hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Perjalanan ke Kuala Lumpur 3: takdir

on 6 July 2013

Dibangunkan oleh suara alarm…kami langsung bersiap-siap untuk menjalani hari ini. Setelah berdiskusi dengan penjaga pintu, kami memustuskan untuk berjalan kaki menuju toko buku Kamal yang menjual aneka buku kedokteran dengan harga miring. Di tengah jalan kami tergoda untuk masuk ke dalam Chow Kit Market…memang dari luar tampak menjual sederetan baju muslim dan krupuk kering penuh warna yang tentunya tidak bisa kami beli. Namun kami yakin di dalam pasar tersedia jajanan asik untuk makan pagi. Terbentang berbagai macam buah dan kudapan lain yang sangat menarik hati…akhirnya mata berhenti pada martabak Ana yang menjual martabak porsi kecil seharga RM 2.50. Kami membungkus 1 buah martabak lalu mencari warung untuk duduk dan makan. Kami memutuskan untuk duduk di 1 warung yang pelayannya tampak kepayahan melayani pengunjung yang antri untuk memakan nasi lemak. Tidak tertarik dengan nasi lemak yang sebenarnya mirip nasi uduk ditambah kacang teri pedas, kami pun memesan roti cane dengan kari, kopi susu biasa, dan kopi susu tarik. Waktu ditanya apa bedanya yang biasa dengan yang tarik, si penjual menjawab dengan santai, ” Yang tarik ya ditarik dulu” sambil melengos pergi. Memang kenikmatan jajanan pasar tidak tergantikan oleh makanan di mal atau hotel…roti canenya gurih (jangan lihat cara pembuatannya….krn memakai mentega banyak sekali), kopi susu tarik yang nikmat (ternyata kopi yang ditarik berbuih-buih di permukaannya sehingga memberi sensasi rasa yang unik). Setelah perut kenyang hanya dengan RM 14.50, kami melanjutkan perjalanan menuju toko buku Kamal yang ternyata cukup jauh…sanggup menurunkan kalori dari mentega dan minyak martabak.

image

Memang belanja buku kedokteran di toko buku Kamal sangat menyenangkan. Cukup lengkap dan sangat murah…rerata 25% lebih murah dari harga di Jakarta. Untuk mencapai toko buku Kamal, sebaiknya gunakan taksi karena tidak ada stasiun monorail yang cukup dekat. Dua buku sudah dalam genggaman…waktunya belanja baju…tujuan berikutnya: Suria KLCC. Kemanapun tujuannya, taksi adalah pilihan kendaraan dari toko buku Kamal.

Pusat belanja yang terletak di kaki twin tower ini memiliki taman yang luas di halamannya. Ada air mancur menari, kolam main air dan area bermain untuk anak-anak. Semua fasilitas ini dapat digunakan secara cuma-cuma, tentunya dengan mematuhi peraturan yang berlaku. Area bermain gratis itu tampak menyenangkan dan teratur…semua pengunjung disiplin terhadap peraturan. Kapan ya di Indonesia bisa ada ada bermain gratis namun rapi dan teratur? Setelah puas menikmati taman, kami masuk ke dalam pusat belanja dan memborong baju diskon di butik Flow dan Mango. Memang stok Mango sama dengan di Jakarta, namun jenis dan ukuran masih banyak.

image

Dari Suria KLCC, kami berjalan kaki menuju Pavilion di Bukit Bintang melalui akses khusus pejalan kaki. Perjalanan ditempuh melalui lorong bawah tanah dan jembatan ber-AC yang sangaatttt panjang….total waktu tempuh sekitar 20 menit. Ini adalah jalur pejalan kaki terpanjang yang pernah saya tempuh…lebih seru daripada di Singapura. Dengan peluh yang menetes (walaupun dingin ber-AC), sampailah kami di area Bukit Bintang…area yang sangat populer dengan shopping center dan bar. Menjalani jalanan yang padat dengan kendaraan, mata kami terpaku pada pojok sebuah bangunan yang dipenuhi dengan beraneka ragam papan nama restoran. Perut yang keroncongan memandu kami masuk ke tempat itu yang tenyata adalah food court Lot 10 dan memang rupa-rupa makanannya semenarik papannya. Kami mencoba mie dan nasi ayam hot plate, serta es kacang…enaakkk… Sebelum kembali ke hotel, kami belanja di supermarket Isetan, membeli white coffee sachet untuk buah tangan kembali ke Jakarta.

image

Perjalanan pulang ke hotel naik taksi premium membawa kami ke toko coklat Beryl’s yang merupakan coklat asli Malaysia. Di dalam bangunan yang kecil itu, terdapat sejarah singkat kopi dan mesin peraga proses pembuatan coklat. Coklatnya pun unik dan enak…sebut saja coklat tiramisu, coklat dengan biji kopi asli, dan coklat dengan durian asli di bagian tengahnya. Memang harganya tidak bisa dibilang murah, namun pas dengan rasa dan keunikannya. Oya taksi premium menggunakan mobil kijang innova, dengan harga dasar dan harga per kilometer lebih mahal 2x lipat dibandingkan taksi biasa. Namun saat itu taksi biasa tidak mau memakai argo dengan alasan jalanan sangat macet, terpaksalah kami memakai jasa taksi premium. Tapi lumayan loh…kami janjian dengan supir taksi untuk menjemput kami kembali esok hari untuk berkeliling di KL dengan harga RM 350 termasuk ke Genting dan Airport.

image

Tiba di hotel, kamar tidak dibersihkan sesuai dengan dugaan hehehe. Rupanya kalau mau dibersihkan, wajib memasang gantungan please make up room. Waktu mandi, keramas, dan dandan yang singkat membuat saya mensyukuri hotel mini ini menyediakan pengering rambut. Dandan selesai, barang sudah mauk semua ke koper…waktunya menuju tempat acara makan malam reuni AMSA AC (Asian Medical Students’ Association Alumni Club) yang sebenarnya merupakan tujuan utama perjalanan ini.

image

Tiket monorail berupa token

Tempat acara yang bernama Royale Chulan Hotel sulit sekali dicari. Sulit karena banyak hotel di area Bukit Bintang memakai nama “royal” sehingga saya sempat nyasar berkali-kali sampai sekitar 30 menit…. Sebut saja parkroyal, royale bintang, dan royal-royal lainnya. Padahal perjalanan menuju Bukit Bintang dari hotel hanya 15 menit dengan monorail…2 stop saja. Akhirnya tiba juga saya di hotel kuno berbentuk rumah tradisional Malaysia itu. Sempat duduk temangu beberapa saat hanya untuk mengistirahatkan kaki dan mengeringkan keringat. Acara temu kangen pun dimulai…bertemu dengan teman-teman sejawat dari bebagai negara, sangat menyenangkan. Bicara tentang poco-poco (yang sangat disayangkan tidak juara)…dimana saya terbebas dari poco-poco…eh malam ini saya ditodong untuk tari gangnam style. Itulah yang namanya takdir…

image

Selesai acara, saya menyusul mama di Old Town White Coffee, kemudian lanjut nongkrong di La Boca Latino Bar sambil menikmati hiburan live music. Jam menunjukkan pukul 1 dini hari….waktunya pulang, meringkuk di balik selimut lembut, sambil pijat kaki. Dari awal pergi berniat untuk backpaking asik tanpa si kecil, sekarang kapok. Apalagi sampai hotel, seven-eleven kehabisan stok air mineral *oh nooooo!!!*

Kamal Medical Bookstore
138, jl. Pahang
Telp. 03-40210548

La Boca Latino Bar
Lot 3.10.03, Pavilion KL, jl. Bukit Bintang
http://www.facebook.com/LaBocaMalaysia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: