hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Tips mengatasi gigitan serangga

on 28 June 2013

Si kecil rentan akan gigitan aneka serangga karena masih terlalu kecil untuk bisa ‘menepuk’ atau mengusir serangga tersebut. Sebut saja nyamuk, semut, atau kutu ranjang. Aneka tindakan pencegahan dilakukan…mulai dari membeli kasur latex, penggunaan sprei dan sarung bantal berwarna putih, penggunaan anti nyamuk semprot, bakar, tempel, dan lain sebagainya. Penggunaan sprei berwarna putih itu berasal dari saran mertua saya…sebaiknya sprei, sarung bantal dan guling untuk bayi itu berwarna putih agar kelihatan kalau ada semut. Awalnya saya menyangsikan hal itu dan berniat membeli sprei bergambar kartun. Untung saja saya menuruti saran mertua *melirik si kecil yang makan kue kering sambil keliling rumah, mencelupkan tangan ke dalam es leci dan mengelap tanggannya di baju, wajah berlumuran susu coklat* wajar saja si kecil jadi rentan dikelilingi semut-semut kecil. Sebersih-bersihnya kita, kan bisa kecolongan juga…

Yak! Itu sekilas mengenai pencegahan. Nah…kalau sudah kena gigit, apa yang harus kita lakukan? Err…sebelumnya saya harus menjelaskan dulu nih…karena tips yang akan saya berikan mungkin agak berbeda dari kebiasaan pada umumnya. Namun tenang saja…karena tips diambil berdasarkan pengalaman pribadi (kulit saya rentan dengan gigitan serangga…gigitan 0,1 mm, bengkaknya bisa sampai 1 cm), pengalaman si kecil yang sering diserang serangga (pernah sampai kelopak matanya bengkak sebelah, muncul > 10 gigitan di seluruh tubuh dalam semalam), dan data-data ilmiah (penulis adalah calon Spesialis Kulit & Kelamin…setahun lagi *amin*). Jadi yaa…boleh percaya boleh tidak, tapi gak ada salahnya dicoba…

Percayalah bahwa gigitan serangga itu SANGAT GATAL

Serangga hanya menggigit satu kali, namun gigitan itu merangsang pelepasan histamin yang menimbulkan rasa gatal. Untuk orang-orang yang sensitif terhadap seranggam histamin yang dilepaskan berlipat ganda. Rasa gatal inilah yang menyebabkan orang menggaruk dan garukan itulah yang menimbulkan luka lecet dan rasa perih. Kadang sulit bagi orang dewasa untuk tidak menggaruk, apalagi untuk si kecil yang belum paham benar dengan perintah “Jangan digaruk”.

Gunakan sensasi dingin untuk mengurangi rasa gatal

Saat di kecil terlihat mulai menggaruk (serangan akut), segera keluarkan barang-barang dingin dari dalam kulkas untuk mengurangi rasa gatalnya. Bisa gunakan ice pack, botol yakult, kaleng soda, dsb yang disentuhkan ke kulit yang terkena gigitan. Dijamin si kecil akan berhenti menggaruk…setidak-tidaknya selama sensasi dingin tersebut masih ada. Bila tidak ada kulkas, guyur atau kompres kulit dengan air biasa dari kran.

Jangan gunakan air hangat atau panas

Kebiasaan masyarakat untuk menekan rasa gatal dengan kompres hangat atau panas. Mereka mengatakan bahwa dengan panas, rasa gatal menghilang. Padahal yang terjadi sesungguhnya adalah pengalihan rasa gatal ke rasa panas…yang segera setelah panas menghilang, kulit akan rusak (seperti luka bakar ringan), yang kemudian akan memperparah rasa gatal.

Gunakan baju atau celana yang menutupi kulit yang digigit

Area yang rentan terkena gigitan adalah tangan dan kaki yang biasanya tidak tertutup pakaian. Gunakan baju atau celana yang menutupi bekas gigitan dengan maksud agar si kecil sulit menggaruk.

Gunting kuku si kecil

Garukan sangat sulit untuk dihindarkan. Sebaiknya gunting kuku si kecil agar tidak muncul luka akibat garukan yang dapat berujung pada terjadinya infeksi sekunder.

Oleskan krim Hidrokortison

Setelah kompres atau guyur dengan air dingin, oleskan krim hidrokortison pada bekas gigitan untuk mengurangi bengkak dan rasa gatal. Krim hidrokortison adalah steroid potensi ringan yang dapat dibeli bebas. Terdapat berbagai sediaan steroid potensi sedang-berat yang dapat dibeli bebas di Indonesia, padahal sebenarnya harus dibeli dengan resep dokter karena dapat menimbulkan efek samping yang cukup merugikan. Untuk stok di rumah, saya anjurkan untuk membeli krim hidrokortison saja. Krim hidrokortison ini cukup dioleskan 2 kali per hari, biasanya setelah mandi.

Oleskan pelembab

Biasanya gatal akan menyerang bila kulit kering (sudah berjarak beberapa jam setelah mandi atau berada di ruangan ber-AC) atau bila di kecil mulai bosan sehingga iseng menggaruk. Bila di kecil mulai menggaruk diantara waktu mandi atau bila krim hidrokortison sudah dioles 2x, basahi kulit si kecil dengan air kemudian oleskan pelembab bayi agar si kecil merasa nyaman. Jangan gunakan krim hidrokortison/ krim steroid lain lebih dari 1-2x/ hari. Sebaiknya gunakan pelembab yang tidak memiliki batasan penggunaan sehingga dapat digunakan setiap kali gatal menyerang.

Pemberian sirup anti gatal

Biasanya sirup anti gatal diberikan oleh dokter bila gatal teramat sangat sampai mengganggu tidur si kecil. Bila berbagai usaha di atas tidak membuahkan hasil dalam 3 hari, konsultasilah ke dokter dan minta pemberian sirup anti gatal.

Kurangi gatal, hindari garukan

Prinsip ini merupakan inti dari mengatasi gigitan serangga yang sudah dijelaskan panjang-lebar sebelumnya. Jangan lupa bahwa serangga hanya menggigit dan yang menyebabkan luka menjadi lebar (dan kadang terinfeksi) adalah garukan kita. Hindari pemakaian bahan-bahan iritan (sabun atau cairan antiseptik, bubuk PK, minyak telon, minyak tawon, dsb) karena dapat memperparah rasa gatal.

Semoga membantu ya Bunda…

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: