hariharibersamasikecil

Setiap hari menorehkan kesan mendalam di hati

Bye-bye botol susu

on 10 October 2012

Memasuki toddlerhood, saya memutuskan untuk menyapih putra saya dari botol susu. Beberapa alasan saya adalah:

  • Menghindari bottle milk syndrome (baca blog: Bottle milk syndrome).
  • Memudahkan cuci-mencuci peralatan makan bayi. Bentuk botol susu dan komponennya rumit sehingga banyak tempat bagi bakteri untuk bersembunyi. Hal ini menyebabkan pencucian harus dilakukan dengan teliti, detil, dan harus disterilisasi* sebelum digunakan.
  • Secara logis, bila bayi sudah bisa minum dari sippy atau straw cup, seharusnya bayi bisa meminum susu dari sippy atau straw cup tersebut. Namun ada ibu yang sengaja membedakan…bila minum susu dari botol susu, bila minum jus atau air putih dari sippy atau straw cup.

Saya sangat bersyukur dalam 2 minggu, putra saya sudah terlepas dari botol susu dan saya terbebas dari tugas cuci botol susu dr.Brown yang “jelimet”. Kami siap berangkat ke Melbourne tanpa membawa sikat botol…menyenangkan bukan?

Bingung melatih anak menggunakan sedotan? Baca blog: Mengajarkan anak minum dari sedotan.

*Botol susu wajib disterilisasi tanpa memandang usia anak, semua peralatan makan-minum bayi dibawah 1 tahun wajib disterilisasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: