Areanya saja disebut dengan “Kampung gajah”. Area orang utan pun sangat istimewa…penghuninya tampak sangat menikmati aneka permainan di dalamnya. Masing-masing orang utan pun diberi nama. Singa di kebun binatang itu besar,  gemuk, dan mengaum dengan suara yang menggelegar.

Selain itu ada juga hewan-hewan khas Australia, misalnya kangguru, koala, wallaby, burung emu, meerkatz, platypus, dan sebagainya. Yang unik dari kebun binatang ini adalah selain sebagai tempat penangkaran hewan, kebun digunakan untuk kampanye cinta lingkungan. Dimana-mana terdapat poster yang mengingatkan kita untuk hemat tisu, kurangi pembuangan limbah ke laut, dan yang paling unik adalah untuk stop mengkonsumsi produk yang mengandung minyak kelapa jenis tertentu karena mengganggu habitat orang utan. Caranya pun unik…ada pojok zoopermarket, disana terdapat aneka produk yang sering digunakan beserta barcodenya. Kemudian dengan alat scanner bak petugas kasir kita dapat mengecek apakah produk tersebut bebas minyak kelapa atau tidak. Si kecil senang sekali disana…maklumlah ia bernafsu untuk merebut scanner petugas kasir setiap belanja.

image

Di Melbourne Zoo inilah si kecil belajar memberi makan burung camar. Pertama kali saya beri roti, rotinya ia makan sendiri… Berikutnya, ia genggam erat di tangan… Setelah melihat saya melempar roti dan betapa serunya burung-burung itu rebutan roti, akhirnya ia mulai mengerti dan kegirangan. Bahkan isengnya kumat…ia menggenggam roti erat-erat, mengangkat tangan tinggi-tinggi, bergaya melempar padahal tidak. Burung-burung di sekitarnya sibuk berloncatan menunggu roti yang jatuh. Saya hanya takut ada burung nekad yang menyambar roti di tangannya. Oya…di tempat makan itu juga ada burung merak yang berlalu lalang loh…

Setelah puas bermain bersama hewan, si kecil tertidur pulas… Kami menghabiskan waktu untuk kencan di Direct Factory Outlet (DFO) Essendon, menikmati secangkir kopi latte khas Melbourne. Kami menghabiskan malam itu dengan berjalan kaki membeli ayam Nando’s dan menikmatinya di rumah. Menunya 1/2 ayam dengan peri-peri hot sauce dan 1/2 dengan saus lemon, dilengkapi kentang goreng peri-peri, jagung rebus yang agak layu, dan coleslaw dari Woolsworth.

Myki my city

Bangun terlambat karena udara sangat nyaman untuk tidur, menikmati beef stroganoff buatan suami, lalu kami jalan kaki menuju St Ali Coffee Roasters. Kedai kopi ini terletak di dalam gang kecil, di dalam sebuah tempat seperti gudang, namun sangat tersohor. Kami biasa membeli kopi dan menikmatinya sambil berjalan, demikian juga hari ini….sambil berjalan menuju stasiun tram terdekat. Si kecil sangat tidak sabar untuk masuk ke dalam tram…menunjuk semua tram yang lewat…namun begitu masuk ke dalamnya, ia tak bergeming…rupanya terlalu asik memperhatikan kesibukan di dalam tram. Kali ini kami tidak sempat makan di restoran timur tengah favorit kami, Gas eatery, karena kendala waktu. Padahal menu disana sangat unik, dengan citarasa khas timur tengah. Rasanya ingin memesan semua makanan yang ada dipajang dan yang ada di menu.

Kami sampai di Victoria Market untuk membeli souvenir khas Australia yang sangat murah disini. T-shirt hanya AUD$ 5, 7 buah aneka alat tulis hanya AUD$ 10, 5 buah tas belanja yang dapat dilipat hanya AUD$ 10. Kami juga membeli aneka sayur dan buah yang sangat nikmat dan murah…saya harus selalu membeli kiwi gold yang di Jakara harganya selangit. Kami mengakhiri perjalanan di VicMart dengan menikmati hotdog di tengah dinginnya Melbourne.

image

Tujuan berikutnya adalah ke pusat kota atau yang biasa disebut dengan city. Disana kami menjelajah dari satu mall ke mall lain untuk mencari aneka kebutuhan…mulai dari pengukus nasi untuk microwave, baby monitor, babi panggang dan cakwe untuk teman makan bubur malam ini, dan tak lupa sekantong coklat serut di Koko Black. Selama perjalanan ini, kami hanya menggunakan tram dan jalan kaki. Sangat menyenangkan berjalan kaki di Melbourne karena setiap jalannya dapat dilewati kereta dorong bayi. Kami tidak mengalami kesulitan sama sekali. Apalagi berjalan kaki di sepanjang Seluruh transportasi umum di Melbourne menggunakan kartu Myki yang dapat dibeli di gerai 7-11 atau mini market lain. Sistemnya agak membingungkan, mungkin karena kami belum terbiasa.

Sedih memang…namun hari ini harus berakhir yang berarti hanya 1 malam lagi waktu bersama keluarga kecilku.

Bertemu & berpisah

Persis disaat saya ingin mengendap-endap meninggalkan rumah, si kecil mengangkat kepalanya tinggi-tinggi dari balik selimut bak kura-kura. Untung si kecil sudah terbiasa berpisah dengan saya. Apalagi dengan adanya pemandangan tram lewat setiap beberapa menit di depan rumah…wah…si kecil sudah asik sendiri.

Setelah menyempatkan diri untuk foto bersama, akhirnya saya meninggalkan rumah dengan berat hati… Menghibur diri dengan secangkir coklat hangat di airport, lalu kembali ke ibu kota Jakarta yang tercinta.

Percakapan dengan penumpang lain di pesawat:
“I  just went to Melbourne only for 3 days, such a short visit”
“Man, it is not ONLY 3 days…so many things you can do & the most important thing is you met your family”

Ya…memang semakin sempit waktu yang ada & semakin sulitnya kita menggapai sesuatu, kita harus lebih menghargai apa yang kita miliki.

_______________________________

OZ kebab
18 Raccecourse Rd, North Melbourne VIC 3051
Sun-Thu 6:30 pm-3:00 am
Fri-Sat 6:00 pm-5.30 am

Melbourne Zoo
Elliott Ave, Parkville
(03) 9285 9300
http://www.zoo.org.au/melbourne
Opening hours 9:00 am–5:00 pm

DFO Essendon
100 Bulla Rd, Essendon Fields (near Tullamarine airport)
http://www.dfo.org.au/
Opening hours 10:00 am–6:00 pm

St. Ali Coffee Roasters
12-18 Yarra Pl, South Melbourne VIC
(61) 3 9686 2990
Opening hours: 7:00 am-7.30 pm

Gas Eatery and Supplies
253 Coventry St, South Melbourne VIC
(61) 3 9690 0217
http://www.gaseatery.so.im


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: